Sholat tahajud adalah ibadah sunnah yang paling utama setelah sholat wajib. Dilakukan pada waktu sepertiga malam, tahajud menjadi sarana paling mustajab bagi seorang hamba untuk memohon ampunan, hingga mengharapkan terkabulnya doa-doa.
Dalam sholat tahajud, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Doa bisa diamalkan setelah sholat.
Doa Setelah Sholat Tahajud
Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) berikut bacaan doa setelah sholat tahajud sebagaimana ditemukan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيْمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيتُوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنّي اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Sholat Tahajud
Dijelaskan dalam buku 10 Kesaksian Pengamal Tahajud karya Hendri Kusuma Wahyudi, sholat tahajud dilaksanakan secara munfarid (sendirian), minimal dua rakaat dan maksimal tidak terbatas jumlahnya. Dilaksanakan setiap dua rakaat dengan salam. Berikut tata cara sholat tahajud selengkapnya:
- Membaca niat
- Membaca iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an. Umumnya rakaat pertama membaca Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Al-Ikhlas
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Setelah rakaat pertama selesai, berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua seperti halnya rakaat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
- Membaca doa sholat tahajud
Niat Sholat Tahajud
Dinukil dari buku Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum, berikut bacaan niat sholat tahajud:
أصَلِّ سُنَّةَ التَّهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى
Uṣallī sunnatat-tahajudi rak'ataini lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat tahajud dua rakaat karena Allah ta'ala."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026