Apakah Dajjal Sudah Muncul Sekarang?

Apakah Dajjal Sudah Muncul Sekarang?

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Kamis, 17 Sep 2026 06:30 WIB
Shot of a dramatic thunderstorm over a mountainhttp://195.154.178.81/DATA/i_collage/pi/shoots/783670.jpg
Ilustrasi munculnya Dajjal. Foto: iStock
Jakarta -

Dajjal merupakan makhluk paling berbahaya yang disebut akan muncul pada akhir zaman dan menjadi pertanda datangnya hari kiamat. Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan umatnya mengenai kemunculan Dajjal.

Rasulullah SAW bersabda, "Dan tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti itu, kecuali untuk memperingatkan kaumnya terhadap Dajjal..." (HR Ahmad)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dajjal Akan Muncul dari Arah Timur

Mengenai keberadaan lokasi dan waktu kemunculan Dajjal, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Namun, Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai arah datangnya Dajjal.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana dikisahkan dalam kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir terjemahan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, Rasulullah SAW naik mimbar setelah salatnya dan mengisahkan perjalanan Tamim Ad-Dari yang bertemu Jassasah dan si Picak Dajjal.

Rasulullah SAW menceritakan, Tamim pernah berlayar di laut bersama tiga puluh orang temannya dari Lakhm dan Judzam. Selama satu bulan penuh, mereka dipermainkan oleh ombak laut hingga akhirnya mereka berlabuh di sebuah pulau di tengah laut.

Pada saat itulah, Tamim dan rombongannya melihat sosok makhluk gimbal berambut lebat dan menyuruh mereka menemui seorang laki-laki yang ada di biara.

Tamim dan rombongan pun segera memasuki biara dan bertemu seorang manusia yang ukurannya disebut paling besar sepenglihatan mereka. Sosok tersebut kemudian melontarkan beberapa pertanyaan kepada Tamim dan rombongannya.

Hingga akhirnya, sosok manusia besar itu berkata, "Adapun sesungguhnya, memang sebaiknya mereka (kaum Arab) mematuhi dia (Nabi Muhammad SAW) dan sesungguhnya aku akan memberitahukan kepadamu sekalian mengenai diriku. Sesungguhnya aku inilah si Picak, dan sesungguhnya takkan lama lagi aku akan diizinkan keluar. Di kala itu, maka aku pun keluar dan berjalan di muka bumi. Takkan ada satu kota pun yang aku biarkan, kecuali aku singgahi selama empat puluh malam, selain Makkah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu terlarang bagiku. Setiap kali aku hendak memasuki salah satu dari kedua kota itu, aku dihadang oleh seorang malaikat yang menggenggam sebilah pedang terhunus. Dia menghalau aku dari kota itu. Dan sesungguhnya, pada setiap lorong dari kota itu ada malaikat-malaikat yang menjaganya."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku tertarik dengan cerita dari Tamim itu. Cerita itu benar-benar sesuai dengan yang pernah aku ceritakan kepadamu mengenai Dajjal itu, dan mengenai Madinah dan Makkah. Ketahuilah, sesungguhnya apakah dia (Dajjal) ada di laut Syam atau laut Yaman? Tidak, bahkan (dia akan datang) dari arah timur," demikian sabda beliau sambil menunjuk dengan tangannya ke timur.

Dajjal Akan Mengaku sebagai Tuhan

Dajjal merupakan keturunan manusia yang akan muncul sebagai seorang maharaja. Dia akan mengaku sebagai tuhan. Orang-orang bodoh, rakyat jelata, dan kaum awam yang tidak tahu akan mengikutinya. Sementara itu, orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah SWT, yakni hamba-hamba-Nya yang saleh dan yang berjuang di jalan takwa akan menolak mengikuti Dajjal.

Tercatat dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ.

Artinya: "Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para Dajjal, yakni para pendusta (yang jumlahnya) hampir tiga puluh orang. Masing-masing mengaku dirinya utusan Allah." (HR Muslim)

Masih merujuk pada Shahih Muslim, dari Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي.

Artinya: "Dan sesungguhnya akan muncul di kalangan umatku tiga puluh orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada lagi nabi sesudahku...." (HR Muslim)

Dajjal Akan Turun ke Bumi Selama 40 Hari

Dajjal akan memasuki seluruh penjuru di muka bumi, baik negara, benteng, daerah, hingga perkampungan. Ia tidak menyisakan satu tempat pun untuk dijelajahi dengan kuda dan kakinya, kecuali Makkah dan Madinah.

Disebutkan bahwa Dajjal akan turun ke bumi selama 40 hari, yang mana sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti se-Jumat, dan selanjutnya seperti hari-hari biasa. Apabila dijumlahkan, Dajjal berada di bumi sekitar satu tahun lebih dua setengah bulan. Selama waktu itu pula, Allah SWT akan mengadakan hal-hal luar biasa di tangan Dajjal untuk menyesatkan umat manusia. Namun, orang-orang yang beriman akan tetap teguh dalam keimanan.

Dari Nu'man yang mendengar keterangan Abdullah bin Amr, ia mengatakan sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

"Dajjal akan muncul di tengah umatku. Dia akan tinggal selama 40 hari, atau 40 bulan, atau 40 tahun. Lalu Allah mengutus Nabi Isa bin Maryam. Dia seperti 'Urwah bin Mas'ud. Dia akan mencari Dajjal dan membinasakannya..." (HR Muslim)

Apakah Dajjal Sudah Muncul?

Kemunculan Dajjal masih menjadi misteri. Dajjal tidak serta-merta muncul ke muka bumi, melainkan diiringi dengan rentetan tanda-tanda yang terjadi mendahuluinya. Disebutkan dalam buku The Story of Dajjal: Mengungkap Tanda-tanda Kemunculan Dajjal dan Rahasia Selamat dari Fitnah Akhir Zaman karya Muhammad Muhlisin, berikut adalah tanda-tanda menjelang munculnya Dajjal.

1. Munculnya al-Mahdi al-Muntazhar

Kemunculan al-Mahdi al-Muntazhar yang akan memimpin umat Islam, baik dari pihak Timur dan Barat, hingga penaklukannya sampai ke tempat yang paling penting menjadi tanda-tanda munculnya Dajjal. Pada saat itulah Dajjal muncul untuk memerangi al-Mahdi.
Naafi'i bin 'Utbah berkata bawa Rasulullah SAW bersabda, "Kalian akan memerangi jazirah Arab, lalu Allah menaklukannya. Setelah itu, kalian menyebut Romawi, dan Allah menaklukkannya. Kemudian kalian menyerbu Dajjal, lalu Allah memenangkannya."

2. Al-Quds dan Al-Aqsha Direbut Kembali dari Tangan Yahudi

Tanda-tanda kemunculan Dajjal selanjutnya adalah berhasilnya kaum muslimin dalam merebut kembali Al-Quds dan Al-Aqsha dari tangan kaum Yahudi. Peristiwa ini terjadi pada masa al-Mahdi, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

"Seandainya umur di dunia hanya tersisa satu hari pun, tentu Allah akan mengutus seseorang dari kami ahlulbait yang akan mengisi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman." (HR Ahmad dan Abu Dawud)

3. Keringnya Danau Thabariyyah

Tanda munculnya Dajjal selanjutnya adalah keringnya Danau Thabariyyah (Danau atau Laut Tiberias, Danau Kinneret, Laut Galilea, atau Danau Gennesaret). Danau Thabariyyah terletak di Dataran Tinggi Golan dan Lembah Yordan, Israel.

Keringnya Danau Thabariyyah termasuk tanda-tanda akan datangnya Dajjal dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Fathimah binti Qais. Dajjal berkata, "Air danau itu nanti akan habis." Perkataan Dajjal ini diungkapkan ketika ia bertemu dengan Tamim ad-Dari, ketika Tamim bersama 30 awak kapalnya terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

4. Kurma Baisan Tidak Berbuah

Tidak berbuahnya Kurma Baisan juga disebutkan oleh Dajjal ketika bertemu dengan Tamim ad-Dari. Pada pertemuannya dengan Tamim ad-Dari, ia menyebutkan bahwa tidak lama lagi pohon pohon itu (Kurma Baisan) tidak akan berbuah lagi. Kurma baisan adalah kurma yang tumbuh di Baisan, sebuah kota di Palestina yang terletak di kawasan al-Ghaur utara.

5. Kekeringan, Kelaparan, Krisis Ekonomi

Menjelang kemunculan Dajjal, akan terjadi krisis ekonomi berkepanjangan disertai dengan kelaparan yang melanda seluruh bumi lantaran kekurangan air akibat hujan tidak turun. Kondisi ini berlangsung selama tiga tahun menjelang munculnya Dajjal.

اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبَسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبَسُ ثُلُثَي مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبُسُ ثُلُثَي مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَي نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبَسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ، فَلَا تَقْطُرُ قَطْرَةً، وَيَأْمُرُ الْأَرْضِ فَتَحْبَسُ نَبَاتُهَا كُلَّهُ، فَلَا تَنْبُتُ خَضْرَاءَ، فَلَا تَبْقَى ذَاتَ ظُلْفِ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ.

Artinya: "Sesungguhnya sebelum kemunculan Dajjal, selama tiga tahun manusia ditimpa kelaparan besar. Allah memerintahkan langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian la memerintahkan langit pada tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan dua pertiga tumbuhannya. Kemudian Allah memerintahkan langit pada tahun ketiga untuk menahan hujan secara keseluruhan. Maka hujan pun tidak turun setetes pun. Lalu ia memerintahkan bumi untuk menahan tumbuhan seluruhnya, maka tidak ada tumbuhan hijau. Tidak ada mahluk yang berkuku kecuali binasa, kecuali yang dikehendaki oleh Alah SWT."

قِيلَ: فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ؟ قَالَ : التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ، وَالتَّسْبِيحُ، وَالتَّحْمِيدُ، وَيَجْرِي ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مَجْرَى الطَّعَامِ.

Artinya: Seseorang bertanya, "Apa yang membuat manusia dapat hidup pada zaman itu?" Beliau menjawab, "Tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Kesemuanya berfungsi makanan."

Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads