Athaullah Daib Pemain Termuda yang Dikontrak PSIM: Nglaju GK-Jogja demi Mimpi

Athaullah Daib Pemain Termuda yang Dikontrak PSIM: Nglaju GK-Jogja demi Mimpi

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 12 Agu 2026 13:04 WIB
Kiper muda PSIM Jogja, Athaullah Daib di Stadion Mandala Krida Kota Jogja, Selass (11/8/2026)
Kiper muda PSIM Jogja, Athaullah Daib di Stadion Mandala Krida Kota Jogja, Selass (11/8/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Mimpi bermain bersama tim senior PSIM Jogja akhirnya menjadi kenyataan bagi Athaullah Daib. Kiper berusia 16 tahun asal Gunungkidul itu mendapat kontrak profesional bersama Laskar Mataram.

Perjalanan Athaullah menuju tim senior PSIM tentu tidak mudah. Ada proses panjang yang dijalaninya sejak usia muda, termasuk mengikuti seleksi dan bermain di Elite Pro Academy (EPA) PSIM.

Kini, Athaullah mencetak sejarah sebagai pemain termuda yang mendapat kontrak profesional di PSIM. Usianya bahkan masih 16 tahun dan saat ini duduk di kelas 11 SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama-tama saya mengucapkan alhamdulillah sudah bisa masuk di tim senior di umur 16 tahun ini. Di samping itu ada kerja keras dari saya, dari seleksi EPA, kemudian main di EPA. Terus alhamdulillah bisa masuk ke tim senior ini," kata Athaullah kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, perjuangan Athaullah bukan hanya soal latihan di lapangan. Setiap hari, ia harus membagi waktu antara sekolah di Gunungkidul dan latihan bersama tim senior PSIM di Kota Jogba.

Selepas sekolah, Athaullah langsung bertolak ke Jogja untuk mengikuti latihan. Ia mengaku harus nglaju setiap hari.

"Kalau latihannya sore, saya berangkat sekolah dulu. Habis itu saya izin di siang hari, terus langsung berangkat latihan," ujarnya.

"Iya nglaju, biasanya pakai motor atau nggak diantar pakai mobil," lanjutnya.

Rutinitas tersebut membuatnya terkadang harus meninggalkan sekolah lebih awal atau bahkan tidak bisa masuk sekolah pada momen tertentu. Meski demikian, dukungan orang tua membuatnya tetap menjalani proses tersebut.

"Kalau orang tua bilangnya, 'Jalanin dulu aja, Kak'," tuturnya.

Menjadi pemain senior PSIM ternyata bukan sekadar target bagi Athaullah. Dahulu, ia hanya membayangkan bisa suatu hari mengenakan seragam tim senior Laskar Mataram.

"Dulunya cuma mimpi saya bisa main di senior. Terus alhamdulillah sekarang sudah jadi kenyataan," ungkapnya.

Athaullah juga tidak datang ke sepakbola tanpa bekal. Sejak kecil, ia mendapat tempaan dari Ony Kurniawan, legenda hidup PSIM yang turut membentuk karakter dan permainannya.

Menurut Athaullah, banyak hal yang diajarkan Ony kepadanya, terutama soal teknik dan cara bermain. Namun, ada satu pesan yang paling diingatnya hingga sekarang.

"Kalau Mas Ony itu banyak. Terutama saat bermain, dia bilang ke saya, 'Bermainlah pakai hati'," katanya.

Pesan tersebut kini terasa semakin penting setelah dirinya masuk ke tim senior PSIM. Ia harus berlatih dan bersaing dengan pemain-pemain yang usianya jauh lebih matang.

Meski begitu, Athaullah mengaku tidak merasa terbebani. Sebaliknya, ia justru menikmati kesempatan tersebut untuk belajar dari para senior.

"Sangat senang. Banyak belajar juga dari senior-seniornya," ujarnya.

Kesempatan lainnya adalah berlatih di bawah asuhan pelatih asing PSIM. Bagi Athaullah, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengenal budaya sepakbola yang berbeda.

"Ya, bagi saya cukup senang bisa dilatih dengan pelatih asing yang notabene dari Eropa. Membawa budaya Eropa ke Indonesia sendiri," katanya.

Pernah ke Swedia Saat Usia 13 Tahun

Sebelum bergabung dengan EPA PSIM, Athaullah juga sudah memiliki pengalaman internasional. Pada 2023, ketika masih berusia 13 tahun, ia mengikuti program BARATI dan berkesempatan berangkat ke Swedia.

"Dulu sempat ke Swedia, Tim BARATI. Tahun 2023, umur 13 tahun. Itu kan seleksinya di Bali itu. Terus alhamdulillahnya saya bisa ikut, terus berangkat ke Swedia baru tahun 2023," tuturnya.

Kini, setelah mendapatkan kontrak profesional bersama PSIM selama satu musim, target Athaullah pun semakin tinggi.

"Semoga bisa menjadi lebih baik dari kemarin," ucapnya.

Ia juga memiliki satu impian besar yang ingin diwujudkan yakni membela Timnas Indonesia.

"Kalau itu ada (impian membela Timnas Indonesia). Semoga bisa," pungkasnya.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads