Puluhan warga Kampung Pamucatan, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggeruduk salah satu pabrik pengolahan batu kapur yang menimbulkan polusi debu.
Aksi yang dilakukan pada Sabtu (25/7/2026) pagi ini telah mereka rencanakan sebagai tindak lanjut dari serangkaian bentuk protes yang sudah dilakukan beberapa pekan belakangan. Namun, keluhan warga belum mendapatkan respons dari pemilik pabrik.
Mereka menggeruduk pabrik sembari membawa spanduk bertuliskan 'Tidak ada yang sehat di lingkungan yang berdebu'. Lalu spanduk bernada protes lainnya bertuliskan 'Kami berhak hirup udara bersih', serta spanduk lain yang dibawa emak-emak peserta aksi.
Pencemaran debu mikroskopis dari aktivitas industri pengolahan batu kapur di kawasan tersebut sebelumnya diprotes juga melalui spanduk yang dipasang di pinggir Jalan Raya Padalarang.
"Kami terdampak polusi debu selama bertahun-tahun. Kemudian sekarang makin parah karena ada getaran dan suara bising dari mesin yang beroperasi 24 jam," kata Lintang, salah seorang warga.
Di rumah-rumah warga Kampung Pamucatan, atap dan teras rumah, dedaunan, hingga permukaan jalan memutih karena paparan debu batu kapur. Tak hanya di bagian luar rumah saja, debu itu masuk ke celah-celah tersempit pintu dan ventilasi sekalipun.
"Kami setiap jam itu harus menyapu lantai, karena kalau didiamkan tumpukan debunya sangat mengganggu. Belum kalau menjemur baju, itu debunya pasti nempel," kata Lintang.
Simak Video "Video: Aksi Protes soal Polusi Udara di India, Sejumlah Massa Diamankan"
(mso/mso)