Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam, Apa Saja Tanda-tandanya?

Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam, Apa Saja Tanda-tandanya?

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Rabu, 16 Sep 2026 07:15 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi kematian. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Wafat dalam keadaan husnul khatimah merupakan cita-cita tertinggi bagi setiap muslim yang hidup di dunia. Akhir kehidupan yang baik dan penuh keridaan Allah SWT ini bisa diketahui tanda-tandanya.

Sejatinya kematian bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan sesungguhnya yang abadi. Kondisi kematian seseorang menjadi cermin dari kebiasaan amal ibadah yang dibuatnya selama hidup.

Ada satu doa yang dipanjatkan Nabi Yusuf AS agar wafat dalam keadaan husnul khatimah. Doa ini tercantum dalam Surah Yusuf ayat 101:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ

Artinya: "Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh."

ADVERTISEMENT

Ciri Husnul Khatimah Menurut Islam

Dijelaskan dalam buku Sikap Menyesal Menuju Kesalehan oleh Robie Fanreza, husnul artinya baik, elok, dan patut. Khatimah artinya berakhir, selesai, habis, tamat. Husnul khatimah berarti manusia yang dimatikan oleh Allah SWT dengan berakhir dalam keadaan baik atau beriman.

Keberhasilan amal seorang manusia diukur dari ujung akhir kehidupannya. Dari Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya status amal ditentukan oleh ujungnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun beberapa ciri husnul khatimah mengutip buku Bila Kumati karya Ammi Nur Baits, yaitu:

1. Mengucapkan Kalimat Tauhid La Ilaha Illallah

Dari Muadz bin Jabal, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa ucapan terakhirnya adalah la ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka ia akan masuk surga." (HR Ahmad dan Abu Daud)

Sebagaimana dalam cerita para sahabat Thalhah bin Ubaidillah dan Umar yang mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang bila diucapkan oleh seorang hamba saat menjelang kematiannya, maka wajahnya akan berseri-seri karenanya, dan Allah akan menghilangkan kesulitannya." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

2. Ada Keringat di Kening

Dalam riwayat dari Buraidah bin al-Hashib ketika berada di Khurasan untuk menjenguk seorang saudara yang sedang dalam keadaan sakaratul maut, ia berkata "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Kematian seorang mukmin adalah dengan keringat di keningnya'." (HR Ahmad, Nasai dan Tirmidzi)

3. Meninggal di Malam Jumat atau Siang Hari Jumat

Sebagaimana hadits dari Abdullah bin Amr, Nabi SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah (ujian dan siksa) kubur." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

4. Mati Syahid di Medan Perang

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 169 tentang matinya orang yang syahid di medan perang itu dianugerahi rezeki di sisi Allah SWT.

Dari al-Miqdam bin Ma'dikarib RA, Rasulullah SAW bersabda, "Seorang syahid memiliki 6 keistimewaan di sisi Allah SWT, yaitu diampuni dosanya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari azab kubur, diletakkan mahkota kemuliaan di atas kepalanya, dinikahkan dengan 72 bidadari, dan diberi hak memberi syafaat kepada 70 orang keluarganya."

5. Mati Menyandang Syahid

Keadaan syahid tidak hanya disematkan pada orang yang gugur dalam berperang, tetapi ada beberapa kondisi lain yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Golongan orang yang mati syahid di antaranya adalah orang yang telah terbunuh di jalan Allah, orang yang meninggal karena wabah tha'un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati tertimpa bangunan (runtuhan), meninggal karena melahirkan, meninggal karena penyakit as-sal (penyakit paru-paru atau TBC).

6. Mati karena Membela

Membela disini berarti membela harta yang ingin dirampas orang, membela kehormatan diri dan keluarga, membela agama, dan membela darahnya (nyawanya).

7. Mati karena Ribath

Ribath adalah berjaga di daerah perbatasan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang ribath selama satu hari satu malam lebih baik daripada berpuasa sebulan penuh dan salat malamnya. Adapun ganjarannya adalah pahala amal yang biasa dikerjakan akan terus mengalir, rezekinya akan terus diberikan, dan aman dari fitnah serta siksa kubur.

8. Mati dalam Keadaan Beramal Saleh

Sebagaimana hadits Nabi SAW orang yang berpuasa satu hari atau bersedekah karena mengharap rida Allah SWT, lalu ia meninggal dunia, maka bagi dirinya adalah surga.

Adapun jika mendapatkan mendatangi takziah mayat yang memiliki tanda seperti itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh para keluarga dan kerabat, yaitu:

  • Bersyukur karena mayat tersebut mendapatkan salah satu tanda kebaikan
  • Segera doakan karena mereka adalah tamu-tamu Allah yang mendapat penghormatan dan kemuliaan
  • Menyegerakan untuk mengurus dan merawat jenazah agar para pentakziah yang datang bisa menyalati
  • Segera melunasi semua tanggung jawab dalam perihal utang piutang
  • Boleh menangis dan sedih tetapi jangan berlebihan sampai meratapi jenazah

Meski sejumlah tanda-tanda husnul khatimah telah disebutkan dalam hadits, tetapi kepastiannya hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads