Peran 6 Tersangka Kasus Scamming di Sleman: CEO-HRD

Peran 6 Tersangka Kasus Scamming di Sleman: CEO-HRD

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 19:52 WIB
Peran 6 Tersangka Kasus Scamming di Sleman: CEO-HRD
Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jogja -

Polisi membongkar kasus penipuan online atau scamming berkedok perusahaan penyedia jasa admin di Jalan Gito Gati Sleman. Enam orang jadi tersangka atas kasus tersebut. Berikut perannya.

Diketahui Polresta Jogja menggerebek Kantor PT Altair TS di Jalan Gito Gati Sleman pada Senin (5/1). Polisi menggerebek ruko dua lantai itu usai menemukan bukti adanya aktivitas scammer jaringan internasional.

"Ditetapkan tersangka sebanyak 6 orang," ujar Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat jumpa pers di kantornya, Jogja, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keenam orang tersangka itu merupakan petinggi di kantor tersebut. Mereka adalah R (35) laki-laki sebagai CEO, H (33) perempuan sebagai HRD, P (28) laki-laki selaku projek manajer, J (28) perempuan selaku projek manajer, V (28) laki-laki selaku tim leader, dan G (22) laki-laki sebagai tim leader.

ADVERTISEMENT

Mereka dijerat dengan Pasal 407 atau Pasal 492 UU No 1 Tahun 2023 KUHP Jo Pasal 20 dan Pasal 21 UU No 1 Tahun 2023 KUHP. Serta Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 UU No 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas UU no 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Pasal 4 jo pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.

"Ancaman hukuman minimal 6 bulan penjara, maksimal 10 tahun penjara," ungkap Pandia.

Keenam tersangka kasus love scamming di Sleman dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026).Keenam tersangka kasus love scamming di Sleman dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Modus Penipuan

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menjelaskan praktik yang dilakukan enam tersangka merupakan tindakan love scamming. Mereke bekerja menggunakan aplikasi kencan atau dating apps untuk menjual konten pornografi ke negara-negara luar.

Para pekerja disebut telah disediakan perangkan dengan aplikasi bernama WOW. Aplikasi ini memiliki server di China dan didatangkan otak pelaku yang juga dari China.

"Untuk kontennya, baik foto dan video porno itu, menurut keterangan para karyawan atau agen-agennya itu, sudah disiapkan oleh perusahaan karena mereka saat menggunakan device itu, baik itu HP dan laptop, sudah ada di dalam itu," ungkap Riski dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026).

Para pekerja menggaet korban yang rata-rata dari Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia. Percakapan terus dilakukan hingga menjurus pada pornografi.

Konten porno juga sudah tersedia perangkat seperti ponsel dan laptop. Konten porno dari aplikasi disediakan dari China, sedangkan konten yang ada di device disediakan oleh kantor di Sleman.

"(Setelah masuk aplikasi) sudah masuk ke dalam room. Room dengan di situ ada 15 orang, ada yang 10 orang, 5 orang. Jadi kalau pas kita tanya, room itu siapa yang menyediakan? Itu klien. Mereka nggak tahu-menahu yang di sini. Pokoknya mereka masuk, langsung tiba-tiba di situ ada chat room," sambungnya.

Setelah masuk dalam room chat, para agen ini tinggal 'melayani' konsumen untuk berinteraksi. Hingga akhirnya mengirimkan konten porno yang telah disediakan. Konsumen tidak bisa langsung membuka konten itu sebelum membeli koin.

"Iya (agen mengaku sebagai orang dalam konten porno), yang ngaku sebagai dia. Itulah scam-nya di situ. Iya, fake profile," ungkap Riski.

Untuk membuka konten porno yang telah dikirim, konsumen harus memberi gift. Rinciannya Gift Mawar sebesar 8 coin, Gift Mahkota 199 coin, Gift Tiara 699 coin, dan Gift Supercar 999 coin. Setiap 16 coin dalam aplikasi tersebut bernilai 5 USD.

Sedangkan para agen atau karyawan di Sleman, lanjut Riski, ditarget untuk mendapat 2 juta koin per bulan per sift atau 3-6 ribu coin setiap harinya per orang.

"Kegiatan ini sudah berlangsung hampir 1 tahun, adapun keuntungan yang didapat, ini kita dapat dari hasil pemeriksaan, untuk setiap shift memiliki target mengumpulkan minimal 2 juta koin per bulannya," urai Riski.

"Yang mana hitungannya per 16 koin itu dibayar sebesar $5. Jadi kalau dihitung secara kalkulasi per shift itu dapat menghasilkan sebesar Rp 10 miliar lebih per bulannya, satu shift. Sedangkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaannya, mereka dibagi ke dalam tiga shift," pungkasnya.




(afn/apu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads