Terungkap bahwa pria yang tewas dibacok saat tidur bersama istri dan anaknya di rumahnya di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul ternyata anggota organisasi masyarakat (ormas) Brigade Joxzin. Peristiwa itu terjadi Rabu lalu. Berikut fakta-fakta yang terungkap sejauh ini.
Anggota Joxzin Sejak 2019
Korban yang bernama Kitin Yoga Tama Rustamaji atau YTR (36) itu disebut sudah lama menjadi anggota ormas Joxzin.
"Korban memang tergabung dan menjadi anggota Joxzin sejak tahun 2019. Sudah ber-KTA Joxzin," kata Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, saat ditemui wartawan di Polres Bantul, Jumat (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa Joxzin Datangi Polres Bantul
Kemarin, Novweni bersama rombongan Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul. Mereka berharap kasus pembunuhan terhadap rekannya bisa terungkap.
Rombongan ini datang mengenakan pakaian hitam bertulisan Joxzin warna hijau. Perwakilan rombongan kemudian diterima Kapolres Bantul untuk audiensi.
"Nah, teman-teman hari ini menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres. Tadi dari Polres juga sudah menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan dari Polres bekerja sama dengan Polda, yang mana kasus ini sudah menjadi atensi untuk pengungkapan agar bisa lebih cepat terungkap, seperti itu," kata Novweni kepada wartawan di Polres Bantul.
Dalam surat terbuka itu, Brigade Joxzin berharap kasus ini segera diungkap guna mengantisipasi gejolak di lapangan.
"Makanya kita memohon kepada Polres Bantul untuk segera melakukan pengungkapan terhadap para terduga pelaku agar tidak ada gejolak di lapangan untuk saling menuduh siapa terduga pelaku," ujar Novweni.
"Kami keluarga besar Brigade Joxzin mendesak kepada Polres Bantul untuk segera bertindak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan tersebut dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak surat ini kami kirimkan," sambungnya.
Diduga Motif Dendam
Novweni menduga ada permasalahan dendam yang melatarbelakangi kasus pembunuhan tersebut.
"Memang tadi disampaikan juga dari pihak Polres bahwa tidak ada benda-benda yang hilang. Jadi kami menduga peristiwa tersebut terjadi karena ada unsur dendam yang sudah lama," kata dia.
Dibacok Saat Tidur Bersama Anak-Istri
Diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas usai menjadi korban penganiayaan menggunakan parang di salah satu rumah di daerah Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Penganiayaan berlangsung di dalam rumah saat korban tidur bersama istri dan anaknya di ruang tengah pada Rabu (25/2) pukul 05.30 WIB.
Ada dua pelaku yang menggunakan penutup muka dan menyerang korban. Setelah pelaku berhasil membacok TYR, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah TYR. Sedangkan anak TYR yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun, dan istri korban mengalami luka karena sempat menangkis serangan pelaku.
4 Rekan Korban Diperiksa
Polisi menyebut telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan terhadap anggota Brigade Joxzin di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
"Sampai hari ini ada empat orang saksi yang sudah diperiksa," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kemarin.
Keempat saksi yang diperiksa itu merupakan teman dari korban.
"Empat saksi itu rekan yang sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).
"Untuk istri korban belum dapat kami periksa karena masih dalam suasana duka. Nah, sebagai tindak lanjut, hari ini kami akan meminta keterangan dari istri korban," sambungnya.
Sempat Terlibat Saling Tantang
Brigade Joxzin mengungkapkan anggotanya yang meninggal dunia usai dibacok orang tak dikenal (OTK) di rumahnya di daerah Argomulyo, Sedayu, Bantul sempat terlibat saling tantang dengan kelompok lain. Korban Kitin Yoga Tama Rustamaji atau YTR (36) itu seorang wiraswasta.
"Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain," kata Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).
Namun, Novweni mengaku tidak mengetahui kelompok tersebut berasal dari mana. Selain itu, saling tantang antara TYR (36) dan kelompok lain itu, disebut sudah terjadi beberapa waktu lalu.
"Beberapa pekan kemarin kok itu yang tantang-tantangan itu, lalu selang beberapa pekan terjadi kejadian itu," ujarnya.
Meski begitu, Novweni mengaku tak mau menduga asal kelompok yang terlibat saling tantang dengan Yoga. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus itu ke Polres Bantul.
"Tapi kita tidak bisa menduga pelaku dari ormas atau sebagainya karena semua diserahkan ke polisi dan polisi baru mendalaminya," ucapnya.
Terlepas dari hal tersebut, selama menjadi anggota Brigade Joxzin, Novweni menyebut yang bersangkutan tidak pernah bermasalah dengan anggota lain atau kelompok lain.
"Kalau di anggota Joxzin belum pernah bermasalah, baik dengan anggota sendiri dan kelompok lain," katanya.
Sedangkan untuk profil YTR, Novweni mengungkapkan sehari-hari dikenal sebagai seorang wiraswasta. Di mana usahanya berhubungan dengan memelihara ternak.
"Almarhum itu wiraswasta, dia melihara ayam jago. Jadi dia memelihara anakan ayam jago lalu membesarkannya," katanya.
Sementara itu, polisi belum banyak bicara terkait keterangan soal korban sempat terlibat saling tantang. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
Tentang Ormas Brigade Joxzin
Brigade Joxzin (Jogja Islamic Never Die) merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang berisi anak-anak muda. Organisasi ini berkonsentrasi pada bidang sosial dan kemasyarakatan. Ormas asal Kota Jogja ini juga kerap menggelar kegiatan pengajian hingga selawatan.
Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, menjelaskan Brigade Joxzin adalah sebuah ormas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Ormas tersebut terbentuk sebagai wadah umat muslim khususnya anak-anak muda.
"Awal terbentuknya itu dulu dikomandani Heri Prasetyo atau yang dikenal Sotong dan kumpul berikrar mendirikan Brigade Joxzin. Dahulu sudah ada Joxzin Lawas, dan ini (Brigade Joxzin) rombongan anak mudanya," kata Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).
Ormas tersebut, kata Novweni, berdiri tahun 2000-an di Kota Jogja, tepatnya di kawasan Prawirotaman, Mergangsan.
"Brigade Joxzin berdiri di Prawirotaman dan deklarasinya dulu berlangsung di depan Hotel Matahari, Kota Jogja," ujarnya.
Meski sudah lama terbentuk, Novweni menyebut Brigade Joxzin baru berbadan hukum sebagai organisasi massa satu tahun terakhir ini. Menurutnya, saat ini tercatat sudah ada ribuan anggota Brigade Joxzin.
"Hingga kini Brigade Joxzin memiliki lebih dari 6.000 orang anggota yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulonprogo," ucapnya.
Novweni mengungkapkan saat ini Brigade Joxzin telah melebarkan sayap hingga ke Jawa Tengah.
"Brigade Joxzin juga baru buka Korwil baru di Purworejo," katanya.
Novweni menambahkan, setiap anggota Brigade Joxzin harus berikrar untuk menjaga keamanan di DIY.
"Kami telah berikrar untuk turut berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.
Terkait kegiatan dari Brigade Joxzin, Novweni menjelaskan bahwa Joxzin kerap menggelar kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut bahwa berlangsung rutin di setiap Korwil Brigade Joxzin.
"Kita aktif di kegiatan keagamaan seperti pengajian dan selawatan, kita rutin muter setiap Korwil. Misal setelah Korwil Sleman geser lagi ke Bantul dan Gunungkidul, itu salah satu komitmen kita dalam dakwah. Selain itu kami juga aktif di kegiatan sosial seperti penggalangan donasi," ucapnya.
Soal nama Brigade Joxzin yang image-nya di masyarakat lekat dengan organisasi preman, Novweni menyerahkan kembali ke masyarakat. Namun, selama ini ormas tersebut berupaya menepis anggapan miring di masyarakat dengan aksi dan langkah nyata dalam bidang sosial kemasyarakatan.
"Kita mau mencoba menepis image masyarakat soal itu, karena kita kerap melakukan kegiatan positif seperti pengajian, selawatan, hingga kegiatan sosial seperti donasi ke panti asuhan," kata dia.












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Anggota Joxzin Dibunuh Saat Tidur Bersama Anak-Istri di Bantul
Perjalanan Eks Kapolresta Sleman Didemosi Buntut Gaduh Kasus Hogi Minaya
Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran, Ini Sosoknya