5 Hal Diketahui soal Penggerebekan Markas Scammer Internasional di Sleman

Round-Up

5 Hal Diketahui soal Penggerebekan Markas Scammer Internasional di Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 07:00 WIB
5 Hal Diketahui soal Penggerebekan Markas Scammer Internasional di Sleman
Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jogja -

Polresta Jogja melakukan penggerebekan markas scammer jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Sleman, Senin (5/1). Belum ada informasi detail soal penggerebekan ini. Berikut fakta sejauh ini.

Puluhan Orang Diamankan

Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi belum merinci berapa jumlah pasti orang yang diamankan. Dia mengatakan ada puluhan orang diamankan dan masih diperiksa.

"Ada puluhan (orang yang diamankan usai penggerebekan) makannya nunggu pemeriksaan sampai selesai," jelas Gandung saat dihubungi detikJogja, Selasa (6/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih dikebut pemeriksaan, dari semalem, nunggu perintah aja (rilis hasil pemeriksaan)," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Penampakan Markas Scammer di Sleman

Pantauan detikJogja, kantor tersebut berada persis di pinggir Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Kantor itu berupa bangunan ruko dua lantai.

Adapun penggerebekan dilakukan pada Senin (5/1) kemarin. Sehari setelah penggerebekan, aktivitas di kantor tersebut tampak sepi. Halaman kantor ditutup dengan rantai dan tidak ada garis polisi yang melintang.

Di lokasi kantor tidak ada papan nama perusahaan yang terlihat dari jalan raya. Hanya ada satu papan nama yang dipasang di tembok depan kantor bertuliskan 'ALTAIR TS'.

Selain itu, tampak pintu masuk ke dalam bangunan telah dikunci. Di halaman kantor terdapat beberapa kaleng cat kosong. Kemudian ada juga jas hujan yang digantung di dinding.

Sejumlah Barang Disita

Ketua RW 33 Dusun Penen, Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo, mengungkap momen markas scammer itu digerebek. Dia merupakan saksi mata dalam operasi tersebut.

Dia mengatakan penggerebekan berlangsung pukul 15.15 WIB. Wahyu yang merupakan ketua RW diminta menyaksikan penggerebekan oleh polisi.

Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026).Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

"Saya ke sana itu sudah proses (penggerebekan). Kurang lebih jam tiga seperempat sore. Saya baru di depan bersih-bersih halaman, ada anggota yang menemui saya untuk suruh menyaksikan proses jalannya penggerebekan," kata Wahyu saat ditemui wartawan, Selasa (6/1).

Wahyu mengatakan, saat proses penggerebekan, polisi menyita beberapa barang termasuk ponsel dan perangkat laptop dari setiap ruangan di lantai satu dan dua.

"Barang bukti berupa beberapa HP dan laptop. Banyak sekali karena itu ada di lantai bawah dan lantai atas juga ada kamar-kamar itu, setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja," ujarnya..

"Kalau kemarin itu info dari kepolisian memang yang mau dimintai keterangan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 orang waktu itu ya saya ke sana kemarin," imbuhnya.

Wahyu juga mengatakan kantor sudah beraktivitas selama satu tahun terakhir. Namun selama itu dirinya tidak mengetahui secara persis jenis pekerjaan yang dilakukan di kantor itu.

"Kurang lebih setahun yang lalu. Iya, belum lama," katanya.

Momen Penggerebekan

Sementara itu, salah seorang saksi mata, Jesica (22), mengatakan penggerebekan itu dilakukan pukul 13.30 WIB. Dia bilang, sejak siang petugas kepolisian sudah mulai mendatangi lokasi.

"Itu digerebeknya setengah duaan siang sampai jam 4-an, ya banyak polisi," kata Jesica saat ditemui detikJogja, Selasa (6/1).

Dia mengaku melihat polisi datang dengan sejumlah kendaraan termasuk dua truk polisi. Sepengetahuannya, motor karyawan di kantor itu diangkut oleh petugas.

"Kalau truk 2, mobil polisi 2, pakai motor 4. Itu motor (karyawan) di situ diangkut," tambahnya.

Senada dengan Jesica, saksi lain berinisial N menyebutkan proses pengangkutan karyawan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Meskipun tidak mengetahui angka pasti, N menyebut ada karyawan yang ikut diamankan petugas.

"Ya, dibawa ke polisi. Kurang tahu ya berapa orang ya, cuma ada dua truk," ujarnya.

"Kalau untuk komputernya kita kurang tahu, cuman motornya sempat ada yang dibawa gitu," imbuhnya.

Pegawai Ngaku Kerja Jadi Admin

N yang sehari-hari beraktivitas di dekat lokasi, mengungkapkan bahwa interaksi warga sekitar dengan para pegawai itu sangat minim. Para pegawai di sana disebut mengaku bekerja sebagai CS di kantor tersebut.

"Kita nggak tahu sih kayak apa kerjanya apa segala macam, cuma tahunya dari orang-orang katanya CS, admin. Kita kurang tahu aslinya kurang tahu ya kegiatannya di dalam apa segala macam," katanya.

Selain itu, operasional kantor tersebut beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti. Setiap hari puluhan kendaraan selalu terparkir di halaman kantor.

"Pantauannya hari-hari ramai. Selalu ramai. Buka 24 jam," jelas N.

"Rata-rata muda. Pakai baju biasa saja, baju kesehari-harian lah bukan yang terlalu formal, bebas pakaiannya," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads