Kenapa Masjid Nabawi Dulu Dibangun dari Pelepah Kurma dan Tanah?

Kenapa Masjid Nabawi Dulu Dibangun dari Pelepah Kurma dan Tanah?

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 09 Okt 2026 05:45 WIB
Suasana Masjid Nabawi menjelang kedatangan jemaah haji 2026
Masjid Nabawi saat ini Foto: Dok MCH 2026
Jakarta -

Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid paling istimewa bagi umat Islam. Jutaan jemaah mengunjunginya setiap tahun untuk beribadah dan berziarah ke Madinah.

Namun, kemegahan Masjid Nabawi saat ini sangat berbeda dengan kondisi ketika pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW. Dahulu, masjid tersebut berdiri sederhana dengan lantai tanah berbatu dan atap dari pelepah kurma.

Masjid Nabawi dibangun Rasulullah SAW pada awal hijrahnya ke Madinah, tepatnya pada bulan Rabiul Awal. Saat itu, ukurannya sekitar 70 hasta x 60 hasta atau sekitar 35 x 30 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanah Masjid Nabawi Diwakafkan Bani Najjar

Dikutip dari buku Isu-Isu Kontemporer Tentang Islam dan Pendidikan Islam karya Syamsul Kurniawan, lokasi awal pembangunan Masjid Nabawi merupakan area yang sebelumnya terdapat bangunan milik Bani Najjar. Rasulullah SAW kemudian meminta mereka menentukan harga tanah dan bangunan tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun, Bani Najjar menolaknya dan memilih menyerahkan tanah mereka secara sukarela.

"Wahai Bani Najjar, berilah harga bangunan kalian ini?"

Orang-orang Bani Najjar menjawab: "Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta harga untuk bangunan ini kecuali hanya kepada Allah."

Bangunan Awal Masjid Nabawi Sangat Sederhana

Anas bin Malik RA meriwayatkan kisah, "Saat itu di area pembangunan terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan dan pohon kurma. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing dan menebang pohon kurma."

Bangunan masjid dibuat sederhana. Lantainya berupa tanah berbatu, sedangkan atapnya menggunakan pelepah kurma. Kondisi tersebut tentu sangat berbeda dengan Masjid Nabawi sekarang yang memiliki bangunan luas dan fasilitas yang sangat megah.

Masjid Nabawi Mulai Diperluas

Dalam buku Misteri Mukjizat Makkah & Madinah: 21 Kedahsyatan Yang Terjadi Di Kota Al-Mukaramah yang ditulis Namin Asimah Asizun, seiring bertambahnya jumlah umat Islam, Masjid Nabawi tidak lagi mampu menampung seluruh jemaah. Pada tahun 7 Hijriah, Rasulullah SAW memperluas masjid dengan menambah sekitar 20 hasta pada panjang dan lebarnya.

Dalam perluasan tersebut, Utsman bin Affan RA disebut menanggung biaya pembebasan tanah yang digunakan untuk memperluas masjid.

Perkembangan Masjid Nabawi terus berlanjut setelah Rasulullah SAW wafat. Khalifah Umar bin Khattab RA melakukan renovasi pertama pada 17 H. Renovasi berikutnya dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan RA pada 29 H.

Pada masa modern, perluasan Masjid Nabawi dilakukan secara besar-besaran. Pemerintah Arab Saudi memperluas kawasan masjid hingga memiliki area bangunan, lantai atas, dan pelataran yang sangat luas.

Masjid Nabawi kini menjadi salah satu kompleks masjid terbesar di dunia dan mampu menampung ratusan ribu jemaah.

Keutamaan Masjid Nabawi

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Salat di masjidku ini lebih utama dari 1.000 kali salat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan bagi umat Islam yang beribadah di Masjid Nabawi. Karena itu, masjid yang dahulu dibangun dengan tanah, batu, dan pelepah kurma tersebut memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kehidupan umat Islam.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads