Mewah dan Estetik, Masjid Gaya Persia Bertabur Kristal Ini Ada di Jogja

Mewah dan Estetik, Masjid Gaya Persia Bertabur Kristal Ini Ada di Jogja

Kristina - detikHikmah
Sabtu, 19 Sep 2026 10:01 WIB
Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026.
Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026. Foto: Kristina/detikcom
Sleman -

Arsitektur khas Persia dengan ubin keramik warna-warni dan gerbang iwan besar terasa kental di bangunan Masjid Kristal Khadija, Yogyakarta. Seperti namanya, masjid ini dipenuhi kilauan kristal mulai dari dinding depan hingga area salat belakang.

Masjid dua lantai dengan kubah biru ikonik yang menegaskan kesan megah dan mewah ini berdiri di area SMP dan SMA Internasional Budi Mulia Dua (BMD) milik keluarga Amien Rais. Bangunannya terlihat dari jalan dan menjadi "wajah" sekolah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu masuk gerbang sekolah, pengunjung akan disuguhi kolam air mancur memanjang hingga depan masjid. Sekilas mirip kolam refleksi di depan Taj Mahal, India. Bunga taman turut menghiasi kedua sisi kolam.

Fasad persegi atau pishtaq dalam arsitektur Persia akan menyambut jemaah setelah melewati kolam. Gerbang formal berwarna krem ini dihiasi kaligrafi ayat suci dan ubin keramik mengkilap dengan pola geometris. Seni floral Persia juga tampak menonjol. Fasad berwarna biru tua mendominasi.

ADVERTISEMENT
Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026.Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026. Foto: Kristina/detikcom

Kesan mewah langsung terasa begitu masuk masjid. Dinding atas dan langit-langit dihiasi ornamen kristal dengan lampu gantung berwarna putih dan kuning. Sementara dinding bawah dilapisi marmer.

Area salat utama tampak longgar dan terasa sejuk karena dinding sekelilingnya penuh marmer. Cekungan kubah dengan kaligrafi Allah di pusatnya menambah kesan khusyuk saat beribadah. Lampu gantung kristal besar menghias mihrab, memantulkan cahaya warna-warni yang memberikan sentuhan mewah pada interior Masjid Kristal Khadija.

Kilauan kristal juga menghiasi langit-langit dan dinding lorong masjid di area salat wanita lantai 2. Tata ruang lantai ini memiliki bentuk U dengan bagian tengah dibiarkan terbuka menghadap area salat utama lantai 1.

Masjid Kristal Khadija juga dihiasi ornamen muqarnas, menjadi ciri khas arsitektur Persia. Sekilas secara keseluruhan interior masjid ini mirip masjid kristal yang terkenal di Iran, Shah Cheragh, dan eksteriornya mirip Masjid Biru (Masjid Shah) di alun-alun Kota Isfahan, bekas ibu kota Kekaisaran Persia era Dinasti Seljuk hingga Safawi.

Ketua Takmir Masjid Kristal Khadija, Nur Hamzah, mengatakan pembangunan masjid ini digagas istri Amien Rais, Kusnasriyati Sri Rahayu, yang terinspirasi arsitektur masjid-masjid di Iran.

"Beliau awalnya ingin mendirikan masjid sebagai tempat yang salah satunya untuk pendidikan karakter anak-anak di sini, beliau ingin mendirikan masjid yang mempunyai keunikan atau ciri khas tersendiri. Jadi, sebagai ikon Budi Mulia Dua juga, ikon sekolah ini. Akhirnya beliau ketika itu dengan para pendiri masjid di awal kemudian melakukan semacam studi banding ke Turki dan Iran. Kemudian dipilihlah corak masjid ini ke arah Persia, Iran," cerita Hamzah saat ditemui di Masjid Kristal Khadija, Jumat (18/9/2026).

Pembangunan masjid memakan waktu sekitar 4 tahun dimulai pada 2009 dan diresmikan pada Mei 2013. Hal yang membuat proses pembangunan lama, kata Hamzah, adalah pemasangan ornamen kaca yang harus ditempel satu-satu dan membuat arsitektur terlihat simetris.

"Kemudian jadilah masjid ini dengan gaya Persia. Cuma memang tipe masjid ini yang membedakan dengan tipe-tipe masjid di Timur Tengah itu dia tidak memakai gaya hypostyle, hypostyle itu semacam pilar-pilar, seperti yang banyak ditemukan di masjid-masjid Jogja dan Jawa Tengah," kata Hamzah.

Alasannya, lanjut Hamzah, karena masjid ini ingin menampilkan karakter perempuan yang feminim, seperti namanya yang terinspirasi dari sosok Sayyidah Khadijah istri Rasulullah SAW.

"Jadi memang karakternya perempuan, feminim dengan banyak kaca, kemudian hiasan-hiasan, kristal-kristal dan sebagainya, itu kan mencirikan perempuan yang memang indah, anggun, kemudian mewah dan lain sebagainya. Makanya masjid ini tidak memiliki pilar-pilar besar, itu salah satu keunikan masjid ini," beber Hamzah.

Setiap ornamen yang menghiasi Masjid Kristal Khadija juga memiliki makna tersendiri. Contohnya pada ayat-ayat suci Al-Qur'an yang tertulis di beberapa bagian masjid berkaitan dengan ajakan keimanan, ajakan beribadah, berbuat baik, dan sebagainya. "Harapannya orang yang masuk sini tu sudah mendapatkan pelajaran sendiri dari ayat-ayat tersebut," sebut Hamzah.

Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026.Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026. Foto: Kristina/detikcom

Masjid Kristal Khadija awalnya tidak dibuka untuk umum karena berada di area sekolah dan berkaitan dengan alasan keamanan. Namun, masjid akhirnya dibuka untuk umum dan sempat ditutup lagi saat COVID-19. Pascapandemi, masjid kembali dibuka 24 jam.

Pada jam-jam sekolah, masjid aktif digunakan para siswa. Saat detikHikmah berkunjung pada pagi hari sekitar pukul 9.00, siswa-siswi terlihat berbondong-bondong menunaikan salat duha. Seperti diketahui, Budi Mulia Dua adalah yayasan pendidikan berbasis Islam.

Masjid Kristal Khadija menyelenggarakan kegiatan internal dan eksternal. Kajian bulanan rutin diadakan untuk guru dan karyawan, begitu pula saat Ramadan, ada beberapa kegiatan yang melibatkan para siswa. Pembelajaran keislaman untuk para siswa juga dilakukan di masjid ini.

Untuk kegiatan eksternal, Masjid Kristal Khadija menggelar kajian umum dan kajian kitab dan program baca Al-Qur'an yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pihak masjid juga memfasilitasi pasangan yang ingin melangsungkan akad nikah.

"Dari pendiri Yayasan, dari founding father dan founding mother, Bapak dan Ibu Amien Rais memang ingin masjid ini juga untuk semua, ingin memberikan banyak manfaat," tutur Hamzah.

Masjid dilengkapi toilet luas dan area wudhu yang berada di sisi kiri masjid. Suasana toilet pun didesain feminim dan estetik.

Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026.Masjid Kristal Khadija yang berdiri di lingkungan sekolah Budi Mulia Dua (BMD) Yogyakarta milik keluarga Amien Rais. Foto diambil pada Jumat, 18 September 2026. Foto: Kristina/detikcom

Pengunjung bebas masuk Masjid Kristal Khadija tanpa dipungut biaya apa pun. Jemaah putra salat di ruang utama dan serambi sampingnya, sedangkan jemaah putri bisa salat di lantai 2 atau serambi depan masjid (belakang ruang salat utama).

Tersedia area parkir di sekitar masjid. Bagi yang datang rombongan, pihak takmir mengimbau agar konfirmasi terlebih dahulu untuk mengantisipasi adanya kegiatan sekolah di masjid karena kapasitas hanya sekitar 400 orang. Disarankan berkunjung pada akhir pekan saat tidak ada kegiatan pembelajaran di sekolah.



(kri/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads