Momen Menegangkan Penggerebekan Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman

Momen Menegangkan Penggerebekan Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 12:26 WIB
Momen Menegangkan Penggerebekan Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman
Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Salah satu rumah yang diduga menjadi markas scammer jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, digerebek banyak polisi, kemarin. Sejumlah barang dibawa polisi dari kantor tersebut. Begini momen menegangkan penggerebekannya

Proses penggerebekan itu terjadi pada Senin (5/1/2026) siang. Ketua RW 33 Dusun Penen, Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo, menjadi saksi mata dalam operasi tersebut. Dia menceritakan detik-detik saat polisi memintanya masuk ke dalam kantor tersebut.

Dia mengatakan penggerebekan berlangsung pukul 15.15 WIB. Saat itu Wahyu sedang beraktivitas santai membersihkan halaman rumahnya. Tiba-tiba seorang anggota kepolisian menghampirinya.

"Saya ke sana itu sudah proses (penggerebekan). Kurang lebih jam tiga seperempat sore. Saya baru di depan bersih-bersih halaman, ada anggota yang menemui saya untuk suruh menyaksikan proses jalannya penggerebekan," kata Wahyu saat ditemui wartawan, Selasa (6/1).

Wahyu mengatakan, saat proses penggerebekan, polisi menyita beberapa barang dari kantor tersebut. Barang itu berupa ponsel dan perangkat laptop dari setiap ruangan di lantai satu dan dua.

"Barang bukti berupa beberapa HP dan laptop. Banyak sekali karena itu ada di lantai bawah dan lantai atas juga ada kamar-kamar itu, setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai keberadaan karyawan dan kendaraan yang berada di kantor itu, Wahyu tidak mengetahui. Namun dari informasi yang dia dapatkan, ada puluhan karyawan yang diangkut polisi untuk dimintai keterangan.

"Saya kurang tahu ya proses waktu dari karyawan dinaikkan ke mobil itu saya tidak sudah tidak menyaksikan lagi," katanya.

"Kalau kemarin itu info dari kepolisian memang yang mau dimintai keterangan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 orang waktu itu ya saya ke sana kemarin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan kantor tersebut menempati rumah kontrakan. Aktivitas kantor sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. Namun selama itu dirinya tidak mengetahui secara persis jenis pekerjaan yang dilakukan di kantor itu.

"Kurang lebih setahun yang lalu. Iya, belum lama," katanya.

Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dengan kedatangan polisi dalam jumlah banyak. Salah seorang saksi mata, Jesica (22), mengatakan penggerebekan itu dilakukan pukul 13.30 WIB. Dia bilang, sejak siang petugas kepolisian sudah mulai mendatangi lokasi.

"Itu digerebeknya setengah duaan siang sampai jam 4-an, ya banyak polisi," kata Jesica saat ditemui detikJogja, Selasa (6/1).

Menurut Jesica, polisi datang dengan kekuatan personel yang cukup besar, menggunakan berbagai jenis kendaraan. Sepengetahuannya, motor karyawan di kantor itu diangkut oleh petugas.

"Kalau truk 2, mobil polisi 2, pakai motor 4. Itu motor (karyawan) di situ diangkut," tambahnya.

Senada dengan Jesica, saksi lain berinisial N menyebutkan proses pengangkutan karyawan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Meskipun tidak mengetahui angka pasti, N menyebut ada karyawan yang ikut diamankan petugas.

"Ya, dibawa ke polisi. Kurang tahu ya berapa orang ya, cuma ada dua truk," ujarnya.

"Kalau untuk komputernya kita kurang tahu, cuman motornya sempat ada yang dibawa gitu," imbuhnya.

ADVERTISEMENT


Sebelumnya, sebuah video yang bernarasi penggerebekan sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Sleman oleh petugas kepolisian ramai di media sosial. Polisi pun mengonfirmasi jika lokasi yang digerebek adalah markas scammer jaringan internasional.

Dalam video beredar memperlihatkan sejumlah personil kepolisian meninggalkan sebuah kantor. Tampak personel kepolisian yang cukup banyak mengendarai truk Dalmas, mobil, hingga motor.

Akun Instagram @merapi_uncover tersebut sempat mengunggah video itu. Namun kini videonya telah hilang.

"Sekitar pukul 15:22 penggrebekan sebuah rumah, terindikasi Jud*I di jalan gito gati Sleman," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (5/1/2026).

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi membenarkan tindak penggerebekan tersebut dilakukan oleh pihaknya. Penggerebekan tersebut dilakukan di kantor yang diduga jadi lokasi praktik scam jaringan internasional.

"Selamat malam, diberitahukan kepada masyarakat untuk informasi kejadian tersebut merupakan pengungkapan dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang sedang ditangani oleh Polresta Jogja," terang Gandung saat dihubungi, kemarin.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian turut membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kasus ini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Jogja.

"Benar, diinformasikan bahwa Polresta Jogja berhasil mengungkap dugaaan tindak pindana scam jaringan internasional yang berada di Jalan Gito Gati. Sampai saat ini masih proses pendalaman, secepatnya akan kami update progresnya," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(dil/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads