Kecelakaan lalu lintas Daihatsu Agya yang ngebut lawan arah hingga menghantam dua motordi Mantrijeron, Kota Jogja, Rabu (24/12), akan diselesaikan secara kekeluargaan. Pengemudi Agya merah itu juga tidak ditahan oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, menjelaskan keluarga dari pihak pengemudi Agya dengan keluarga ketiga korban akan dipertemukan pada Sabtu (27/12) esok dan dimediasi oleh pihak kepolisian.
"Untuk kasus kecelakaan itu besok hari Sabtu baru dipertemukan antara keluarga pengendara mobil dan keluarga pengendara motor," jelas Gandung saat dihubungi detikJogja, Kamis (25/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gandung mengatakan selama proses itu pengemudi Agya juga tidak ditahan karena sudah dijamin oleh pihak keluarganya. Kepolisian akan melihat hasil mediasi besok Sabtu untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Anak (pengemudi Agya) tidak ditahan karena ada jaminan dari bapaknya," ungkap Gandung.
"Iya (diselesaikan secara kekeluargaan), Biasanya kalau keluarga pengendara motor terima, ya ndak masalah," lanjutnya.
Sebelumnya, kecelakaan horor terjadi di Mantrijeron, Kota Jogja, Rabu (24/12). Satu unit Daihatsu Agya melaju melawan arus dengan kecepatan tinggi dan menghantam dua sepeda motor dari arah berlawanan. Pengemudi motor bahkan hingga terpental saat diseruduk Agya.
Video kecelakaan horor itu juga diunggah akun Instagram @dashcamindonesia. Dalam video itu terlihat Agya merah melaju cukup kencang di jalur berlawanan. Laju Agya itu terhenti setelah menabrak dua motor dari depan.
"Detik detik tabrakan Ayla merah dengan beberapa sepeda motor di Jalan mayjen Sutoyo Jogjakarta pas di depan Ayam Goreng ToJoYo. Ayla merah ambil jalur lawan arah. om Saat ini sudah ditangani oleh Polsek Mantrijeron. Tidak ada korban jiwa. Tetap fokus dan berhati-hati," tulis keterangan dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Rabu (24/12/2025).
Saat dimintai konfirmasi, Gandung pun membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian kecelakaan lalu lintas itu terjadi di jalan Mayjend Sutoyo, Mantrijeron sekitar pukul 15.28 WIB sore tadi.
Agya merah itu dikemudikan seorang pemuda asal Sedayu, Bantul berinisial APP (27). Di dalam mobil APP bersama seorang wanita berinisial DF (25) warga Pandak Bantul sebagai penumpang.
"Semula mobil Daihatsu Agya yang dikemudikan oleh saudara APP dengan penumpang saudari DF melaju di jalan Mayjend Sutoyo dari arah timur ke barat, sesampainya di depan Bank Muamalat berjalan keluar dari marka," papar Gandung saat dihubungi, Rabu malam.
"Bersamaan dengan itu melaju kendaraan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai saudara NI, lalu membentur sepeda motor Honda Scoopy yang di kendarai Sdr DPK berboncengan dengan saudara DAN yang melaju dari arah barat ke timur sehingga terjadi benturan," sambungnya.
Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor Yamaha Mio berinisial NI (35) mengalami luka yang cukup serius. Pasalnya, dalam video yang beredar, NI terlihat terpental usai dihantam Agya.
"NI mengalami luka gigi patah 5, mulut bagian dalam sobek, punggung bagian kanan nyeri, dan berobat di RS Bethesda Kota Jogja," papar Gandung.
Sementara korban lainnya, yakni pengendara Honda Scoopy berinisial DPK (22) mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri, serta punggung, kaki kanan, dan paha kaki kanan lecet. Pembonceng Scoopy berinisial DAN (24) mengalami sejumlah luka di tangan-kakinya. Keduanya juga dirawat di RS Bethesda Kota Joga.
Gandung melanjutkan, saat ini pengemudi Agya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut terkait ada tidaknya unsur pidana dalam kejadian ini. Dugaan sementara, menurutnya, pengemudi Agya belum mahir mengemudi.
"Diduga Pengendara mobil Daihatsu Agya saat melaju melebihi marka as jalan. Tidak (dalam pengaruh minuman keras), (diduga) kurang terampil (mengemudi)," ujarnya.
"Masih didalami (ada tidaknya unsur pidana), soalnya juga melewati marka as jalan," pungkas Gandung.
(apl/apl)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur