Bacaan Sholat Wajib 5 Waktu Lengkap dari Niat sampai Salam

Bacaan Sholat Wajib 5 Waktu Lengkap dari Niat sampai Salam

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 13 Mei 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Muslim Salat
Ilustrasi salat. Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov
Jakarta -

Bacaan sholat wajib 5 waktu lengkap menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah sehari-hari. Sholat wajib terdiri dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya yang dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan.

Setiap gerakan dalam sholat memiliki bacaan tertentu yang dibaca secara berurutan, mulai dari niat hingga salam. Karena itu, memahami urutan bacaan sholat dengan benar dapat membantu pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan.

Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu

Niat sholat wajib 5 waktu telah dijelaskan dalam berbagai literatur, salah satunya dalam buku Tata Cara Shalat oleh Ajen Dianawati, berikut bacaan sholat 5 waktu lengkap arab, latin, dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Niat Sholat Subuh

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Zuhur

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin:Ushallī fardhazh zhuhri arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Asar

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal 'ashri arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Asar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

4. Niat Sholat Magrib

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal magribi tsholatsa raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

5. Niat Sholat Isya

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُومًا / إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallī fardhal 'isyā'i arba'a raka'ātin mustaqbilal qiblati adā'an (ma'mūman / imāman) lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."

Bacaan dan Tata Cara Sholat 5 Waktu Lengkap Niat Hingga Salam

Saat hendak melaksanakan sholat, seorang muslim perlu menunaikannya sesuai urutan yang benar agar ibadahnya sah. Dikutip dari buku Panduan Sholat Untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut bacaan sholat 5 waktu yang benar dari awal hingga salam.

1. Berwudhu

Sebelum menunaikan sholat, umat Islam diwajibkan berwudhu sebagai bentuk bersuci dari hadas. Kewajiban ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

لا تُقْبَلُ صَلاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

Latin: La tuqbalu shalatun bighairi thuhurin wa laa shadaqatun min ghulul.

Artinya: "Tidak akan diterima sholat tanpa bersuci (wudhu), dan tidak diterima sedekah dari harta yang haram." (HR Muslim)

Adapun niat berwudhu adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul wudlû-a li raf'il ḫadatsil asghari fardlal lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Taala."

2. Menghadap Kiblat

Sebelum memulai sholat, seorang muslim perlu memastikan dirinya menghadap kiblat, yakni ke arah Ka'bah di Kota Makkah. Ketentuan menghadap kiblat ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ

Latin: Idzaa qumta ilash shalaati fa asbighil wudhu-a tsumma istaqbilil qiblah.

Artinya: "Apabila engkau hendak melaksanakan sholat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Niat Sholat

Setelah semua persiapan sholat selesai dilakukan, seorang muslim dianjurkan menghadirkan niat di dalam hati sesuai dengan jenis sholat yang hendak dikerjakan. Niat tersebut menjadi bentuk kesungguhan bahwa ibadah dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT.

4. Takbiratul Ihram

Sholat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Setelah itu kedua tangan disedekapkan di dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan pandangan diarahkan ke tempat sujud.

5. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latin: Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'aalamin. Laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketundukan dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan serta aku termasuk orang-orang muslim."

6. Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah doa iftitah, bacalah Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ ٢ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ٣ مُلِكِ يَوْمِ الدِّيْنُ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين ٥ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمُ ٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ٧

Latin: bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

7. Membaca Surah Pendek

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah pendek atau ayat Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua.

8. Rukuk dan I'tidal dengan Tuma'ninah

Setelah membaca surah, lakukan rukuk dengan posisi badan membungkuk sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih.

Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."

Setelah rukuk, bangkit untuk i'tidal sambil membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Kemudian membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbanaa lakal hamdu mil-as samaawaati wal ardhi wa mil-a maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

9. Sujud dengan Tuma'ninah

Setelah i'tidal, lakukan sujud dengan meletakkan dahi, telapak tangan, lutut, dan ujung kaki di lantai sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya."

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, duduk di antara dua sujud sambil membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

11. Tasyahud Awal

Pada sholat yang terdiri dari tiga atau empat rakaat, setelah rakaat kedua dilakukan duduk tasyahud awal.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ
السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Latin: Attahiyyatul mubarakatus shalawatut thayyibatulillah. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (HR Muslim)

12. Tasyahud Akhir

Pada rakaat terakhir dilakukan tasyahud akhir dan membaca shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa barakta 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim innaka hamidum majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

13. Salam

Sholat diakhiri dengan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil membaca:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Latin: Assalamu'alaikum warahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian."

Ucapan salam menjadi tanda berakhirnya rangkaian ibadah sholat yang telah dikerjakan. Setelah salam diucapkan, maka pelaksanaan sholat dianggap selesai sesuai jumlah rakaat yang ditunaikan.

Setiap sholat wajib lima waktu memiliki jumlah rakaat yang berbeda. Sholat Subuh dilaksanakan sebanyak dua rakaat, Zuhur empat rakaat, Asar empat rakaat, Magrib tiga rakaat, dan Isya empat rakaat.

Mengetahui perbedaan jumlah rakaat tersebut dapat membantu umat Islam melaksanakan sholat dengan urutan yang benar sesuai tuntunan syariat.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads