SD Negeri Kokap di Pedukuhan Tejogan, Hargorejo, Kapanewon Kokap mengalami kerusakan parah imbas longsor kemarin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mengajukan permohonan revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala SDN Kokap, Surohim, mengatakan sejumlah ruangan rusak karena terdampak tanah longsor. Dia bilang peristiwa tersebut terjadi karena hujan deras yang melanda Kabupaten Kulon Progo mengakibatkan tanah jenuh dan longsor.
"Bangunan SDN Kokap ikut longsor seperti UKS, dapur, dan area parkir, selain juga mengenai bangunan eks UPTD Kapanewon Kokap," kata Surohim saat dihubungi wartawan, Selasa (20/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kerusakan itu, pihak sekolah kemudian mengambil langkah darurat demi keselamatan 79 siswa dan 11 tenaga pengajar. Per Senin (19/1) kemarin, rekahan tanah sedalam satu meter telah menyebabkan pilar bangunan patah dan bangunan sekolah tidak lagi aman ditempati. Alhasil proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke eks SD Kanisius, mulai hari ini.
"Untuk sementara, pembelajaran kami pindahkan ke gedung eks SD Kanisius yang berlokasi di dekat gereja. Keputusan relokasi ini sudah disepakati bersama komite dan wali murid agar anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang meski dalam kondisi darurat," jelas Surohim.
Surohim mengatakan SDN Kokap sudah diusulkan masuk dalam daftar revitalisasi tahun anggaran 2026.
"Alhamdulillah, hasil koordinasi terakhir hari ini, sekolah kami sudah masuk program revitalisasi tahun 2026. Kami juga sudah diundang oleh pihak Sekretariat Negara terkait tindak lanjut pembangunan ini," ungkap Surohim.
Dukungan untuk perbaikan SDN Kokap juga mengalir dari berbagai pihak. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY hingga BPBD Kulon Progo. Tim ahli dari Geologi UGM juga telah mempelajari kontur tanah di lokasi tersebut untuk memastikan keamanan struktur bangunan di masa depan.
"Di hari Kamis itu BPBD Provinsi, Geologi UGM dan BPBD Kulon Progo, sudah ke sini mempelajari tekstur kontur dan tanahnya di sekitar ini," terang Surohim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan lintas sektoral, termasuk melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR) untuk menginventarisir kerusakan sekolah tersebut.
"Kami sudah sampaikan surat permohonan untuk rehab maupun perbaikan SDN Kokap ke Kementerian. Mengingat rekahan tanah kian meluas hingga merusak gedung eks-UPTD Kokap, kami juga mengirimkan usulan tambahan terkait kondisi darurat tersebut," ujar Nur Wahyudi.
Nur Wahyudi menambahkan tim teknis dari Kemendikdasmen telah meninjau lokasi secara langsung. Berdasarkan hasil koordinasi, SDN Kokap diupayakan masuk dalam program revitalisasi nasional melalui jalur kondisi bencana.
"Harapan kami usulan ini segera terwujud. Mengingat kondisi di lapangan sangat membahayakan. Revitalisasi melalui anggaran kementerian menjadi solusi utama agar sarana pendidikan ini bisa kembali berfungsi," pungkasnya.
(ams/dil)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat