Menag Nasaruddin Umar Terima Kaligrafi 'Xin', Ini Maknanya

Menag Nasaruddin Umar Terima Kaligrafi 'Xin', Ini Maknanya

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 09 Okt 2026 14:45 WIB
Menag Nasaruddin Umar Terima Kaligrafi Xin
Menag Nasaruddin Umar Menerima Kaligrafi 'Xin' Foto: Dok. Kemenag
Jakarta -

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima cendera mata berupa karya kaligrafi bertuliskan karakter Mandarin "Xin" dari Chairman of China Times Media Group, Zheng Xiaohui. Karya tersebut diserahkan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Karakter "Xin" memiliki makna kepercayaan dan keteguhan tekad. Pesan tersebut dinilai relevan dengan upaya membangun kerukunan serta memperkuat hubungan antarmanusia di tengah tantangan kehidupan modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (9/10/2026), Sekretaris Jenderal Urusan Tionghoa MATAKIN sekaligus dosen SETIAKIN, Marleen Wang, menjelaskan makna karakter tersebut saat mendampingi penyerahan kaligrafi kepada Menag dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Xs. Budi Santoso Tanuwibowo.

"Ini karakter Xin, yang artinya dapat dipercaya, Bapak. Tekad yang teguh," jelas Marleen Wang.

ADVERTISEMENT

Karya kaligrafi yang dibawa dari Hong Kong itu menjadi simbol pentingnya nilai kepercayaan dalam membangun hubungan antarmanusia dan menjaga perdamaian di tengah keberagaman.

Makna Xin dalam Ajaran Konghucu

Nilai kepercayaan menjadi salah satu pembahasan dalam KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V. Forum tersebut mempertemukan para pakar, profesor, dan tokoh agama dari Tiongkok, Hong Kong, serta negara-negara ASEAN untuk mendiskusikan relevansi ajaran Konfusianisme dalam menjawab tantangan global.

Pembahasan mencakup berbagai persoalan, mulai dari ekologi, tata kelola pemerintahan, hingga etika penggunaan teknologi. Dalam konteks tersebut, nilai Xin atau dapat dipercaya menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, menjelaskan bahwa kepercayaan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya dapat menjadi dasar terciptanya kedamaian yang lebih luas.

"Ajaran Konghucu itu Xin, bisa dipercaya. Cita-citanya sederhana: ketika di dalam satu keluarga orang tuanya merasa nyaman, anak-anaknya terdidik dan hormat pada yang lebih senior, serta antarkeluarga saling percaya, kan dunia sudah selesai, sudah damai," jelas Budi.

Nilai kepercayaan juga dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital. Ketika teknologi semakin banyak mengambil alih pekerjaan mekanis, budi pekerti dan hubungan antarmanusia tetap menjadi unsur penting dalam kehidupan sosial.

Penerimaan kaligrafi "Xin" oleh Menteri Agama juga menjadi simbol pentingnya merawat kerukunan antarumat beragama. Melalui dialog lintas peradaban, nilai-nilai luhur dari berbagai tradisi keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan untuk memperkuat toleransi dan keharmonisan masyarakat.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads