Sudah Masuk Isya Tapi Belum Salat Magrib, Mana yang Harus Dikerjakan Dulu?

Sudah Masuk Isya Tapi Belum Salat Magrib, Mana yang Harus Dikerjakan Dulu?

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 01 Agu 2026 19:00 WIB
Seorang pria muslim sujud di atas sajadah. Ilustrasi sholat Tahajud.
Ilustrasi Sholat (Foto: Michael Burrows/Pexels)
Jakarta -

Pernahkah Anda terjebak kemacetan parah di jalan, tertidur karena terlalu lelah, atau tidak sengaja lupa hingga waktu salat Magrib terlewat begitu saja dan azan Isya sudah berkumandang? Agama Islam memberikan keringanan ketika berada dalam kondisi tersebut.

Salat Magrib masih bisa dikerjakan meskipun waktunya telah berlalu, yaitu dengan mengqadhanya pada waktu Isya.

Mengutip buku Qadha Shalat yang Terlewat Haruskah? karya Ahmad Sarwat, qadha didefinisikan sebagai pelaksanaan ibadah wajib-seperti salat maupun puasa-di luar rentang waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Pelaksanaan qadha salat ini diperbolehkan dan menjadi kewajiban apabila seseorang melewatkan salat akibat uzur yang tidak disengaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW secara tegas memberikan panduan terkait kondisi ini dalam sebuah hadis:

"Jika salah seorang dari kalian tidak salat karena tertidur, atau karena lupa, maka salatlah (qadha) tatkala teringat, sesungguhnya Allah SWT berfirman: 'Dirikanlah salat untuk mengingatku.'" (HR Muslim)

ADVERTISEMENT

Sebagaimana dipaparkan lebih lanjut dalam buku Seri Fiqih Kehidupan tulisan Ahmad Sarwat, tindakan mengqadha salat berlaku ketika timbul kendala syar'i yang tak bisa dihindari. Beberapa contohnya mencakup tertidur tanpa sengaja, kesiangan, menderita sakit berat, mengalami kecelakaan, atau murni ketidaksengajaan akibat lupa.

Mana yang Harus Didahulukan: Magrib atau Isya?

Terkait urutan pengerjaannya, umat Islam dapat memperhatikan situasi dan kondisi waktu Isya yang sedang berlangsung:

1. Memperhatikan Sisa Waktu Isya

Apabila waktu salat Isya yang tersedia tergolong sangat mepet dan dikhawatirkan habis jika dipakai salat Magrib terlebih dahulu, maka salat Isya harus didahulukan. Setelah salat Isya selesai ditunaikan, barulah melanjutkannya dengan salat qadha Magrib. Namun, jika rentang waktu Isya masih terbilang panjang dan lapang, maka salat Magrib bisa dikerjakan terlebih dahulu.

2. Pandangan Jumhur Ulama dan Mazhab Syafi'i

Menukil dari kitab Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah yang diterjemahkan Masykur A.B dkk, mayoritas (jumhur) ulama berpendapat bahwa proses qadha salat hendaknya dilakukan secara tertib sesuai urutan waktu. Artinya, jika Magrib dan Isya tertinggal, salat Magrib utamanya ditunaikan terlebih dahulu baru disusul Isya.

Meski demikian, para ulama dari Mazhab Syafi'iyah menjelaskan bahwa kewajiban tertib tersebut hukumnya sunnah, bukan wajib. Oleh karena itu, salat seorang muslim tetap dinyatakan sah apabila ia memilih mendahulukan salat Isya terlebih dahulu baru kemudian mengqadha salat Magrib.

Tata Cara Mengqadha Salat Magrib di Waktu Isya

Pelaksanaan qadha salat Magrib di waktu Isya dilakukan persis seperti salat fardhu Magrib pada umumnya, yaitu sebanyak 3 rakaat.

Menukil buku Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan tulisan Alvian Iqbal Zahasfan, berikut rincian tata caranya secara urut:

  1. Membaca Niat Qadha Salat Magrib
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Pendek Al-Qur'an
  6. Rukuk dengan tumakninah
  7. Iktidal
  8. Sujud Pertama
  9. Duduk di Antara Dua Sujud
  10. Sujud Kedua
  11. Bangun Mengerjakan Rakaat Kedua (melakukan gerakan yang sama dari Al-Fatihah hingga sujud kedua)
  12. Duduk Tasyahud Awal
  13. Bangun Mengerjakan Rakaat Ketiga (melakukan gerakan hingga sujud kedua)
  14. Duduk Tasyahud Akhir
  15. Mengucapkan Salam

Dengan memahami ketentuan dan tata cara di atas, Anda tak perlu panik lagi jika terpaksa melewatkan salat Magrib akibat uzur yang tidak disengaja. Wallahu a'lam.



(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads