3 Pendaki Ilegal Merapi Ternyata Hanya Modal Sandal Jepit dan Tumbler

3 Pendaki Ilegal Merapi Ternyata Hanya Modal Sandal Jepit dan Tumbler

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 25 Des 2025 18:53 WIB
3 Pendaki Ilegal Merapi Ternyata Hanya Modal Sandal Jepit dan Tumbler
Evakuasi pendaki Gunung Merapi oleh tim SAR gabungan sore tadi. Foto: Dok. Polsek Kemalang.
Klaten -

Tiga orang pendaki ilegal Gunung Merapi, dua orang bisa selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia di jurang. Terungkap mereka mendaki hanya berbekal seadanya, bahkan ada yang pakai sandal jepit dan ketiganya membawa satu tumbler (wadah minum).

"Kami temukan fakta,persiapan, perlengkapan, dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung. Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung," jelas Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto yang ikut pencarian kepada detikJateng, Kamis (25/12/2025) siang.

Dijelaskan Indiarto, hari Sabtu (20/12) ketiganya naik tetapi satu orang atas nama Farhan bisa turun Minggu (21/12) di sapu angin Desa Tegalmulyo. Dari Farhan itulah diketahui dua temannya, Panji Rizky dan Aldo hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari keterangan Farhan ini kita ketahui ternyata ada tiga orang yang naik ke puncak Gunung Merapi melalui Kalitalang, padahal tidak ada jalur pendakian dari situ. Tapi mereka nekat naik," tutur Indiarto.

ADVERTISEMENT

Ternyata, tutur Indiarto, ketiganya sudah sampai di sekitar Pasar Bubrah dekat puncak kemudian mereka turun. Mereka tidak turun melalui jalur saat naik tapi turun lewat jalur Sapu Angin.

"Mereka turun melalui jalur Sapu Angin, tapi di sekitar pos 2 sekitar panel Surya, Rizky mengalami kelelahan dan bermalam. Dua orang, Farhan dan Aldo turun untuk meminta bantuan pertolongan dan mengabari keluarga," papar Indiarto.

Keduanya, lanjut Indiarto, ternyata turun tidak melalui jalur normal Sapu Angin. Melainkan mengambil arah ke kiri sampai sekitar gua Jepang.

"Sampai sekitar gua Jepang, Farhan merosot dengan ketinggian 15-20 meter. Akhirnya keduanya berpisah, dan Farhan berhasil mencapai perkampungan," terang Indiarto.

Dari Farhan itulah, kata Indiarto, kemudian dibentuk tim gabungan untuk penelusuran dan penyisiran mulai Minggu (21/12). Tantangan utama tim SAR gabungan hujan deras dan badai.

"Tantangan hujan deras dan bahkan badai tapi Senin (22/12) kita berhasil menemukan Rizky kondisi lemah kemudian dibawa ke Puskesmas. Operasi diteruskan untuk mencari Aldo, sampai kerahkan 20 SRU (search and rescue unit), juga mengerahkan drone SAR Klaten dan Bantul," ucap Indiarto.

"Bahkan saat evakuasi terakhir (korban meninggal) juga hujan deras sekali. Lokasi jurang temuan jenazah itu juga jarang dijamah, termasuk warga lokal," tambah Indiarto.

Koordinator organisasi pengurangan risiko bencana (OPRB) Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur menyatakan kedua pendaki saat turun ke Sapu Angin tapi salah arah. Jalur yang mereka lalui bukan jalur pendaki.

"Jadi bukan jalur pendakian, lokasi jarang dijamah pendakian, mungkin warga tapi juga jarang. Sebelumnya di atas jurang itu sudah disisir tapi tidak ditemukan, lokasi temuan jenazah itu lokasi terakhir yang belum disisir," jelas Subur.

Sebelumnya diberitakan, pendaki ilegal di Gunung Merapi atas nama Aldo Oktawijaya (22) yang dicari tim SAR gabungan akhirnya ditemukan. Namun kondisi pendaki terakhir tersebut sudah meninggal dunia.

"Betul sudah ditemukan dengan kondisi MD (meninggal dunia)," ungkap Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko kepada detikJateng, Rabu (24/12) siang.
Dijelaskan Sarwoko, survivor ditemukan tim SAR gabungan di jurang sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah sakit.


"Tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ini jenazah perjalanan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso untuk pemulasaraan," terang Sarwoko.

Dari catatan detikJateng, awalnya ada tiga orang yang naik melalui kawasan Kalitalang Sabtu (20/12) subuh yaitu, Farhan, Panji Rizky dan Aldo. Farhan bisa turun meminta tolong sehingga dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan Panji Rizky dan Aldo.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kecelakaan Karambol di Tol Gayamsari Semarang, 8 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads