Kenali Gejala DBD dan Cara Mencegahnya, Kulon Progo Catat 645 Kasus

Kenali Gejala DBD dan Cara Mencegahnya, Kulon Progo Catat 645 Kasus

Paradisa Nunni Megasari - detikJateng
Jumat, 11 Nov 2022 10:15 WIB
demam berdarah dengue
Ilustrasi. Foto: dok detikcom
Yogyakarta -

Kenali gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dan cara pencegahannya sebagai langkah kewaspadaan akan penyakit tersebut. DBD sedang menjadi perhatian, khususnya di Kabupaten Kulon Progo yang sudah mencatat 645 kasus dengan 5 diantaranya meninggal dunia per November 2022 ini.

"Tahun ini, puncak dari siklus enam tahunan. Dan tahun ini (kasus DBD) tertinggi (sejak 1998)," kata Kepala Dinkes Kulon Progo Sri Budi Utami pada detikJateng, Kamis (10/11/2022).

Dikutip detikJateng dari laman resmi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga penyakit DBD ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti.


Ada berbagai faktor yang mempengaruhi munculnya DBD, seperti rendahnya kekebalan tubuh masyarakat, kepadatan jentik nyamuk atau populasi nyamuk penular yang banyak ditemukan di musim penghujan, genangan air di tempat-tempat tertentu seperti ban bekas, talang air, gelas bekas, lubang pohon, dan lain sebagainya.

Musim penghujan yang tidak menentu dan menimbulkan adanya sejumlah genangan di banyak tempat, di wilayah DIY dan sekitarnya bisa jadi faktor munculnya DBD. Untuk itu, kenali gejala dan cara pencegahan DBD berikut ini untuk mengurangi pertambahan kasus DBD.

Gejala DBD

Berikut ini beberapa gejala yang terjadi pada penderita DBD, dikutip detikJateng dari laman Sistem Informasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan:

  1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu, suhu badan antara 38C hingga 40C atau lebih.
  2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang;
  3. Terkadang mengalami pendarahan di hidung (mimisan);
  4. Mengalami muntah darah atau berak darah;
  5. Terkadang merasakan nyeri ulu hati, karena terjadi pendarahan di lambung;
  6. Apabila sudah terlalu parah, penderita mengalami gelisah, ujung tangan dan kaki dingin, serta berkeringat;
  7. Hematemesis atau melena;
  8. Pembesaran plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
  • Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  • Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20% atau lebih sesudah pengobatan
  • Tanda-tanda pembesaran plasma, yaitu efusi pleura, asites, hipo-proteinaemia

Tips Pertolongan Pertama untuk Penderita DBD

Apabila terdapat anggota keluarga, kerabat, atau orang terdekat yang sudah merasakan beberapa gejala di atas, sebaiknya lakukan pertolongan pertama, seperti berikut ini:

  1. Tirah baring (bedrest)
  2. Perbanyak minum air minimal 2 liter per hari
  3. Kompres hangat
  4. Berikan obat pereda demam, jika demam tinggi
  5. Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya segeralah dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut.

Tips Mencegah DBD

Berikut cara pencegahan DBD dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes adalah dengan melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang Barang Bekas).

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti: bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti: drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun metode Plus yang dimaksud adalah cara pencegahan, seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, misalnya water toren, gentong/tempayan penampung air hujan, dll.
  2. Menggunakan kelambu saat tidur
  3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  4. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
  6. Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.


Simak Video "Atta Halilintar Dilarikan ke Rumah Sakit Gegara DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)