Petugas Polresta Jogja menggerebek markas scammer jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Sleman, Senin (5/1) kemarin. Selama beroperasi, puluhan pegawai yang bekerja di kantor tersebut mengelabui warga sekitar dengan mengaku sebagai admin dan customer service (CS).
Salah satu saksi mata berinisial N, yang sehari-hari beraktivitas di dekat lokasi, mengungkapkan bahwa interaksi warga sekitar dengan para pegawai itu sangat minim. Sepengetahuan warga sekitar, mereka bekerja sebagai CS di kantor tersebut.
"Kita nggak tahu sih kayak apa kerjanya apa segala macam, cuma tahunya dari orang-orang katanya CS, admin. Kita kurang tahu aslinya kurang tahu ya kegiatannya di dalam apa segala macam," katanya N saat ditemui detikJogja, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, operasional kantor tersebut beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti. Setiap hari puluhan kendaraan selalu terparkir di halaman kantor.
"Pantauannya hari-hari ramai. Selalu ramai. Buka 24 jam," jelas N.
Para pegawai yang bekerja di sana didominasi oleh anak muda. Mereka tidak mengenakan seragam resmi perusahaan, melainkan berpakaian bebas dan kasual.
"Rata-rata muda. Pakai baju biasa saja, baju kesehari-harian lah bukan yang terlalu formal, bebas pakaiannya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi lainnya, Jesica (22), mengatakan sempat berbincang dengan pekerja di kantor itu. Ketika ditanya terkait pekerjaan, mereka mengaku sebagai admin. Selain itu, operasional kantor tersebut beroperasi selama 24 jam.
"Tapi kalau pas saya tanya itu kerjanya jadi admin. (Kerjanya) 24 jam," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang bernarasi penggerebekan sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Sleman oleh petugas kepolisian ramai di media sosial. Polisi pun mengonfirmasi jika lokasi yang digerebek adalah markas scammer jaringan internasional.
Dalam video beredar memperlihatkan sejumlah personil kepolisian meninggalkan sebuah kantor. Tampak personel kepolisian yang cukup banyak mengendarai truk Dalmas, mobil, hingga motor.
Akun Instagram @merapi_uncover tersebut sempat mengunggah video itu. Namun kini videonya telah hilang.
"Sekitar pukul 15:22 penggrebekan sebuah rumah, terindikasi Jud*I di jalan gito gati Sleman," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (5/1/2026).
Saat dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi membenarkan tindak penggerebekan tersebut dilakukan oleh pihaknya. Penggerebekan tersebut dilakukan di kantor yang diduga jadi lokasi praktek scam jaringan internasional.
"Selamat malam, diberitahukan kepada masyarakat untuk informasi kejadian tersebut merupakan pengungkapan dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang sedang ditangani oleh Polresta Jogja," terang Gandung saat dihubungi, kemarin.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian turut membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kasus ini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Jogja.
"Benar, diinformasikan bahwa Polresta Jogja berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang berada di Jalan Gito Gati. Sampai saat ini masih proses pendalaman, secepatnya akan kami update progresnya," ujarnya
(dil/aku)












































Komentar Terbanyak
Ketua BEM UGM Tiyo Ngaku Kena Teror, Dikuntit hingga Diancam Diculik
Sederet Alasan Agrinas Mau Impor 105.000 Pikap India buat Koperasi Merah Putih
105.000 Pikap Bakal Diimpor dari India Buat Kendaraan Koperasi Merah Putih