Surah Al-Kafirun Ayat 1-6 Lengkap, Tafsir hingga Keutamaannya

Surah Al-Kafirun Ayat 1-6 Lengkap, Tafsir hingga Keutamaannya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Kamis, 17 Sep 2026 05:45 WIB
Ilustrasi membaca Alquran.
Ilustrasi Membaca Surah Al-Kafirun. Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash
Jakarta -

Surah Al-Kafirun menempati urutan ke-109 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari enam ayat dan tergolong surah Makkiyah. Nama Al-Kafirun diambil dari kata pembukanya yang menyapa orang-orang kafir.

Kala itu, mereka merayu Rasulullah SAW agar mau berbagi penyembahan dengan berhala mereka, tetapi tawaran tersebut ditolak.

Selain Al-Kafirun, surah ini juga memiliki beberapa sebutan lain, antara lain Ad-Din yang berarti ketaatan dan Al-'Ibadah yang berarti ibadah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulama juga menjuluki surah ini Muqasyqasyah yang berarti penyembuh. Surah ini membersihkan dan menyembuhkan hati manusia dari racun kemusyrikan.

Bacaan Surah Al-Kafirun

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

ADVERTISEMENT

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai orang-orang kafir,

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

Untukmu agamamu dan untukku agamaku."

Asbabun Nuzul Surah Al-Kafirun

Dikutip dari buku Syarh Al-Qur'an "Tafsir QS. An-Nas Hingga QS. Adh-Dhuha karya Sakti Garwan, asbabun nuzul Surah Al-Kafirun berawal dari siasat licik para pembesar Quraisy, seperti Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib, dan Umayyah bin Khalaf.

Ketika gagal menghentikan dakwah lewat ancaman, harta dan takhta, mereka menemui Rasulullah SAW untuk menawarkan sebuah kesepakatan: saling bergantian menyembah Tuhan masing-masing selama satu tahun agar sama-sama memetik keuntungan.

Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Qur'an mencatat bahwa bangsa Arab kala itu sejatinya tidak mengingkari keberadaan Allah, melainkan menyekutukan-Nya melalui perantara berhala dan anggapan malaikat sebagai anak perempuan-Nya.

Penawaran ganjil untuk mencampuradukkan ibadah ini langsung dibantah tuntas oleh Allah SWT melalui turunnya Surah Al-Kafirun, yang memerintahkan Rasulullah SAW berlepas diri sepenuhnya dari agama mereka.

Tafsir Surah Al-Kafirun Ayat 1-6

Masih mengutip sumber yang sama, tafsir Surah Al-Kafirun ayat 1-6 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ayat 1

Ayat ini diawali dengan kata Qul (katakanlah). Ini menjadi bukti kuat bahwa Rasulullah SAW amanah, menyampaikan persis apa yang diturunkan lewat Malaikat Jibril tanpa rekayasa pribadi.

Kata al-kafirun berakar dari kafara yang artinya menutup. Maksud menutup ini menggambarkan hati mereka yang tertutup rapat dari hidayah.

Ayat 2

Kata a'budu berbentuk kata kerja masa kini dan mendatang. Artinya, Nabi SAW menegaskan tidak sedang dan tidak akan pernah menyembah berhala yang mereka sembah hingga akhir hayat.

Ayat 3

Ayat ini juga menjadi penegasan bahwa penduduk Makkah tersebut tidak akan menyembah Allah SWT. Orang-orang yang mendatangi Nabi SAW tersebut akan tewas dalam kondisi kafir.

Ayat 4

Sepintas mirip ayat kedua, namun kata yang dipakai adalah 'abadtum-kata kerja masa lampau (fi'il madhi). Perbedaan tata bahasa ini menunjukkan bahwa apa yang mereka sembah sekarang dan besok bisa berbeda dengan yang mereka sembah kemarin.

Ayat 5

Diulang kembali untuk memagari keraguan. Menjadi bentuk penegasan Rasulullah SAW akan penyembahan hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yang lainnya, baik dulu dan sekarang.

Ayat 6

Bagi kaum Muslim, ayat ini adalah rambu toleransi sejati. Kata din dapat dimaknai sebagai agama, ketaatan, maupun balasan. Pendahuluan kata lakum (untukmu) dan liya (untukku) menegaskan batas privasi iman masing-masing tanpa harus mencampuradukkannya.

Keutamaan Membaca Surah Al-Kafirun

Mengutip buku Memahami dan Mengamalkan Pesan-pesan Al-Qur'an karya Muhammad Nurung, terdapat keutamaan dan keistimewaan daripada surah Al-Kafirun, yaitu:

  • Surah ini dibaca oleh Nabi SAW di rakaat kedua saat salat witir tiga rakaat.
  • Surah ini dibaca oleh Nabi SAW bersama dengan surah Al-Ikhlas pada saat salat sunnah subuh.
  • Nabi SAW menganjurkan untuk membaca surah Al-Kafirun menjelang tidur di malam hari karena membebaskan diri dari kesyirikan.

Dalam buku Pondasi Dasar dalam Memahami Ulumul Qur'an oleh Sardana, dijelaskan pula keutamaan lain daripada surah Al-Kafirun. Dari Abdullah bin Abbas RA berkata, Rasulullah bersabda,

"Surah Az-Zalzalah (keutamaannya) seperti membaca setengah Al-Qur'an, surah Qul Huwallahu Ahad (keutamaannya) seperti membaca sepertiga Al-Qur'an dan surah Al-Kafirun (keutamaannya) seperti membaca seperempat Al-Qur'an." (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads