Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, melayangkan kritik menohok terhadap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sentilan ini dilontarkan usai Sahroni menyentil MUI agar fokus mengurusi sertifikasi halal ketimbang merembet ke persoalan konser.
Perselisihan pendapat tersebut bermula dari unggahan Ahmad Sahroni di akun Instagram resminya, @ahmadsahroni88. Politikus NasDem itu meminta MUI berfokus menyelesaikan agenda internal organisasi, salah satunya masalah sertifikasi halal.
"MUI fokus pd kerja kerja Sertifikat Halal yah Jangan Urusin Konser Konser, banyak tugas di internal MUI yang perlu di Kerjakan," tulis Sahroni dalam unggahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sontak, pernyataan legislator Senayan itu memicu reaksi keras dari Kiai Cholil Nafis. Melalui akun X resminya, @cholilnafis, ia menilai Sahroni belum paham betul esensi tugas dan fungsi MUI, termasuk landasan konstitusional atas sikap tegas MUI mendukung kemerdekaan Palestina.
Cholil menegaskan bahwa dukungan MUI terhadap kemerdekaan Palestina merupakan sikap dari amanat Pembukaan UUD 1945, yang secara eksplisit menolak segala bentuk penjajahan di atas bumi.
"Ini banyak yang tak ngerti tentang tugas MUI. Ini soal peneguhan UUD 45 bahwa Indonesia anti Penjajahan dan berpihak pada kemerdekaan Palestina. Maka semua yang mendukung penjajahan harus kita tolak. Apa Sahroni yang anggota DPR RI itu paham ini ya?" cetus Cholil Nafis.
Tak berhenti di situ, Cholil Nafis juga meluruskan kekeliruan anggapan Sahroni terkait teknis penyelenggaraan sertifikasi halal. Ia mengingatkan bahwa wewenang utama sertifikasi halal kini berada di tangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sesuai regulasi undang-undang, bukan di bawah MUI.
Ia juga menyentil status Sahroni sebagai anggota dewan yang dinilai kurang memahami kelembagaan ormas Islam di tanah air.
Cholil menegaskan MUI bukanlah lembaga pemerintah, melainkan wadah musyawarah ormas-ormas Islam yang mengemban misi dakwah serta amar makruf nahi mungkar. Oleh karena itu, menyuarakan pandangan kebangsaan, isu kemanusiaan global, hingga dinamika sosial masyarakat seperti konser merupakan bagian dari komitmen kebangsaan MUI.
"Sahroni ini anggota Dewan ya? Ya... dikira MUI itu lembaga pemerintah aja. Itu kumpulan ormas-ormas yang mencintai negeri ini dengan amar ma'ruf nahi munkar. Dan lupa dia bahwa sertifikasi halal itu berdasarkan UU kewenangan ada pada BPJPH bukan MUI," tegasnya dalam kolom komentar Instagram Ahmad Sahroni.
Seperti diketahui, MUI menolak adanya konser Andrea Bocelli dan Israel Houghton di Indonesia. Kedua penyanyi itu diduga terafiliasi dengan zionis Israel.
