Acara silaturahmi dan buka puasa bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam berlangsung dalam suasana hangat di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dengan tokoh-tokoh agama dari berbagai organisasi Islam di Indonesia.
Acara berlangsung pada Kamis (5/3) menjelang waktu berbuka puasa hingga pukul 23.00 WIB. Pada momen berbuka puasa, Prabowo duduk bersama sejumlah tokoh penting dari organisasi Islam nasional.
Dilihat melalui tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mulanya berbuka puasa bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Silaturahmi Bersama 158 Pimpinan Ormas Islam
Setelah berbuka puasa, rangkaian acara dilanjutkan dengan silaturahmi bersama ratusan tokoh agama dan pimpinan organisasi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 158 pimpinan ormas Islam serta para pengasuh dan pimpinan pondok pesantren menghadiri kegiatan tersebut. Pertemuan ini digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan.
Kedatangan Presiden ke lokasi acara disambut dengan lantunan salawat dan kasidah yang menambah suasana religius pada malam Ramadan tersebut. Prabowo kemudian menyalami para kiai satu per satu sambil berbincang ringan dengan para tamu yang hadir.
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam acara tersebut adalah ketika Prabowo menghampiri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri, Nurul Huda Djazuli.
Saat itu, KH Nurul Huda Djazuli terlihat duduk di kursi roda di barisan depan ruangan acara. Ketika jarak antara keduanya semakin dekat, Prabowo segera menghampiri ulama sepuh tersebut.
Presiden kemudian menunduk dan menyalami pimpinan pondok pesantren itu. Ia juga terlihat mencium tangan KH Nurul Huda Djazuli sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah lama berkiprah dalam dunia pesantren.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga terlihat menyapa para tamu undangan. Ia tampak menunduk saat menyalami Pengasuh Pesantren Al Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif atau yang dikenal dengan Buya Yahya.
Dukungan dari Kalangan Pesantren dan Ulama
Dilansir dari laman Presidenri.go.id, kesempatan ini juga dimanfaatkan sejumlah tokoh untuk menyampaikan dukungan terhadap kebijakan yang diambil Prabowo. Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Mohammad Hasib Wahab Hasbullah menilai berbagai program yang dijalankan pemerintah merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Intinya saya mendukung dan mengapresiasi program ekonominya, dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama rakyat kita akan semakin makmur," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud mengapresiasi langkah Presiden dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Menurutnya, pemerintah menunjukkan komitmen untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
"Indonesia akan terus berusaha agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat tercapai. Karena itu beliau akan berusaha sekuat tenaga untuk, pertama, melindungi bangsa kita sendiri, dan kedua, turut andil menciptakan dunia yang damai," ujarnya.
Marsudi juga menegaskan bahwa para kiai dan ulama akan terus memberikan dukungan moral dan spiritual terhadap upaya pemerintah.
"Maka kami para kiai dan pimpinan agama antusias menyambut beliau serta mendukung beliau untuk berusaha sekeras-kerasnya, baik demi kemajuan bangsa Indonesia maupun untuk perdamaian dunia," ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin. Ia mengaku terharu dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan perdamaian, termasuk bagi rakyat Palestina.
"Satu semangat yang membuat kami terharu, bahwa kata beliau untuk kebaikan umat, bangsa, dan juga untuk umat Islam di dunia, apalagi di Palestina dan di berbagai wilayah, sekecil apapun kemungkinan, kata beliau 'Saya tertantang untuk berusaha'. Dan itu membuat kami terharu, dan kami semua juga punya semangat yang sama," kata Zaitun Rasmin.
Selain para tokoh agama, sejumlah pejabat tinggi negara juga terlihat hadir dalam kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut. Di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Turut hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
(dvs/erd)












































Komentar Terbanyak
Polling: Kemenhaj Wacanakan 'War Tiket' untuk Berangkat Haji, Kamu Setuju?
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Diskusi Seru DPR dan Kemenhaj soal Strategi Pangkas Antrean Jemaah Haji