Heboh Polusi Debu Bak Salju di Bandung, Warga Keluhkan Sesak Napas

Heboh Polusi Debu Bak Salju di Bandung, Warga Keluhkan Sesak Napas

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 18:04 WIB
Kondisi serpihan debu di Kampung Peundeuy, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung
Kondisi serpihan debu di Kampung Peundeuy, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Permukiman warga di Kabupaten Bandung kini diselimuti polusi debu tebal akibat aktivitas pabrik beton. Partikel putih tersebut menempel di bangunan hingga pepohonan di pinggir jalan, menyerupai hamparan salju.

Kondisi ini memicu keresahan hingga videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga tampak mendatangi pihak pabrik untuk melakukan mediasi terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Pabrik tersebut berlokasi di Kampung Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek. Namun, sebaran debunya meluas hingga ke wilayah Kampung Peundeuy, Kecamatan Cikancung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fatimah (69), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa tumpukan debu ini sudah terjadi selama sebulan terakhir dan sangat mengganggu aktivitas harian.

ADVERTISEMENT

"Ini memang dari sudah satu bulan yang lalu. Debu ini terjadi sejak ada aktivitas pengangkutan material pabrik itu pake truk. Jadi debunya beterbangan ke jalan dan rumah warga," ujar Fatimah, Selasa (21/7/2026).

Akibat polusi tersebut, Fatimah terpaksa menyiram jalanan di depan rumahnya secara berkala agar debu tidak masuk ke dalam hunian.

"Jadi memang setiap hari harus disiram biar nggak masuk. Biasanya satu sampai dua jam sekali disiram, soalnya datang lagi, datang lagi. Pas nyiram kadang nggak kelihatan, soalnya debunya suka muncul lagi," katanya.

Keluhan warga tak hanya soal kebersihan, tetapi juga kesehatan. Pada Senin (20/7), warga sempat menggelar aksi protes menuntut penghentian aktivitas pabrik karena mulai mengalami gangguan pernapasan.

"Iya warga juga sempat protes, kemarin demo (20/7). Harapan dari warga pengen ditutup. Kami tidak mau dikasih uang, kami cuma pengen sehat. Ini soalnya menggangu sakit mata, pilek, sesak juga saya," tegasnya.

Hingga saat ini, material debu masih menutupi akses jalan dan vegetasi di sekitar lokasi. "Saya mah pengennya ada solusi lah buat warga bagusnya kaya gimana," tambah Fatimah.

Merespons situasi ini, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Robby Dewantara Sukardi, menyatakan baru menerima laporan hari ini. Pihaknya berencana segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

"Rencana tuh besok ya karena kita mungkin sama OPD terkait, tidak hanya LH tapi ada DPMPTSP, ada PUTR, ada Satpol nanti kita tim gabungan mungkin akan meriksa ke sana," ucap Robby.

Tim gabungan akan memeriksa kondisi lapangan sekaligus meninjau aspek perizinan yang dikeluarkan melalui sistem OSS.

"Jadi perizinan enggak lewat LH ya, di situ yang ngeluarin cuman karena menengah rendah dia keluarnya OSS secara otomatis. Namun demikian memang kita harus lihat dulu kesesuaiannya apakah di lapangan tuh masih sesuai atau tidak terus di lapangannya seperti apa nanti kita lihat dulu informasi beserta OPD OPD terkait," kata Robby.

Robby menegaskan bahwa operasional perusahaan tidak boleh mengganggu masyarakat dan wajib memenuhi standar baku mutu lingkungan yang berlaku.

"Satu lagi adalah tidak boleh mengganggu atau dalam hal-hal ini kegiatannya harus memenuhi persyaratan atau baku mutu atau hal lainnya gitu ya yang tentu saja itu menjadi persyaratan yang harus dilakukan," bebernya.

Saat ini, DLH tengah memverifikasi aduan warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengecekan langsung pada esok hari.

"Jadi barusan baru masuk informasi tadi kita lagi verifikasi pengaduan juga yang di yang lain. Nah, mungkin karena ini mencakup beberapa OPD kita mungkin paling besok kita akan lakukan penelitian ke sana," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads