Polresta Jogja mengungkap sindikat penipuan online atau scamming yang berkantor di Jalan Gito Gati Sleman bisa meraup untung hingga Rp 33 miliar per bulan. Sindikat itu menggunakan aplikasi kencan untuk merayu korban yang ujung-ujungnya menjual konten pornografi.
Markas sindikat itu digerebek pada Senin (5/1) lalu. Saat itu Satreskrim Polresta Jogja mengamankan 64 karyawan untuk dimintai keterangan. Enam orang yang merupakan petinggi perusahaan bernama PT Altair Trans Service itu juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengatakan 64 karyawan yang diamankan itu hanya sebagian dari total ratusan karyawan yang bekerja di sana. Sebanyak 64 orang yang diamankan itu kebetulan sedang sift kerja saat penggerebekan dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk puluhan orang itu memang sampai saat ini kita masih mendalami perannya masing-masing. tapi sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi," kata Riski dalam press rilis di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2025).
"Waktu (masa) kerjanya berbeda-beda, ada yang sudah setahun, ada yang baru 6 bulan, ada yang 3 bulan, ada yang baru satu minggu. Kalau total pegawai sebanyak hampir 160-200. (Yang diamankan 64 orang) karena kan waktu saat itu itu hanya sift pagi waktu penangkapan tersebut," sambungnya.
Adapun modus scamming yang dilakukan untuk mencari keuntungan yakni dengan menjual koin. Koin tersebut bisa ditukarkan dengan gift, gift itulah yang digunakan konsumen untuk membuka konten porno yang dikirimkan agen.
Rincian harga giftnya antara lain, Gift Mawar sebesar 8 coin, Gift Mahkota 199 coin, Gift Tiara 699 coin, dan Gift Supercar 999 coin. Setiap 16 coin dalam aplikasi tersebut bernilai 5 USD.
Sedangkan para agen atau karyawan di Sleman, lanjut Riski, ditarget untuk mendapat 2 juta koin per bulan per sift atau 3-6 ribu coin setiap harinya per orang.
"Kegiatan ini sudah berlangsung hampir 1 tahun, adapun keuntungan yang didapat, ini kita dapat dari hasil pemeriksaan, untuk setiap sif memiliki target mengumpulkan minimal 2 juta koin per bulannya," ungkap Riski.
"Yang mana hitungannya per 16 koin itu dibayar sebesar $5. Jadi kalau dihitung secara kalkulasi per sif itu dapat menghasilkan sebesar Rp 10-11 miliar lebih per bulannya, satu sif. Sedangkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaannya, mereka dibagi ke dalam tiga sif," lanjutnya.
Dengan omzet hingga Rp 11 miliar per sif, sedangkan di kantor itu ada tiga sif per hari, maka perkiraan total omzet yang diperoleh mencapai Rp 33 miliar per bulan.
"Kalau kita dilihat dari yang tadi saya sampaikan tadi, setiap sif memiliki target dua juta (koin per bulan), itu kan (total keuntungan) hampir Rp 11 M. Kalau tiga sif itu kan berarti ya tinggal 11 miliar kali tiga," pungkas Riski.
(dil/apl)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol