Warga Padukuhan Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat bayi, pagi tadi. Jasad bayi itu ditemukan dengan kondisi sebagian badan terkubur di pekarangan kosong milik warga.
Peristiwa itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover. Disebutkan dalam postingan itu jasad bayi sudah mengalami pembusukan.
" [Breaking News] 07:21 penemuan jasad bayi TKP Joho Condongcatur Sleman kondisi sudah membusuk," tulis keterangan dalam postingan itu seperti dilihat detikJogja, Kamis (25/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang saksi mata, Wahyu, mengatakan penemuan mayat bayi itu bermula ketika seorang warga hendak mengecek kandang kambing di lokasi kejadian. Dia menuturkan bahwa warga tersebut mencium aroma busuk yang menyengat di sekitar area kandang.
"Ada bapak-bapak sedang mau cek kandang kambing tercium aroma busuk di dekat kandang setelah ditelusuri ada bagian kaki bayi dan bagian kepala ditutup batu," kata Wahyu kepada detikJogja, Kamis (25/12/2025).
Kondisi bayi saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Berdasarkan kondisi fisik mayat, diperkirakan bayi malang tersebut sudah meninggal dunia selama beberapa hari.
"Informasi bayi perempuan. Kondisi sudah membusuk kemungkinan meninggalnya sekitar 2-3 harian," katanya.
Dia menuturkan, lokasi penemuan merupakan tempat untuk membuang sampah. Selain itu, di sekitar lokasi kejadian merupakan lingkungan kos. Meski demikian, lokasi tersebut sepi ketika malam hari.
"Sangat sepi kalo malam dan gelap. (Di sekitar TKP) banyak kos-kosan dan dekat sungai," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun saat dikonfirmasi masih melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap kasus ini. Saat ini jenazah bayi telah dievakuasi petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami cek dulu. Mohon waktu," ujar Salamun.
(ahr/ahr)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Aksi Berani Mahasiswi Kejar hingga Tabrak Jambret di Jalanan Jogja
Bawa-bawa Aturan, Pria Ini Larang Rombongan Wisata Ambil Foto di Parangtritis