Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam seribu bulan karena keutamaannya yang luar biasa. Malam mulia ini jatuh di antara 10 malam ganjil terakhir Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,
"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 malam terakhir di bulan Ramadan." (HR Bukhari)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari buku Menggapai Malam Lailatulqadar oleh Ahmad Rifa'i Rif'an, para malaikat turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar. Hal ini disebutkan dalam hadits berikut,
"Sesungguhnya para malaikat malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran." (HR Ibnu Khuzaimah)
Alasan Lailatul Qadar Disebut Malam Seribu Bulan
Penyebutan malam seribu bulan pada malam Lailatul Qadar diterangkan dalam surah Al Qadr ayat 3. Allah SWT berfirman,
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
Berdasarkan Tafsir Kementerian Agama (Kemenag), penyebutan seribu bulan pada malam Lailatul Qadar karna ganjaran ibadanya lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Kata seribu dalam ayat ini tidak bermaksud menentukan bilangan, melainkan menyatakan banyaknya yang tidak terhingga.
Menurut buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam seribu bulan karena berisi banyak kemuliaan. Para malaikat turun ke bumi sehingga suasana alam akan berbeda dari biasanya.
Ketika malam Lailatul Qadar, maka suasananya lebih hangat dan lebih sejuk dari sebelumnya. Doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT juga diaminkan oleh malaikat-malaikat yang turun sehingga jadi mustajab bagi muslim yang berdoa.
Kemudian diterangkan dalam buku Ramadan Ensiklopedis karya Abdul Pirol dan Abdul Mutakkabir, Lailatul Qadar disebut sebagai malam penentuan karena ada suatu peristiwa yang dapat mempengaruhi jiwa seseorang sehingga hidupnya bisa berubah 180 derajat. Lailatul Qadar juga disebut malam yang sempit karena saking banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Ada beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar yang bisa diraih muslim sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.
1. Dosanya yang Telah Lalu Diampuni
Dari Abu Hurairah berkata Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa beribadah di malam Lailatul Qadar dengan rasa iman dan mengharap pahala dari Allah, ia akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)
2. Lailatul Qadar Disifati oleh Keselamatan
Lailatul Qadar disifati keselamatan atau salaam oleh Allah SWT. Dengan begitu, setan tidak dapat mengganggu karena penuh keselamatan sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Qadr ayat 5,
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Artinya: "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Menurut Mujahid dalam Tafsir Al Quran Azhim, malam tersebut banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah SWT.
3. Malam Pencatatan Takdir Tahunan
Lailatul Qadar merupaan malam pencatatan takdir tahunan. Allah SWT berfirman dalam surah Ad Dukhan ayat 4,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Artinya: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,"
Ibnu Katsir melalui kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ketika Lailatul Qadar, di Lauhul Mahfuzh akan dirinci terkait penulisan takdir dalam setahun, catatan tentang ajal dan rezeki serta segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu Umar, Abu Malik, Mujahid dan ulama salaf lainnya.
4. Pahala Dilipatgandakan
Mengacu pada surah Al Qadr ayat 3 dikatakan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, amal ibadah pada malam tersebut nilainya dilipatgandakan. Sebagian ulama menyebut nilai pahalanya setara dengan beribadah selama 83 tahun.
5. Momen Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Muslim yang berburu malam Lailatul Qadar berlomba-lomba meningkatkan intensitas dan kualitas ibadahnya. Karenanya, hal itu sama dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan Malam Lailatul Qadar
Berikut beberapa amalan malam Lailatul Qadar yang dikutip dari kitab Fiqh Sunnah Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap dan kitab Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa'il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani terjemahan Andi Muhammad Syahrir.
- Iktikaf
- Salat Lailatul Qadar
- Tadarus Al-Qur'an
- Berdoa
- Berzikir
- Istighfar
- Bersedekah
