Belakangan ini, istilah mindfulness ramai di masyarakat, yang secara bahasa memiliki arti kesadaran. Mindfulness bertujuan untuk membuat pikiran jauh lebih tenang dalam menghadapi sesuatu.
Istilah mindfulness dalam Islam hampir mirip dengan konsep khusyuk, muraqabah, dan tafakur. Dalam hal ini, mindfulness dilakukan untuk mencapai ketenangan hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu konsep ketenangan hati dan bagaimana cara agar umat Islam dapat mencapainya?
Konsep Ketenangan Hati dalam Islam
Menukil dari buku Jalan Menuju Ketenangan oleh Ilyas Syuhada, konsep ketenangan hati dalam Islam berkaitan erat dengan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an, bahwa ketenangan hati merupakan keadaan yang tercipta ketika seseorang berpasrah menyerahkan urusan hidupnya kepada Allah SWT dengan ikhlas.
Dalam Islam, ketenangan hati bukan hanya mencakup kondisi emosional, melainkan juga keterlibatan kedamaian spiritual dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT utamanya melalui zikir dan ibadah.
Cara Mencapai Ketenangan Hati
Ketenangan hati berperan penting dalam menjaga mental dan meningkatkan kualitas hidup seseorang, sehingga perlu usaha untuk meraihnya. Dihimpun dari buku Manisnya Iman Damainya Ibadah: Perjalanan Menuju Hati yang Tenang karya Moh Nur Sholeh dan buku Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu karya Abdullah Gymnastiar, berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencapai ketenangan hati.
1. Zikir Mengingat Allah
Cara paling mendasar dan utama untuk mencapai ketenangan hati adalah dengan berzikir mengingat Allah SWT. Cara ini diserukan langsung oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an surah Ar-Rad ayat 28 berikut ini.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
Dengan senantiasa mengingat Allah SWT, hati akan tenteram dan tenang. Sebaliknya, ketika seseorang jarang mengingat Allah SWT, maka hatinya kering dan gersang.
2. Menjaga Konsistensi Ibadah
Ketenangan hati juga dapat dicapai dengan menjaga konsistensi ibadah agar ibadah terasa nikmat. Kenikmatan ibadah akan mendatangkan ketenangan hati dan jiwa karena telah menjadi bagian dari rutinitas kehidupan yang tak terpisahkan, bahkan dalam setiap aktivitas sehari-hari. Meski terasa ringan, ibadah yang konsisten akan berdampak besar bagi ketenangan hati dan jiwa.
Selain mencapai ketenangan hati, ibadah yang konsisten akan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ
Artinya: "dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian)." (QS Al-Hijr: 99)
3. Manajemen Qolbu atau Pengelolaan Hati
Selain dengan berzikir dan beribadah, kunci meraih ketenangan hati dapat dilakukan melalui manajemen qolbu atau pengelolaan hati, yang meliputi bagaimana cara berpikir, berperasaan, dan bertindak. Semua hal ini harus dilakukan sesuai dengan syariat dan prinsip agama Islam.
4. Memperbaiki Hubungan Sosial
Ketenangan hati juga dapat diraih dengan memperbaiki hubungan sosial. Hubungan sosial yang dimaksud merujuk pada hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Islam mengajarkan umatnya untuk berhubungan baik dengan sesama manusia untuk menciptakan kedamaian sosial. Apabila kedamaian sosial telah tercipta, maka ketenangan hati dapat diraih.
Manfaat Menjaga Ketenangan Hati
Berikut sejumlah manfaat yang akan diperoleh dalam menjaga ketenangan hati.
- Meningkatkan daya tahan tubuh.
- Mengurangi risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan.
- Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dan kekhawatiran hidup.
- Meningkatkan kemampuan dalam menghadapi masalah hidup.
- Cenderung lebih sabar dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
- Mampu bertindak lebih tenang dan rasional.
