Ada sejumlah tempat di Makkah yang dikenal memiliki keutamaan dalam berdoa. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua lokasi memiliki dalil khusus yang menyebut doa di tempat tersebut pasti dikabulkan.
Terkabulnya doa merupakan hak Allah SWT. Seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa di tempat dan waktu yang memiliki keutamaan, sambil tetap meyakini bahwa Allah SWT yang menentukan kapan dan bagaimana doa tersebut dikabulkan.
Baca juga: Bacaan Talbiyah dan Waktu Mengamalkannya |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tempat Mustajab Berdoa di Makkah
1. Multazam
Dikutip dari buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama karya H. Deden Hafid, Multazam secara bahasa berasal dari kata iltazama, yaltazimu, mulazamun yang artinya sangat diperlukan. Kata ini kemudian menjadi sebuah nama tempat yaitu di antara sudut Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah.
Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang banyak dimanfaatkan jemaah untuk berdoa. Salah satu riwayat yang sering dijadikan dasar adalah hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda:
"Multazam adalah tempat berdoa yang mustajab, tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya."
Dalam riwayat lain dikatakan:
مَا بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ يُدْعَى الْمُلْتَزَمَ لَا يَلْزَمُ مَا بَيْنَهُمَا أَحَدٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Artinya: "Area antara rukun dan pintu Ka'bah disebut Multazam. Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah di tempat itu meminta sesuatu, kecuali Allah akan memberinya." (HR Baihaqi)
2. Di Dalam Masjidil Haram
Tempat mustajab berikutnya adalah Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang besar dibandingkan salat di masjid lainnya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125 tentang keutamaan Masjidil Haram,
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ
Artinya: (Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) "Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat." (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!"
3. Hijr Ismail
Hijr Ismail atau Hatim merupakan bagian berbentuk setengah lingkaran yang berada di sisi Ka'bah. Area ini termasuk bagian Ka'bah berdasarkan keterangan dari Aisyah RA.
Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan kepada Aisyah bahwa ketika beliau ingin salat di dalam Ka'bah, beliau mengajaknya ke Hijr Ismail.
Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Aisyah RA bertanya mengenai Hijr. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan bagian dari Baitullah.
Karena Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka'bah, jemaah yang memperoleh kesempatan untuk masuk ke dalamnya dapat memanfaatkannya untuk salat dan berdoa.
Meski demikian, tidak terdapat ketentuan bahwa doa di setiap bagian Hijr Ismail secara otomatis pasti dikabulkan.
4. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim merupakan tempat yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.
Allah SWT berfirman, "Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat salat." (QS Al-Baqarah: 125)
Setelah melakukan tawaf, jemaah disunnahkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
Kata Maqam memiliki arti tempat pijakan orang berdiri. Jadi, yang dimaksud Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim untuk berpijak pada waktu membangun Ka'bah.
5. Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut tenggara Ka'bah. Batu ini dilingkari besi putih yang dikerekatkan dengan timah.
Dari sudut Hajar Aswad inilah putaran tawaf dimulai dan diakhiri. Kemudian mencium Hajar Aswad setelah melakukan tawaf disunnahkan bagi jemaah haji dan umrah dengan mengikuti petunjuk Rasulullah SAW.
Dalam sebuah riwayat, Rasullullah SAW bersabda, "Nanti pada hari kiamat, Hajar Aswad akan tampak memilki mulut dan menyatakan siapa-siapa yang pernah mencium dan menyalami dia dengan niat baik."
6. Bukit Shafa dan Marwah
Shafa dan Marwah merupakan dua bukit yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah sai.
Ketika berada di Shafa, Nabi Muhammad SAW menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan berdoa. Hal serupa dilakukan ketika beliau berada di Marwah.
Dalam hadits riwayat Muslim, Jabir RA menggambarkan bahwa Rasulullah SAW ketika mendekati Shafa membaca:
نَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Artinya: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar Allah."
Kemudian beliau menghadap kiblat, mengesakan Allah, bertakbir, dan berdoa.
Karena itu, Shafa dan Marwah menjadi tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa dalam pelaksanaan sai.
Wallahu a'lam.
