Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 7 Januari 2026 merupakan peringatan Santo Raymundus Penafort, Uskup dan Pengaku Iman; dan Santo Lusianus, Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang perjalanan iman, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 7 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Oktaviani FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 7 Januari 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 7 Januari 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 7 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 1Yoh 3:22-4:6, dilanjut Mazmur Mzm 2:7-8.10-11; bacaan Injil Mat 4:12-17.23-25; dan bacaan ofisi Yes 54:1-17. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I 1Yoh 3:22-4:6
- 1Yoh 4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
- 1Yoh 4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
- 1Yoh 4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
- 1Yoh 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
- 1Yoh 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
- 1Yoh 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
- 1Yoh 4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
- 1Yoh 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Bacaan Mazmur Mzm 2:7-8.10-11
- Mzm 72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
- Mzm 72:10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
- Mzm 72:11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
- Mzm 72:12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
- Mzm 72:13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
Bacaan Injil Mat 4:12-17.23-25
- Mrk 6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
- Mrk 6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
- Mrk 6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
- Mrk 6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
- Mrk 6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
- Mrk 6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
- Mrk 6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
- Mrk 6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
Bacana Ofisi Yes 54:1-17
- Yes 56:1 Beginilah firman Tuhan: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.
- Yes 56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
- Yes 56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan berkata: "Sudah tentu Tuhan hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering."
- Yes 56:4 Sebab beginilah firman Tuhan: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
- Yes 56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama?itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan?,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.
- Yes 56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama Tuhan dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
- Yes 56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
- Yes 56:8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."
Renungan Harian Katolik Rabu 7 Januari 2026
Sesudah mukjizat penggandaan roti, Yesus menyuruh para murid-Nya menyeberang terlebih dahulu, sedangkan Ia sendiri naik ke gunung untuk berdoa. Ketika para murid berada di tengah danau, angin sakal menerjang perahu mereka dengan dahsyat, sehingga perahu itu tidak bisa melaju ke tujuan.
Di tengah kelelahan dan ketakutan, Yesus datang kepada mereka. Ia berjalan di atas air, namun mereka tidak mengenali-Nya. Mereka justru mengira melihat hantu, sehingga ketakutan mereka pun bertambah.
Kisah ini mencerminkan perjalanan iman kita. Kita berada dalam perahu kehidupan, menghadapi angin sakal berupa kecemasan, persoalan keluarga, pekerjaan yang terasa berat, atau pergumulan batin yang diam-diam melelahkan.
Kita mendayung sekuat tenaga, tetapi kadang, seperti para murid, kita merasa tidak bergerak. Bahkan ketika Tuhan hadir, kita pun tidak selalu mengenali-Nya karena Ia datang dengan cara yang tidak kita duga.
Melihat orang banyak itu, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan karena mereka seperti domba tanpa gembala. Belas kasihan itulah yang menjadi awal dari mukjizat penggandaan roti, sebuah kisah yang terus berbicara kepada hati kita hingga hari ini.
Yesus tidak mulai dengan bertanya apa yang mereka punya, tetapi Ia mulai dengan hati-Nya yang peduli. Dari hati yang tersentuh inilah lahir tindakan yang mengubah kekurangan menjadi kelimpahan.
Dalam hidup kita, sering kali kita merasa tidak cukup memiliki: Tidak cukup memiliki waktu, tidak cukup memiliki kekuatan, tidak cukup memiliki kemampuan, bahkan kadang merasa tidak cukup memiliki iman.
Ketika melihat situasi sekitar, kita melihat persoalan yang menumpuk, orang-orang yang berharap, sehingga sering kali kita pun bertanya dalam hati, "Dengan apa kita bisa berbuat sesuatu untuk membantu?"
Namun, Yesus menantang kita untuk membawa segala sesuatu yang ada, sesedikit apa pun itu, ke hadapan-Nya. Lima roti dan dua ikan bukanlah jumlah yang mengesankan, tetapi di tangan Yesus, yang kecil menjadi cukup, yang terbatas menjadi berlimpah.
Yesus mengajak para murid terlibat dalam pembagian roti. Mukjizat-Nya tidak dikerjakan jauh dari manusia, tetapi melalui tangan-tangan mereka yang mau percaya.
Begitu pula kita dipanggil tidak untuk menyaksikan, tetapi untuk menjadi bagian dari karya kasih Allah di dunia. Barangkali yang kita miliki hanyalah "roti-roti kecil" berupa kebaikan yang sederhana, perhatian yang kecil, tenaga yang terbatas, atau senyum yang mungkin tampak sepele.
Namun, bila kita menyerahkannya dengan tulus, Yesus akan memecahkannya, memberkatinya, dan membuatnya mampu mengenyangkan banyak orang. Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Apakah belas kasihan Yesus mulai padam dalam diri kita? Apakah kita terlalu sibuk menghitung kekurangan, hingga lupa bahwa Tuhan meminta kita untuk percaya, bukan untuk sempurna?
Mungkin mukjizat yang kita tunggu sebenarnya sedang menanti kita untuk berani mempersembahkan apa yang kita punya, betapa pun kecilnya itu. Hari ini, marilah kita belajar untuk melihat dengan mata Yesus, mata yang tidak hanya melihat kebutuhan, tetapi juga peluang untuk mencintai.
Ketika kita mempersembahkan kehidupan kita kepada-Nya, kita akan menyadari bahwa dalam kasih Tuhan, tidak ada pemberian yang sia-sia, tidak ada kebaikan yang terlalu kecil, dan tidak ada hati yang terlalu miskin untuk dipakai oleh-Nya.
Doa Katolik Hari Ini
Ya Allah, Engkau telah menerangi bangsa-bangsa. Anugerahilah umat-Mu damai abadi. Terangilah jalan hidup kami, seperti Engkau telah menerangi jalan hidup umat Israel.
Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari Rabu, 7 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
(sto/aku)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol