Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan dilakukan pada 1 Syawal. Sebelum menunaikan sholat, ada beberapa amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW kepada umat Islam.
Amalan sunah ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga untuk mempersiapkan diri agar lebih khusyuk saat sholat Idul Fitri. Berikut 7 sunah yang bisa dilakukan sebelum sholat Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalan Sunah sebelum Sholat Idul Fitri
Sebelum melaksanakannya, ada beberapa amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW agar mendapatkan keutamaan lebih.
1. Mandi
Mandi disunnahkan bagi laki-laki maupun perempuan pada hari raya Idul Fitri. Menurut Imam al-Ghazali dalam al-Adab fid Din (Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali), mandi Idul Fitri berbeda dengan mandi biasa.
Mandi ini dilakukan di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga telapak kaki. Waktu pelaksanaan mandi bisa sebelum atau sesudah sholat Subuh. Adapun niat mandi Idul Fitri yang bisa dibaca adalah,
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu ghusla 'îdil fithri sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah."
2. Memperbanyak Takbir
Memperbanyak bacaan takbir dianjurkan sejak terbenamnya Matahari 1 Syawal hingga takbiratul ihram Imam sholat Id bagi yang berjamaah, atau takbiratul ihram sendiri bagi yang sholat sendirian.
Perintah takbir ini tertulis dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Arab latin: Syahru ramaḍānal-lażī unzila fīhil-qur'ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān(i), faman syahida minkumusy-syahra falyaṣumh(u) wa man kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar(a), yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usr(a), wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurūn(a).
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
3. Makan sebelum Sholat Idul Fitri
Sebelum berangkat sholat Idul Fitri, seorang muslim dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebagai tanda bahwa puasa tidak dilakukan pada 1 Syawal. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut,
"Adalah Rasulullah SAW tidak pergi untuk melakukan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan tujuh buah kurma."
Hukum makan sebelum sholat Idul Fitri adalah sunnah, dan meninggalkannya adalah makruh, sebagaimana dikutip oleh al-Imam al-Nawawi dalam al-Umm (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 592).
4. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk keluar menuju tempat sholat Id dengan berjalan kaki. Sayyidina Ali berkata,
"Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan." (HR al-Tirmidzi, hadits Hasan)
5. Melewati Jalan yang Berbeda
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Ghuniyatul Thalibin menyatakan, umat Islam dianjurkan pergi dan pulang dari sholat Id melalui jalan berbeda, mengikuti kebiasaan Nabi SAW.
Riwayat ini juga tercantum dalam Riyadhus Shalihin (Imam an-Nawawi) dari Jabir RA,
"Pada hari raya, Nabi SAW menempuh jalan yang berbeda sewaktu pergi dan pulang." (HR Bukhari)
Ibnu Umar RA menambahkan, "Rasulullah SAW berangkat melalui jalan As-Syajarah dan pulang melalui jalan Al-Mu'arras. Saat masuk Makkah, beliau melewati Ats-Tsaniyyah Al-Ulya dan keluar melalui jalan Ats-Tsaniyyah As-Sufla."(HR Muttafaq Alaih)
6. Memakai Pakaian dan Parfum Terbaik
Mengutip Buku Pintar Shalat tulisan M. Khalilurrahman Al Mahfani, diketahui sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, seorang Muslim dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik dan paling rapi yang dimiliki.
Selain itu, disunnahkan juga menggunakan wangi-wangian agar tampil bersih, harum, dan rapi saat menghadiri sholat berjamaah.
7. Mengikutsertakan Wanita dan Anak-anak
Masih mengutip sumber sebelumnya, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar wanita dan anak-anak ikut serta dalam sholat Idul Fitri, sesuai sunnah beliau. Kehadiran mereka menambah keberkahan dan kebahagiaan hari raya. Selain itu, ini menjadi cara untuk mengenalkan dan mendidik anak tentang pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Itulah dia beberapa sunnah yang bisa dikerjakan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam