Bacaan Dua Kalimat Syahadat: Arab, Latin, Arti dan Maknanya

Bacaan Dua Kalimat Syahadat: Arab, Latin, Arti dan Maknanya

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 08 Okt 2026 13:24 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Jakarta -

Syahadat merupakan kesaksian yang menjadi dasar keimanan seorang muslim. Bacaan syahadat juga termasuk rukun Islam yang pertama.

Syahadat berisi pengakuan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah. Seorang muslim membacanya dengan keyakinan dalam hati dan mengikrarkannya dengan lisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan (rasul) Allah; mendirikan salat; memberikan zakat; berpuasa Ramadan; dan berhaji ke Baitullah bila engkau mampu melakukan perjalanan ke sana."

Berikut bacaan syahadat lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

ADVERTISEMENT

Bacaan Syahadat

Lafaz syahadat terdiri dari dua kalimat yang diucapkan sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Berikut adalah bacaan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu,

wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah."

"Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Syahadat terdiri dari dua kalimat yang disebut syahadatain. Dua kalimat tersebut adalah syahadat tauhid dan syahadat rasul.

Makna Dua Kalimat Syahadat

Mengutip buku Panduan Syahadat karya Taufiqurrohman, bagian pertama kalimat syahadat memiliki makna "Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah Ta'ala."

Dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 18, Allah SWT berfirman,

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Artinya: "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Rukun syahadat yang pertama ini ada dua (1) Nafyu yaitu penafian seluruh yang disembah kecuali Allah Ta'ala (2) Itsbat yaitu menetapkan ibadah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Sedangkan bagian kedua syahadat "wa anna Muhammad abduhu wa rasuluhu" maknanya adalah "Sesunggunhya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".

Jadi, dalam satu sisi beliau adalah Abdullah (hamba Allah) sebagaimana makhluk lainnya yang beribadah kepada Allah. Beliau adalah manusia biasa yang tidak boleh disembah atau dikultuskan seperti Allah.

Di sisi lain beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada manusia untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Karena beliau adalah utusan Allah maka harus kita muliakan, kita ikuti ajarannya dan kita melaksanakan apa yang diajarkan serta menjauhi apa yang dilarang Nabi.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi ayat 110,

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads