Polisi mengungkap kasus love scamming dalam penggerebekan sebuah kantor di Gito Gati Sleman, Senin (5/1) lalu. Di balik kantor itu, terdapat satu perusahaan bernama PT Altair Trans Service (Altair TS). Berikut profil dari perusahaan itu.
Melansir dari laman resminya, altairts.org, perusahaan itu menulis di kolom profilnya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyedia layanan data dan vendor outsourcing. Di situ dituliskan, perusahaan didirikan di Jakarta pada Februari 2020.
Altair TS di kolom profilnya juga mengklaim pernah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan bonafit dunia seperti Tencent, Alibaba, Bytedance, Appen-china, Speechocean, dan Lifewood.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan ini menempatkan diri sebagai vendor pihak ketiga yang menyediakan layanan seperti penyedia karyawan hingga penyedia data dan pengelolaannya.
Sedangkan jika menengok akun Instagram resminya @altairts, akun Altair memiliki 2 ribuan pengikut. Konten-konten yang diunggah seputar aktivitas karyawan hingga ucapan-ucapan hari besar nasional.
Kapolresta Jogja Kombes Eva Guna Pandia mengatakan PT Altair Trans Service merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien dalam hal ini pemilik aplikasi yang berasal dari China.
"Dalam pelaksanaannya, perusahaan tersebut mempekerjakan pegawainya untuk menjalankan aktivitas sebagai admin percakapan pada sebuah aplikasi kencan daring dari China yang sudah diinstall di device dan sudah disiapkan pihak perusahaan baik itu di laptop maupun handphone beserta foto dan video yang memuat unsur pornografi di dalamnya," paparnya dalam press rilis di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2025).
Para pegawai Altair berperan sebagai agen atau admin chat yang dalam operasionalnya menggunakan akun fiktif dan berperan sebagai wanita yang sesuai dengan konten porno yang dibagikan.
Agen akan melakukan pendekatan komunikasi dan bujuk rayu terhadap calon korban atau user dari berbagai negara agar user melakukan transaksi melalui mekanisme pembelian koin untuk mengirim gift yang tersedia pada aplikasi tersebut.
Gift itu lah yang digunakan sebagai akses menonton konten-konten porno yang dibagikan. Besaran gift pun dibagi 4 kategori, Gift Mawar sebanyak 8 coin, Gift Mahkota 199 coin, Gift Tiara 699 coin, dan Gift Supercar 999 coin. Per 16 koin, dibanderol dengan harga $5.
"Aplikasinya tuh aplikasi kloningan dari kalau aplikasi di China-nya itu WOW namanya. Iya (agen mengaku sebagai orang dalam konten porno), yang ngaku sebagai dia. Itulah scam-nya di situ. Iya, fake profile," ungkap Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian.
CEO PT Altair TS, berinisial R (35) pun telah ditetapkan menjadi tersangka. Menurut Riski, dari hasil penyelidikan, PT Altair TS bekerja di bawah naungan sebuah Aplikasi dari China bernama WOW yang diketahui sebagai aplikasi Love Scaming.
Aplikasi ini masuk ke Indonesia dibawa oleh satu warga negara China berinisial ZC yang kemudian menggandeng R sebagai mitra bisnis. Namun seluruh operasional dalam aplikasi itu dijalankan dari China, agen yang berada di Indonesia hanya tinggal mengikuti alurnya.
"Menurut yang bersangkutan (R), itu (aplikasi) yang ditawarkan sama pelaku dari China ini. Ini yang ditawarkan sama yang bersangkutan, ada peluang ini, sehingga mereka melakukan kerja sama," ujar Riski.
Polisi pun kini tengah memburu ZC, Satreskrim Polresta Jogja juga telah melibatkan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri yang selanjutnya menghubungi Interpol.
"Yang membawa (aplikasi) ke sini itu sebenarnya orang China. Kita juga sudah kita kantongi (identitasnya), kita kemarin sudah menghubungi juga Hubinter, yang akan nanti kita akan koordinasi sama Interpol, untuk pengejaran yang bersangkutan," pungkasnya.
(alg/afn)












































Komentar Terbanyak
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel