Ada begitu banyak hewan di sekitar kita yang mungkin tanpa disadari kerap dibuat bingung dengan jenis atau bahkan klasifikasinya. Termasuk kepik yang selama ini terdengar tidak asing bagi kebanyakan orang. Namun, kepik itu hewan apa sih?
Untuk diketahui, beberapa orang mungkin mengenali kepik sebagai kumbang kepik. Padahal dua serangga ini punya bentuk yang jauh berbeda. Apabila kamu membayangkan kepik sebagai kumbang dengan ciri khas warna merah atau oranye dengan bintik-bintik hitam, tampaknya perlu berkenalan dengan kepik yang asli.
Mengutip dari buku 'Hewan Merayap' karya Steve Setford, kumbang kepik yang punya ciri khas tubuh berwarna merah dengan bintik hitam punya nama ilmiah Coccinellidae. Biasanya kumbang kepik punya ukuran yang begitu kecil, sekitar 0,15-4 cm saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, lain halnya dengan kepik yang sebenarnya, yaitu serangga dari ordo Hemiptera. Ada begitu banyak spesies kepik yang termasuk ordo Hemiptera ini. Beberapa di antara dikenal punya manfaat bagi ekosistem.
Nah, agar kamu memahami secara lebih jelas tentang hewan kepik, mari simak uraian penjelasannya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Kepik termasuk ordo Hemiptera dengan habitat yang sangat luas. Ciri khasnya antara lain memiliki sayap depan keras, mampu mengeluarkan bau menyengat untuk pertahanan, berpura-pura mati saat terancam, serta kaki berbulu halus yang membantunya menempel di berbagai permukaan.
- Kepik memiliki mulut memanjang, mata majemuk, dan antena jelas di kepala. Serangga ini mengalami metamorfosis tidak sempurna, melalui tahap telur-nimfa-dewasa tanpa fase pupa.
- Kepik bisa bersifat merugikan sebagai hama tanaman karena mengisap cairan floem, tetapi juga menguntungkan sebagai predator alami. Beberapa spesies memangsa hama lain seperti kutu daun, larva, dan ulat, sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan perairan.
Karakteristik Kepik
Tahukah kamu? Kepik yang termasuk ordo Hemiptera ternyata berkerabat dengan serangga lainnya yang juga tak kalah familiar di sekitar kita. Seperti dijelaskan dalam buku 'Ensiklopedia Jenis-jenis Serangga yang Bermanfaat Bagi Kehidupan Seri II' oleh Satyo Pijar, hampir ada 80 ribu spesies serangga dari ordo Hemiptera.
Tak hanya kepik, beberapa di antaranya ada kutu daun, walang sangit, tonggeret, hingga anggang-anggang. Habitat kepik dikenal amat luas, sehingga bisa dibilang hampir dapat ditemukan di seluruh belahan dunia. Berikut klasifikasi kepik:
- Kingdom: Animalia
- Class: Insecta
- Phylum: Arthropoda
- Ordo: Hemiptera
- Family: Coreoidea
- Genus: Riptortus
- Spesies: Riptortus linearis F.
Kemudian ada beberapa karakteristik kepik yang mampu membedakannya dengan jenis serangga lainnya. Berikut beberapa di antaranya:
- Kepik punya kemampuan terbang tinggi karena keberadaan sayap depan yang keras. Tidak hanya untuk terbang, sayap kepik juga jadi pelindung bagi tubuhnya.
- Kepik bisa mengeluarkan aroma yang tidak sedap hingga membuat predatornya merasa pusing. Cairan ini keluar dari persendian kakinya yang akan digunakan oleh kepik saat merasa adanya ancaman.
- Kepik punya kemampuan berpura-pura mati untuk mengecoh lawan. Hal ini membuat predatornya akan meninggalkannya begitu saja.
- Kepik punya rambut-rambut halus di bagian kaki yang membantunya hinggap di permukaan apa saja. Tak hanya itu, rambut halus pada kaki kepik juga mampu menghasilkan cairan yang berminyak dan lengket, sehingga serangga kecil ini bisa menempel di mana saja.
Ciri-ciri Kepik
Ciri-ciri kepik biasanya memiliki sayap yang bisa dilihat di bagian atas tubuhnya. Nah, sayap depan dari kepik punya pangkal yang keras, tapi di bagian belakang justru tipis. Kemudian bagian mulut kepik memanjang dari bagian bawah kepala.
Matanya majemuk dengan bentuk yang beragam. Ciri khas yang mampu membedakannya dengan serangga lain adalah antena di bagian kepalanya. Kemudian metamorfosis kepik juga tak kalah menarik untuk diketahui.
Masih mengacu dari buku 'Dunia Burung dan Serangga: Mengenal Fakta Sains dan Keunikannya', kepik mengalami metamorfosis yang tidak sempurna. Tahapan metamorfosis kepik berlangsung melalui telur, nimfa, dan dewasa. Kepik melewatkan perubahan fase pupa atau kepompong.
Manfaat Kepik bagi Ekosistem
Sebenarnya kepik termasuk serangga yang bisa menjadi hama tapi sekaligus menguntungkan bagi para petani. Mengapa? Sebab, kepik dapat berperan merugikan dan menguntungkan bagi ekosistem.
Nonice Manikome, dkk. dalam buku 'Eksplorasi Biodiversitas Serangga di Wilayah Kepulauan' menyebut, kepik dapat berperan merugikan karena menjadi hama bagi tanaman. Kepik bisa berpeluang mengisap getah floem yang ada di dalam tanaman. Tak ayal, tindakan ini justru membuat nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman hilang.
Hasilnya, tanaman jadi terhambat pertumbuhannya, menjadi kuning, hingga bisa berpotensi memberikan kualitas panen yang tidak bagus. Kendati begitu, beberapa spesies kepik justru dapat bermanfaat. Mereka bisa bertindak sebagai predator bagi hewan pengganggu lainnya.
Beberapa spesies kepik yang bermanfaat di antaranya ada kepik pembunuh atau Reduviidae, kepik perompak atau Anthocoridae, dan kepik damsel atau Nabidae. Beberapa jenis kepik ini mampu menjadi predator yang berkemampuan sebagai agen pengendali keberlangsungan hayati di ekosistem.
Sebab, mereka akan memangsa hama yang banyak dikeluhkan para petani. Kemudian mereka juga kerap menyantap telur, larva, kutu daun, hingga ulat kecil yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Sejumlah kepik yang hidup di air juga dapat bertindak sebagai predator di ekosistem perairan.
Itulah tadi rangkuman mengenai kepik yang merupakan serangga dalam ordo Hemiptera lengkap dengan karakteristik, ciri-ciri, dan manfaatnya bagi ekosistem. Semoga informasi ini membantu, ya.
(sto/ahr)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya