Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Langkah Emas Raih Kemenangan

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 09 Mar 2026 15:30 WIB
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al-Quran dan Hadits
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Foto: Getty Images/iStockphoto/Zeferli
Jakarta -

Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki banyak keutamaan dan sering kali disebut sebagai malam seribu bulan. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk mencari dan meraih keberkahan dengan memperbanyak amal ibadah.

Lantas, seperti apakah ciri-ciri malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur'an dan hadits? Bagaimana ciri-ciri orang yang mendapat keberkahan pada malam Lailatul Qadar? Berikut penjelasan selengkapnya.

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al-Qur'an

Ciri utama malam Lailatul Qadar tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Qadr ayat 3-5. Ciri-ciri tersebut adalah malam yang memiliki kemuliaan, malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta malam yang damai hingga terbit fajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ٥

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in). Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in). Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr(i).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits

Dinukil dari buku Sukses Berburu Lailatul Qadar oleh Muhammad Adam Hussein, secara lebih spesifik, ciri-ciri malam Lailatul Qadar telah dijelaskan dalam beberapa hadits yang dinilai shahih dan hasan. Antara lain sebagai berikut:

1. Udara dan Angin yang Terasa Tenang

Dijelaskan dalam salah satu hadits, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيفَةٌ حَمْرَاء

Artinya: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi. Syaikh Al-Albani menilai hadis ini sahih.)

2. Langit Terlihat Bersih

Dalam Mu'jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak tampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas." (HR. Ahmad)

3. Matahari Tidak Menyengat saat Terbit

Dari Ubay bin Ka'ab RA berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

رواه حَتَّى تَرْتَفِعَ لَا شُعَاعَ لَهَا كَأَنهَا طَسْتٌ صُبْحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ مسلم و أحمد والترمذي وأبو داود

Artinya: "Pagi hari dari malam Lailatul Qadar tidak menyengat bagaikan bejana, sampai meninggi." (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud)

4. Malam Hari yang Terlihat Cerah

Masih dari Ubay bin Ka'ab, bahwasanya ia berkata:

بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ - صلى الله عليه وسلم - هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ . شُعَاعَ لَهَا سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا

Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim)

5. Terbawa dalam Mimpi

Manusia dapat melihat malam Lailatul qadar dalam mimpinya, sama halnya yang terjadi pada sebagian sahabat. Dari Umar RA, beberapa sahabat Rasulullah SAW diperlihatkan malam Lailatul Qadar dalam mimpinya oleh Allah SWT pada tujuh malam terakhir Ramadan.

Lantas Rasulullah SAW bersabda:

"Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir." (HR. Muslim)

6. Membawa Ketenangan dan Kenikmatan dalam Beribadah

Malaikat turun ke bumi dengan membawa ketenangan, sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak bisa didapatkan pada hari-hari lainnya.

Ciri-Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Dijelaskan dalam buku Panduan Sukses Ramadhan: Dari Persiapan hingga Hari Kemenangan oleh Muchlisin BK, tidak ada yang tahu ciri khusus orang yang mendapat Lailatul Qadar.

Namun, hal tersebut dapat diprediksi dengan melihat amal ibadah dan rasa sungguh-sungguh seorang hamba. Dengan kesungguhan tersebut, seseorang diharapkan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Hal ini bersandar pada sebuah hadits berikut:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ - يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

Artinya: "Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah ia kalah di tujuh malam terakhir." (HR. Muslim)

Berikut ciri-ciri selengkapnya:

  1. Orang yang i'tikaf penuh pada 10 hari terakhir Ramadan.
  2. Orang yang sholat Isya berjamaah, tarawih, dan sholat Subuh berjamaah pada 10 hari terakhir Ramadan.
  3. Adanya perubahan positif setelah selesai Ramadan.

Wallahu a'lam.




(inf/inf)
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

108 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads