Jutaan jemaah haji dari berbagai negara masih menjalani prosesi lempar jumrah di Jamarat, Mina. Di tengah padatnya arus manusia menuju lokasi lontar jumrah, petugas haji mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan tetap bersama rombongan agar ibadah berjalan lancar.
Hingga Jumat (29/5/2026), pelaksanaan lempar jumrah berlangsung aman dan relatif tertib. Rangkaian ibadah ini dimulai sejak Rabu (27/5/2026) dan akan berakhir pada Sabtu (30/5/2026) bagi jemaah yang mengambil nafar tsani.
Kepala Pos Mobile Crisis Rescue (MCR) 1 Pos 3, Cucu Nurparid, mengatakan kasus yang paling sering ditemui petugas selama pelaksanaan lontar jumrah adalah jemaah yang terpisah dari kelompoknya. Karena itu, ia mengimbau jemaah terus berkoordinasi dan menjaga kebersamaan selama perjalanan menuju Jamarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau atas nama Kapos MCR 1 Pos 3 seluruh jemaah haji yang akan melaksanakan jumrah paling penting yang harus diperhatikan adalah jangan sampai pisah dari rombongan, kedua pastikan bahwa kondisi badan kita fit. Jangan sampai dari perjalanan apalagi dari Maktab yang luar biasa jaraknya maka dengan adanya saling komunikasi tidak pecah rombongan itu akan menjadi kunci kelancaran," ujar Cucu Nurparid kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Jamarat, Jumat (29/5/2026).
Menurut Cucu, kondisi fisik yang prima juga menjadi faktor penting karena jemaah harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju lokasi lontar jumrah. Dengan tetap bersama rombongan, jemaah akan lebih mudah saling membantu dan menghindari risiko tersesat di tengah keramaian.
Ia menilai pelaksanaan lempar jumrah sejak hari pertama berjalan cukup baik. Pos 3 MCR 1 yang dipimpinnya banyak melayani jemaah dari maktab VVIP, termasuk rombongan haji khusus, Tim Pengawas Haji DPR, Amirul Hajj, hingga tamu undangan Kerajaan Arab Saudi.
"Kami Alhamdulillah ada di Pos 3 MCR bawah, kalau kita lihat jemaahnya itu jemaah kebanyakan dari maktab VVIP, salah satunya rombongan dari Timwas DPR rombongannya Amirul Hajj, rombongannya undangan-undangan dilaksanakan di MCR bawah ini," tuturnya.
Kepadatan jemaah sempat mencapai puncaknya pada Rabu (27/5/2026), terutama sejak pukul 11.30 waktu Arab Saudi hingga melewati tengah malam. Meski demikian, arus jemaah perlahan terurai dan tetap terkendali berkat pengaturan petugas serta kedisiplinan jemaah.
Pantauan di kawasan Mina menunjukkan ribuan jemaah terus bergerak menuju kompleks Jamarat melalui berbagai jalur dan terowongan. Arus manusia terlihat mengalir hampir tanpa henti sejak pagi hingga malam untuk menunaikan salah satu rangkaian wajib haji tersebut.
Selain pengamanan, petugas kesehatan juga disiagakan di sepanjang rute menuju Jamarat. Beberapa jemaah sempat mendapatkan perawatan karena kelelahan setelah berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
Cuaca panas dan aktivitas fisik yang tinggi juga menjadi tantangan tersendiri selama prosesi lontar jumrah. Karena itu, jemaah diimbau menjaga stamina, memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh mulai menurun.
(rns/kri)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara