Nyinyir di Media Sosial Bisa Jadi Dosa Jariyah, Begini Penjelasan Islam

Nyinyir di Media Sosial Bisa Jadi Dosa Jariyah, Begini Penjelasan Islam

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 07 Agu 2026 08:45 WIB
Twitter
Foto: Ilustrasi media sosial (Getty Images/bombuscreative)
Jakarta -

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai platform, seseorang dapat dengan mudah menyampaikan pendapat, berbagi informasi, maupun memberikan komentar terhadap suatu peristiwa.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, salah satunya maraknya komentar bernada nyinyir, hinaan, hingga ujaran yang menyakiti orang lain.

Tidak sedikit orang menganggap komentar sinis di media sosial hanya sebagai candaan atau bentuk kebebasan berekspresi. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap ucapan dan tulisan akan dimintai pertanggungjawaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, apabila komentar buruk itu terus dibaca, dibagikan, atau menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa, dosanya dapat terus mengalir selama dampak buruknya masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

Apa yang Dimaksud Dosa Jariyah?

Istilah dosa jariyah tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur'an maupun hadits, tetapi dipahami sebagai kebalikan dari amal jariyah, yakni dosa yang terus mengalir akibat perbuatan seseorang meskipun ia telah selesai melakukannya.

Konsep ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa seseorang yang mengajarkan atau memulai keburukan akan menanggung dosa dirinya sendiri sekaligus dosa orang-orang yang mengikutinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memulai suatu kebiasaan buruk dalam Islam, maka ia mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR Muslim)

Mengutip buku Lalai Di Dunia , Lupa Akhirat: Umat Islam Dalam Cengkeraman Digitalisasi yang ditulis Ahmad Zaini Bin Mashudi dan Abd Munir Bin Mohamed Noh, di era media sosial, unggahan, komentar, video, atau tulisan yang mengandung fitnah, hinaan, maupun provokasi dapat terus tersebar dan dibaca orang lain dalam waktu yang lama. Apabila konten tersebut mengajak orang lain melakukan keburukan, pelakunya berpotensi terus memperoleh dosa selama dampak buruk itu masih berlangsung.

Setiap Tulisan Akan Dipertanggungjawabkan

Islam mengajarkan bahwa Allah SWT mengetahui seluruh ucapan manusia, baik yang diucapkan secara lisan maupun dituliskan.

Allah SWT berfirman dalam Surat Qaf ayat 18,

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Nyinyir Termasuk Perbuatan yang Dilarang

Ustadzah Umi A. Khalil menjelaskan dalam bukunya Jangan Baca Buku Ini Jika Belum Ingin Taubat: 101 Fakta Maksiat yang Membuatmu Pasti Akan Segera Meninggalkannya, nyinyir identik dengan ucapan sinis, merendahkan, mengejek, atau mengolok-olok orang lain. Sikap seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 11,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Jangan Menganggap Komentar Hanya Candaan

Banyak orang berdalih bahwa komentar sinis hanyalah bercanda. Namun Islam mengingatkan agar seorang muslim menjaga lisannya.

Merujuk buku Dahsyatnya Amalan Harian Rasulullah: Cara Jitu Mengaktifkan Kartu Ajaib Anti Api Neraka yang ditulis Muhammad Nurani, terdapat hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan,

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR Bukhari dan Muslim)



(dvs/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads