Kapan Iktikaf Dimulai? Ini Waktu, Niat dan Tata Caranya Sesuai Sunnah

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kapan Iktikaf Dimulai? Ini Waktu, Niat dan Tata Caranya Sesuai Sunnah

Tia Kamilla - detikHikmah
Minggu, 08 Mar 2026 19:00 WIB
Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, Masjid Istiqlal penuh dengan jemaah iktikaf. Mereka datang dari berbagai daerah untuk berburu lailatulqadar.
Iktikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Iktikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lalu, kapan iktikaf dimulai? Simak penjelasan mengenai waktu pelaksanaannya, bacaan niat, serta tata cara iktikaf yang dapat diamalkan umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Iktikaf di Mulai?

Dalam Fiqh Al-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa iktikaf berarti "menetap dan tinggal di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT."

Sebenarnya, itikaf bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas pada bulan Ramadan. Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena Rasulullah SAW rutin melaksanakan iktikaf pada periode ini.

ADVERTISEMENT

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA disebutkan:

"Rasulullah SAW melakukan iktikaf pada setiap Ramadan selama sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau melakukan iktikaf selama dua puluh hari." (HR Al-Bukhari)

Sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai pada malam ke-21. Di Indonesia, malam ke-21 Ramadan jatuh pada Selasa, 10 Maret 2026 malam. Sehingga umat Islam bisa mulai iktikaf pada malam tersebut hingga akhir Ramadan.

Niat iktikaf di Masjid

Diterangkan dalam buku Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, berikut adalah niat iktikaf di masjid yang bisa umat Islam baca:

نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيْهِ سُنَّةً اللَّهِ تَعَالَى.

Arab latin: Nawaitul i'tikāfa fī hādhā al-masjidi mā dumtu fīhi sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat iktikaf di masjid ini selama saya di sini sunah karena Ta'ala."

Tata Cara Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan

Iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan dilakukan untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan meraih keberkahan Lailatul Qadar. Menurut buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, ada beberapa cara yang bisa diikuti.

1. Niat Iktikaf

Menurut mazhab Syafi'i, niat iktikaf bisa dilakukan sebagai ibadah sunnah atau karena nazar. Jika dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan, niatnya adalah sebagai ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Berdiam Diri di Masjid

Iktikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid sambil memperbanyak dzikir, merenung (tafakkur), dan membaca tasbih. Amalan yang sangat dianjurkan selama iktikaf adalah membaca Al-Qur'an agar hati semakin dekat kepada Allah SWT.

Selain itu, salat sunnah seperti salat tahiyatul masjid, maupun salat sunnah lainnya, dianjurkan untuk menambah pahala dan meningkatkan ketakwaan.

3. Menjauhkan Diri dari Hal yang Tidak Berguna

Selama iktikaf, sebaiknya menjauhi semua hal yang tidak bermanfaat dan fokus memperbanyak amalan ibadah. Umat Islam juga dianjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku."

Beberapa hal yang dapat membatalkan iktikaf harus dihindari, antara lain:

  • Keluar masjid tanpa keperluan penting
  • Menggauli istri atau bermubasyarah
  • Murtad
  • Hilang akal karena gila atau mabuk
  • Datangnya haid atau nifas bagi wanita, serta hal lain yang menyebabkan hadas besar

Sunnah-sunnah Iktikaf

Merujuk sumber sebelumnya, ada beberapa sunnah iktikaf yang bisa dilakukan muslim. Berikut di antaranya:

1. Melakukan Iktikaf di Masjid Jami'

Disunnahkan melaksanakan iktikaf di masjid jami' atau masjid besar yang menampung banyak jemaah untuk mendapatkan pahala lebih besar.

2. Iktikaf Satu Hari atau Satu Malam

Iktikaf sebaiknya dilakukan minimal satu hari penuh. Namun, lebih utama jika dilakukan satu hari satu malam, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan.

3. Dilakukan dalam Keadaan Puasa

Itikaf sebaiknya dilakukan dalam kondisi berpuasa agar ibadah lebih sempurna dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.

4. Memperbanyak Doa, Dzikir, dan Ibadah

Selama itikaf, dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan melakukan ibadah sunnah lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Menjauhi Hal yang Makruh dan Tidak Bermanfaat

Sebaiknya meninggalkan semua hal yang makruh atau tidak bermanfaat agar fokus pada ibadah dan meningkatkan pahala.

6. Bernazar untuk Iktikaf

Boleh bernazar supaya iktikaf lebih sempurna dan mendapatkan pahala fardhu. Contohnya, sebelum masuk masjid seseorang bisa bernazar, "Saya bernazar beriktikaf di masjid ini selama berada di masjid ini." Saat berada di dalam masjid, niat dilanjutkan, "Saya niat iktikaf yang sudah dinazarkan karena Allah Ta'ala."




(kri/kri)
Panduan Iktikaf

Panduan Iktikaf

22 konten
Iktikaf artinya berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan. Tujuan iktikaf adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT, khususnya dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads