7 Dosa yang Sering Tidak Disadari Kaum Muslimah

7 Dosa yang Sering Tidak Disadari Kaum Muslimah

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Rabu, 09 Sep 2026 05:45 WIB
ghibah
Ilustrasi ghibah. Foto: Getty Images/Aang Permana
Jakarta -

Rasulullah SAW pernah memperingatkan Sayyidah Aisyah RA untuk senantiasa waspada terhadap dosa-dosa kecil atau amalan yang dianggap remeh. Hal ini karena sekecil apa pun perbuatan, baik dilakukan secara sadar atau tidak, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

"Dari Aisyah RA, ia berkata bahwa suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai Aisyah, hindarilah olehmu amal-amal yang remeh (dan dalam satu lafaz disebutkan dosa-dosa kecil). Karena ada yang akan menuntut dari Allah terhadap amal-amal itu." (HR Ahmad)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits di atas menjadi pengingat penting bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan ketika sering kali melakukan dosa secara tidak sadar. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslimah untuk mengenali dosa-dosa yang sering tidak disadari agar dapat segera bermuhasabah diri.

7 Dosa yang Sering Tidak Disadari Kaum Perempuan

Berikut adalah tujuh dosa yang sering tidak disadari kaum perempuan yang dirangkum dari buku Dosa-dosa yang Tak Disadari Wanita oleh Maryam Kinanthi Nareswari, buku Wasiat-wasiat Rasulullah bagi Kaum Wanita karya Azizah Nur Yusuf, buku Dekati Surga, Jauhi Neraka karya Khalid Abu Syady, dan buku Dosa-dosa Khas Wanita yang Paling Dimurkai Allah susunan Ahmad Khotib.

ADVERTISEMENT

1. Tabarruj

Dosa perempuan yang kerap tidak disadari adalah bersolek atau berdandan secara berlebihan (tabarruj). Rasulullah SAW bersabda, "Dan seburuk-buruknya wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka, kecuali seperti gagak putih." (HR Baihaqi)

Tabarruj menjadi dosa apabila sengaja dilakukan agar dilihat orang lain, tidak berniat tobat, menganggap remeh dosanya, secara tidak sadar mempengaruhi perempuan lain untuk tabarruj, dan melakukannya secara terang-terangan.

2. Memperlihatkan Aurat

Aurat merupakan bagian tubuh perempuan yang harus ditutupi dan dilindungi supaya tidak terlihat oleh orang lain, terutama bagi yang bukan mahramnya.

Allah SWT telah menganjurkan kepada kaum muslimah supaya menjauhkan diri dari hal-hal yang mencelakakan, sekaligus untuk meninggikan derajat perempuan di hadapan manusia dan di hadapan Allah dengan mengenakan hijab atau pakaian penutup aurat.

Rasulullah SAW pernah memberitahukan ancaman bagi wanita yang mengumbar aurat. Beliau bersabda:

"Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua, wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian." (HR Muslim)

3. Berprasangka Buruk

Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya berprasangka buruk atau melakukan tuduhan buruk. Larangan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

4. Kurang Bersyukur

Jika seseorang bersyukur terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya, niscaya Allah SWT akan melipatgandakan kenikmatan tersebut. Sebaliknya, jika manusia ingkar dengan menutupi nikmat yang telah diberikan, maka Allah SWT akan mengambil kembali nikmat darinya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras."

5. Ghibah

Ghibah atau menggunjing merupakan perbuatan tercela yang dilarang keras oleh Islam. Kaum perempuan yang gemar melakukan ghibah mendapat ancaman siksa neraka yang sangat pedih. Ancaman ini tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-Mudatsir ayat 45, yang mengisahkan penghuni neraka. Saat mereka ditanya penyebab mereka masuk neraka, mereka menjawab:

"وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ

Artinya: "Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang."

6. Tidak Memiliki Rasa Malu

Allah SWT telah mengaruniai manusia dengan akal dan budi pekerti agar memiliki rasa malu dan menjadi pembeda di antara makhluk ciptaan-Nya yang lain. Hilangnya rasa malu terjadi atas bisikan setan yang menyusup melalui hati manusia.

Mengenai hal ini, Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya untuk memiliki rasa malu, "Sesungguhnya di antara yang dipahami manusia dari ucapan para nabi terdahulu adalah, 'Jika tidak malu lagi, perbuatlah yang engkau suka'." (HR Bukhari)

Hadits tersebut menjadi peringatan berupa sindiran dan celaan bagi manusia yang sudah tidak memiliki rasa malu, baik terhadap Allah SWT maupun terhadap sesamanya.

7. Malas-malasan

Sebagian dari umat Islam mungkin memandang perilaku malas-malasan sebagai hal yang biasa. Namun, sikap malas merupakan bentuk mengabaikan dan menyepelekan amanah yang diberikan dan merupakan akhlak yang tercela.

Bahkan, Rasulullah SAW berdoa agar dihindarkan dari rasa malas dengan bacaan Allahumma inni a'uudzubika minal ajzi, wal jubni, wal harami, wal bakhli yang artinya "Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari tidak berdaya, malas, pengecut, pikun, dan pelit." (HR Muttafaq Alaih)



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads