Tiga orang pendaki nekat melakukan pendakian secara ilegal ke Gunung Merapi. Ketiga pendaki tersebut antara lain Farhan, Panji Rizky, dan Aldo. Ketiga pendaki ilegal itu naik gunung hanya modal nekat, karena tidak membawa bekal yang mencukupi.
Diketahui, bahwa ketiganya hanya berbekal seadanya seperti sandal jepit dan tumbler (tempat minum). Nahas, salah satu pendaki yang sempat dilaporkan hilang yakni Aldo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Kami temukan fakta,persiapan, perlengkapan, dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung. Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung," ungkap Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto yang ikut pencarian kepada detikJateng, Kamis (25/12/2025) dikutip dari detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Pendakian
Indiarto menguraikan, ketiganya melakukan pendakian pada Sabtu (20/12). Tetapi, pada Minggu (21/12) pendaki bernama Farhan bisa di sapu angin Desa Tegalmulyo. Dari informasi Farhan itulah diketahui dua temannya, Panji Rizky dan Aldo hilang.
"Dari keterangan Farhan ini kita ketahui ternyata ada tiga orang yang naik ke puncak Gunung Merapi melalui Kalitalang, padahal tidak ada jalur pendakian dari situ. Tapi mereka nekat naik," terang Indiarto.
Indiarto melanjutkan, ketiganya melakukan pendakian sampai di sekitar Pasar Bubrah dekat puncak kemudian mereka turun. Jalur yang dilalui saat turun berbeda dengan jalur saat naik. Pendaki turun lewat jalur Sapu Angin.
"Mereka turun melalui jalur Sapu Angin, tapi di sekitar pos 2 sekitar panel Surya, Rizky mengalami kelelahan dan bermalam. Dua orang, Farhan dan Aldo turun untuk meminta bantuan pertolongan dan mengabari keluarga," ujar Indiarto.
Selanjutnya, kata Indiarto, turun tidak melalui jalur normal Sapu Angin. Melainkan mengambil arah ke kiri sampai sekitar gua Jepang.
"Sampai sekitar gua Jepang, Farhan merosot dengan ketinggian 15-20 meter. Akhirnya keduanya berpisah, dan Farhan berhasil mencapai perkampungan," kata Indiarto.
Dari Farhan itulah diketahui bahwa ada dua orang pendaki yang hilang. Indiarto menyampaikan, dari situlah kemudian dibentuk tim gabungan untuk penelusuran dan penyisiran mulai Minggu (21/12).
Kendala Evakuasi
Indiarto mengatakan, ada kendala tersendiri dalam proses pencarian korban. Tantangan utama tim SAR gabungan hujan deras dan badai.
"Tantangan hujan deras dan bahkan badai tapi Senin (22/12) kita berhasil menemukan Rizky kondisi lemah kemudian dibawa ke Puskesmas. Operasi diteruskan untuk mencari Aldo, sampai kerahkan 20 SRU (search and rescue unit), juga mengerahkan drone SAR Klaten dan Bantul," terang Indiarto.
"Bahkan saat evakuasi terakhir (korban meninggal) juga hujan deras sekali. Lokasi jurang temuan jenazah itu juga jarang dijamah, termasuk warga lokal," tambah Indiarto.
Koordinator organisasi pengurangan risiko bencana (OPRB) Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur, menyatakan kedua pendaki saat turun ke Sapu Angin tapi salah arah. Jalur yang mereka lalui bukan jalur pendaki.
"Jadi bukan jalur pendakian, lokasi jarang dijamah pendakian, mungkin warga tapi juga jarang. Sebelumnya di atas jurang itu sudah disisir tapi tidak ditemukan, lokasi temuan jenazah itu lokasi terakhir yang belum disisir," jelas Subur.
Sebagaimana diberitakan, pendaki ilegal di Gunung Merapi atas nama Aldo Oktawijaya (22) yang dicari tim SAR gabungan akhirnya ditemukan. Namun kondisi pendaki terakhir tersebut sudah meninggal dunia.
"Betul sudah ditemukan dengan kondisi MD (meninggal dunia)," ungkap Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko kepada detikJateng, Rabu (24/12) siang.
Dijelaskan Sarwoko, survivor ditemukan tim SAR gabungan di jurang sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah sakit.
"Tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ini jenazah perjalanan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso untuk pemulasaraan," terang Sarwoko.
Dari catatan detikJateng, awalnya ada tiga orang yang naik melalui kawasan Kalitalang Sabtu (20/12) subuh yaitu, Farhan, Panji Rizky dan Aldo. Farhan bisa turun meminta tolong sehingga dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan Panji Rizky dan Aldo.
(apl/apl)












































Komentar Terbanyak
Amien Rais Pidato di Munas Partai Ummat, Ingatkan Prabowo soal Ini
Pemda DIY Akan Evaluasi Perizinan Daycare Buntut Kasus Little Aresha
BRIN Jelaskan Sebab Mobil Bisa Mogok di Tengah Rel Kereta Api