- Kapan Iktikaf di Mulai?
- Niat iktikaf di Masjid
- Tata Cara Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan 1. Niat Iktikaf 2. Berdiam Diri di Masjid 3. Menjauhkan Diri dari Hal yang Tidak Berguna
- Sunnah-sunnah Iktikaf 1. Melakukan Iktikaf di Masjid Jami' 2. Iktikaf Satu Hari atau Satu Malam 3. Dilakukan dalam Keadaan Puasa 4. Memperbanyak Doa, Dzikir, dan Ibadah 5. Menjauhi Hal yang Makruh dan Tidak Bermanfaat 6. Bernazar untuk Iktikaf
Iktikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lalu, kapan iktikaf dimulai? Simak penjelasan mengenai waktu pelaksanaannya, bacaan niat, serta tata cara iktikaf yang dapat diamalkan umat Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Iktikaf di Mulai?
Dalam Fiqh Al-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa iktikaf berarti "menetap dan tinggal di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT."
Sebenarnya, itikaf bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas pada bulan Ramadan. Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena Rasulullah SAW rutin melaksanakan iktikaf pada periode ini.
Dalam hadits dari Abu Hurairah RA disebutkan:
"Rasulullah SAW melakukan iktikaf pada setiap Ramadan selama sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau melakukan iktikaf selama dua puluh hari." (HR Al-Bukhari)
Sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai pada malam ke-21. Di Indonesia, malam ke-21 Ramadan jatuh pada Selasa, 10 Maret 2026 malam. Sehingga umat Islam bisa mulai iktikaf pada malam tersebut hingga akhir Ramadan.
Niat iktikaf di Masjid
Diterangkan dalam buku Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, berikut adalah niat iktikaf di masjid yang bisa umat Islam baca:
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيْهِ سُنَّةً اللَّهِ تَعَالَى.
Arab latin: Nawaitul i'tikāfa fī hādhā al-masjidi mā dumtu fīhi sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat iktikaf di masjid ini selama saya di sini sunah karena Ta'ala."
Tata Cara Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan
Iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan dilakukan untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan meraih keberkahan Lailatul Qadar. Menurut buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, ada beberapa cara yang bisa diikuti.
1. Niat Iktikaf
Menurut mazhab Syafi'i, niat iktikaf bisa dilakukan sebagai ibadah sunnah atau karena nazar. Jika dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan, niatnya adalah sebagai ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Berdiam Diri di Masjid
Iktikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid sambil memperbanyak dzikir, merenung (tafakkur), dan membaca tasbih. Amalan yang sangat dianjurkan selama iktikaf adalah membaca Al-Qur'an agar hati semakin dekat kepada Allah SWT.
Selain itu, salat sunnah seperti salat tahiyatul masjid, maupun salat sunnah lainnya, dianjurkan untuk menambah pahala dan meningkatkan ketakwaan.
3. Menjauhkan Diri dari Hal yang Tidak Berguna
Selama iktikaf, sebaiknya menjauhi semua hal yang tidak bermanfaat dan fokus memperbanyak amalan ibadah. Umat Islam juga dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku."
Beberapa hal yang dapat membatalkan iktikaf harus dihindari, antara lain:
- Keluar masjid tanpa keperluan penting
- Menggauli istri atau bermubasyarah
- Murtad
- Hilang akal karena gila atau mabuk
- Datangnya haid atau nifas bagi wanita, serta hal lain yang menyebabkan hadas besar
Sunnah-sunnah Iktikaf
Merujuk sumber sebelumnya, ada beberapa sunnah iktikaf yang bisa dilakukan muslim. Berikut di antaranya:
1. Melakukan Iktikaf di Masjid Jami'
Disunnahkan melaksanakan iktikaf di masjid jami' atau masjid besar yang menampung banyak jemaah untuk mendapatkan pahala lebih besar.
2. Iktikaf Satu Hari atau Satu Malam
Iktikaf sebaiknya dilakukan minimal satu hari penuh. Namun, lebih utama jika dilakukan satu hari satu malam, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan.
3. Dilakukan dalam Keadaan Puasa
Itikaf sebaiknya dilakukan dalam kondisi berpuasa agar ibadah lebih sempurna dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
4. Memperbanyak Doa, Dzikir, dan Ibadah
Selama itikaf, dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan melakukan ibadah sunnah lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Menjauhi Hal yang Makruh dan Tidak Bermanfaat
Sebaiknya meninggalkan semua hal yang makruh atau tidak bermanfaat agar fokus pada ibadah dan meningkatkan pahala.
6. Bernazar untuk Iktikaf
Boleh bernazar supaya iktikaf lebih sempurna dan mendapatkan pahala fardhu. Contohnya, sebelum masuk masjid seseorang bisa bernazar, "Saya bernazar beriktikaf di masjid ini selama berada di masjid ini." Saat berada di dalam masjid, niat dilanjutkan, "Saya niat iktikaf yang sudah dinazarkan karena Allah Ta'ala."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji
Tutup Kekurangan Biaya Haji Rp 1,77 T, Menhaj: Kami Masih Diskusi dengan DPR