KPAD Sebut Ibu Korban Perkosaan yang Diusir Warga di Bantul ODGJ

KPAD Sebut Ibu Korban Perkosaan yang Diusir Warga di Bantul ODGJ

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 23 Jan 2026 15:49 WIB
KPAD Sebut Ibu Korban Perkosaan yang Diusir Warga di Bantul ODGJ
Ilustrasi gangguan jiwa. Foto: (Getty Images/D-Keine).
Bantul -

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bantul menyebut wanita yang hendak diusir warga di Sewon, Bantul, menderita gangguan kejiwaan (ODGJ). Selain itu, KPAD telah melakukan pertemuan dengan warga dan warga mengaku tidak ada niatan untuk mengusir wanita itu.

"Jadi ibunya itu ada gangguan psikologis," kata Ketua KPAD Bantul, Didik Warsito kepada detikJogja, Jumat (23/1/2026).

Didik menyebut Puskesmas Sewon melakukan pemeriksaan terkait kondisi wanita tersebut. Bahkan, Puskesmas Sewon telah memberi wanita itu obat, namun wanita itu tidak mau meminumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dilakukan pemeriksaan dari Puskesmas Sewon dan hasilnya ODGJ. Puskesmas juga sudah memberikan obat, tapi orangnya tidak mau karena badannya jadi tidak enak," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Terkait keberadaan wanita tersebut, Didik enggan mengungkapnya. Begitu pula dengan keberadaan bocah yang menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tirinya sendiri.

"Kalau posisinya di mana belum terinformasi itu, yang jelas anaknya sudah tertangani," ucapnya.

Di sisi lain, Didik mengungkapkan bahwa telah melakukan pertemuan dengan warga, hari ini. Dari hasil pertemuan tersebut, warga memaklumi kondisi wanita tersebut dan tidak ada niatan untuk mengusirnya.

"Kita juga sudah bertemu masyarakat, sebenarnya warga tidak mau mengusir tapi mengkhawatirkan dengan perilaku ibunya, dan itu perlu pengawasan semua pihak," katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga di Sewon, Bantul mengungkap wanita yang hendak diusir kerap meresahkan karena perilakunya. Wanita itu kerap mengamuk sembari mengata-ngatai warga dengan kata-kata kasar.

Tetangga wanita yang hendak diusir warga, Maryono, mengatakan tetangganya selama ini kerap meresahkan warga. Keresahan itu seperti kerap mengamuk serta mengucapkan kata-kata kotor dengan nada keras.

"Perempuannya itu suka meresahkan, dan suka mengatai yang jelek-jelek ke warga, mengamuk gitu. Nah, mengamuk itu kalau ditantang malah semakin berani dia," katanya kepada detikJogja, Rabu (21/1).

Menurut Maryono, kemungkinan besar wanita itu stres. Pasalnya jika tidak mengamuk, perilaku wanita itu seperti orang normal. "Tapi kalau tidak kumat yang komunikasinya seperti biasa. Intinya yang bersangkutan sepertinya stress," ujarnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads