Doa qunut menjadi salah satu bacaan yang identik dengan sholat Subuh. Namun, tidak sedikit yang lupa membacanya ketika sholat. Lalu, apakah lupa membaca doa qunut saat Subuh mengharuskan seseorang melakukan sujud sahwi?
Jawabannya bergantung pada pendapat mazhab yang diikuti. Sebab, para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai hukum membaca qunut dalam sholat Subuh.
Hukum Membaca Doa Qunut Saat Sholat Subuh
Dijelaskan dalam buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum qunut Subuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, membaca doa qunut pada sholat Subuh tidak disunnahkan. Sementara itu, Imam Malik dan Imam asy-Syafi'i berpendapat qunut Subuh disunnahkan.
Perbedaan juga terdapat dalam tata cara pelaksanaannya. Imam Malik berpendapat qunut dilakukan sebelum rukuk tanpa mengangkat kedua tangan. Adapun menurut Imam asy-Syafi'i, qunut dibaca setelah rukuk sambil mengangkat kedua tangan dan tidak mengusap wajah setelah selesai berdoa.
As-Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah menjelaskan bahwa perbedaan pendapat mengenai qunut Subuh merupakan perkara yang dibolehkan (mubah).
Sementara itu, Imam asy-Syaukani dalam kitabnya Nail al-Autar menegaskan para ulama telah sepakat hukum qunut tidak bersifat wajib.
Lupa Membaca Doa Qunut Saat Subuh, Apakah Harus Sujud Sahwi?
Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab Syafi'i, qunut Subuh termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan apabila doa qunut ditinggalkan, baik karena lupa maupun sengaja, sholat tetap sah dan tidak batal. Namun, disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam sebagai penyempurna sholat.
Artinya, apabila lupa membaca doa qunut saat sholat Subuh, tidak wajib melakukan sujud sahwi, tetapi disunnahkan menurut mazhab Syafi'i.
Adapun bagi yang mengikuti pendapat mazhab Hanafi atau Hambali yang tidak menyunnahkan qunut Subuh, tidak ada keharusan melakukan sujud sahwi karena qunut memang bukan bagian yang dianjurkan dalam sholat Subuh menurut pendapat tersebut.
Bacaan Doa Qunut Subuh
Berikut bacaan doa qunut Subuh yang umum dibaca ketika sholat Subuh.
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ, فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّمَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ ,اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ ,وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allaahumahdinii fiiman Hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallani fiimantawallait, wa baariklii fiimaaa a'thait, wa qini syarramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha 'alaik, wa innahu layadzillu mawwalait, wa la ya idzuman aadait, Tabarakta-Rabbanaa wata 'aalait, Falakal hamdu 'ala-maa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Wa shallallahu 'ala Sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya: "Ya Allah berikanlah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berikanlah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku (dengan rahmat Allah) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga dan para sahabatnya."

Komentar Terbanyak
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya