Kemenag Siapkan Ribuan Masjid Ramah Pemudik yang Buka 24 Jam

Kemenag Siapkan Ribuan Masjid Ramah Pemudik yang Buka 24 Jam

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 25 Feb 2026 16:15 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sedang menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia untuk disinggahi pemudik. Program tersebut direncanakan berlangsung H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Dilansir dari situs resmi Kemenag RI, program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam lewat Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Nantinya, masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

Rencana tersebut dikatkaan ketika Menag Nasaruddin Umar menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23/2/2026) lalu. Pertemuan tersebut jadi bagian penguatan sinergi lintas kementerian untuk mudik yang aman dan nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, koordinasi internal juga dilakukan untuk persiapan masjid dari tingkat pusat sampai Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Masjid diharapkan bisa menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wduhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, dan area parkir yang nyaman tanpa biaya.

ADVERTISEMENT

Menag berharap masjid juga bisa menyediakan takjil bagi pemudik yang masih melangsungkan puasa Ramadan. Pengelola diimbau menyiapkan minuman hangat agar pengemudi bisa memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

"Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau supirnya ngantuk dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi," ujar Menag Nasaruddin.

Kemudian penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, utamanya di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, masjid berperan strategis tak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

Agar mudah dikenali, lanjut Menag, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu.

Bahkan tak hanya masjid, demi melayani pemudik rumah ibadah lain di sejumlah daerah, termasuk gereja misalnya, di wilayah Sumatera Utara dan kawasan Indonesia Timur juga dilibatkan. Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

"Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran," jelas pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Pada kesempatan yang sama menurut paparan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rencana menghadapi 143 juta pemudik. Di antarany juga menyiapkan masjid sebagai tempat singgah, sebab diperlukan kesesuaian data dengan Kemenag agar terjadi sinergi saat di lapangan.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads