Mayat Wanita dalam Got di Banjarmasin, Terungkap Dibunuh Oknum Polisi

Regional

Mayat Wanita dalam Got di Banjarmasin, Terungkap Dibunuh Oknum Polisi

Khairun Nisa - detikJogja
Jumat, 26 Des 2025 16:20 WIB
Tampang Muhammad Seili, oknum polisi yang diduga membunuh mahasiswa ULM dan membuang jasadnya di selokan Banjarmasin.
Tampang Muhammad Seili, oknum polisi yang diduga membunuh mahasiswa ULM dan membuang jasadnya di selokan Banjarmasin. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Jogja -

Sesosok mayat perempuan menggegerkan masyarakat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena ditemukan dalam got. Dalam perkembangannya, korban terungkap dibunuh oleh oknum polisi.

Jasad korban ditemukan tersungkur di dalam selokan samping STIH Sultan Adam Banjarmasin. Saksi mata, Normansyah, mengungkap dia menemukan mayat itu saat membuka pintu penutup got untuk membersihkan alat kerjanya.

"Awalnya got itu tertutup kayu, saya buka karena mau membersihkan cangkul. Pas dibuka, ternyata ada perempuan di dalam," ujar Normansyah, Rabu (24/12/2025), dilansir detikKalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di saat ia memperhatikan lebih jauh, sosok perempuan itu tak mengenakan pakaian. Ia pun berusaha memastikan sosok yang ia temukan dengan memanggil rekan lainnya.

ADVERTISEMENT

Normansyah sempat berpikir bahwa yang ia lihat hanyalah sosok boneka. Namun, di saat rekannya memeriksa, dipastikan bahwa yang berada dalam selokan adalah manusia.

"Kami panggil teman untuk memastikan. Setelah dicek ulang, ternyata benar itu perempuan dan sudah meninggal," ungkapnya.

Normansyah tak mengetahui pasti kapan jenazah korban itu berada di selokan. Hanya saja, di saat ia bercerita kepada petugas jaga malam, disebutkan bahwa pada malam hari tak ditemukan kejanggalan di area tersebut.

Adapun berdasarkan kondisi jenazah, Normansyah menduga jenazah seperti baru dibuang dalam beberapa jam yang lalu.

"Kata yang jaga malam, saat dini hari waktu beliau buang sampah di situ masih aman. Kemungkinan korban baru," tuturnya.

Korban Mahasiswi ULM

Identitas jenazah korban pun terungkap. Korban diketahui bernama Zahra Dilla, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Jurusan Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Korban teridentifikasi setelah orang tuanya mendatangi rumah sakit. Ayah korban, Sarmani (55), menuturkan putrinya sempat pulang ke rumah di Desa Lok Tamu. Kemudian kembali ke kosannya pada Selasa (23/12) malam.

Ia juga menyebut sejumlah barang milik korban diduga hilang, seperti sepeda motor, telepon genggam, dan perhiasan. "Ada barang yang hilang, yakni emas 10 gram, sepeda motor, serta telepon genggamnya," kata Sarmani.

Sementara itu, rekan korban, Badriansyah (34) menyebut korban sempat berkomunikasi dengan teman-temannya. Usai berkomunikasi, tak ada lagi kabar dari Zahra.

Selain itu, kejanggalan juga dirasakan teman-teman korban. Sebab ada unggahan tak wajar pada sosial media milik korban.

"Dari teman-temannya bilang ada unggahan yang janggal pada sosmed korban. Namun tak bisa dibeberkan lebih jauh," tuturnya.

Oknum Polisi Jadi Pelaku Pembunuhan

Polresta Banjarmasin kemudian menangkap pelaku, yang diketahui bernama Muhammad Seili (20). Ia merupakan anggota Polri yang berdinas di Sat Samapta Polres Banjarbaru.

"Kita berhasil mengamankan tersangka atas nama MS (20) pekerjaan anggota Polri," terang Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Adam Erwindi.

Seili sendiri merupakan anggota polisi dengan pangkat Bripda. Ia merupakan Banit Dalmas Sat Samapta Polres Banjarbaru.

Terungkapnya Seili sebagai pelaku bermula dari salah satu bukti percakapan korban dan temannya. Dalam chat tersebut, korban bakal bertemu pelaku di hari kejadian.

"Dari hasil penyelidikan ada SMS (pesan) dari rekannya bahwa korban akan bertemu dengan tersangka, itu adalah kunci daripada penyidik untuk menelusuri dan menangkap pelaku," terang Adam.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rilis yang dilayangkan Polresta Banjarmasin, orban janjian bertemu dengan pelaku di depan sebuah minimarket, di Jalan Mali-mali pada Selasa (23/12). Kemudian, motor korban ditinggal di sana, dan korban ikut naik mobil pelaku.

Mereka sempat jalan-jalan ke Bukit Batu untuk membicarakan persoalan pribadi antara keduanya. Setelah itu, mereka pulang, singgah ke mes Polda Kalsel di Banjarbaru, dan singgah ke rumah saudaranya.

Nahas, mereka sempat melakukan hubungan badan di dalam mobil. Kemudian korban mengancam pelaku akan mengadu kepada kekasih pelaku. Yang akan diadukan yakni soal hubungan badan tersebut.

Merasa panik, pelaku mencekik korban hingga tewas. Pelaku kemudian membawa jasad korban ke Banjarmasin. Sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku membuang jasad korban di selokan dekat STIHSA Banjarmasin.

Penemuan jasad perempuan di dalam selokan Jalan Banua Anyar membuat heboh warga Banjarmasin, Selasa (24/12/2025).Penemuan jasad perempuan di dalam selokan Jalan Banua Anyar membuat heboh warga Banjarmasin, Selasa (24/12/2025). Foto: dok Istimewa

Pelaku Panik gegara Korban Lontarkan Ancaman

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Adam berkata, Seili nekat menghabisi Zahra Dilla karena panik korban mengancam bakal mengadukan hubungan seks mereka ke pacar pelaku.

"Korban mengancam akan melaporkan perbuatan pelaku ke calon istri pelaku, karena panik ia mencekik leher korban hingga meninggal," paparnya.

Adam menerangkan, Seili diketahui sudah mempunyai calon istri. Namun, pelaku ternyata juga menjalin hubungan dengan korban.

"Motifnya cinta segitiga," tuturnya.

"Korban ini merupakan teman dekat dari calon istri pelaku," imbuhnya.

Sebelum pembunuhan terjadi. Zahra dan Seili sempat pergi ke Bukit Batu untuk membahas hubungan keduanya. Kemudian, di jalan pulang, keduanya sempat mampir ke rumah kakak tersangka.

"Karena pacar dari tersangka ini terus menelpon dan menanyakan posisi tersangka, jadi ia beralibi lagi di rumah kakaknya. Video call dan telepon," ujar Adam.

Kemudian, korban dan pelaku meneruskan perjalanan hingga akhirnya berhenti di depan pom bensin Gambut Kilometer 15. Di sana, keduanya sempat mengobrol dan berhubungan badan.

Sesaat usai berhubungan badan, korban mengancam tersangka akan mengadukan perbuatannya ke calon istri tersangka, di sana keduanya sempat terlibat cekcok. Karena panik dan emosi, tersangka pun langsung mencekik korban.

"Karena takut, panik, emosi akan dilaporkan ke calon istri, dan akhirnya melakukan tindakan (pembunuhan) tersebut dengan cara mencekik pakai tangan," ungkap Adam.

Jasad Korban Dibuang ke Got

Setelah korban lemas dan tak berdaya, pelaku pun akhirnya membawa jenazah korban ke lokasi pembuangan. Di sana, berdasarkan penuturan pelaku, ia membuang jenazah korban seorang diri.

"Awalnya hendak membuang di sungai bawah jembatan, namun melihat ada gorong-gorong yang terbuka tersangka pun memasukkan jenazah ke situ," terang Adam.

"Setelah pulang, tersangka sempat berusaha membuang barang bukti milik korban," tambah Adam.

Kini, Seili terancam pidana dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal penjara 20 tahun. Ia terbukti melakukan pelanggaran berat sebagai anggota Polri.

Halaman 2 dari 2
(apu/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads