Wirid Setelah Sholat Dhuha, Bisa Diamalkan Tiap Pagi

Wirid Setelah Sholat Dhuha, Bisa Diamalkan Tiap Pagi

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 21 Okt 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Sholat
ilustrasi muslim sholat dhuha. Foto: Freepik
Jakarta -

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Sholat ini dikerjakan pada waktu pagi hingga menjelang waktu zuhur.

Mengutip buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani, terdapat hadits yang menjelaskan anjuran serta keutamaan sholat dhuha.

Dari Abu Hurairah RA, ia bercerita, "Kekasihku Rasulullah SAW mewasiatkan tiga hal kepadaku (yang aku tidak akan meninggalkannya sampai aku mati kelak), yaitu puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat dhuha dan sholat witir sebelum tidur."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits lain dari Abu Darda RA, dia bercerita, "Kekasihku Rasulullah SAW telah mewasiatkan tiga hal kepadaku, yang aku tidak akan pernah meninggalkannya selama aku masih hidup, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dan tidak tidur sehingga mengerjakan sholat witir."

ADVERTISEMENT

Selain melaksanakan sholat, umat Islam dapat mengisi waktu setelahnya dengan berzikir, membaca istighfar, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Wirid Setelah Sholat Dhuha

1. Membaca Istighfar

Dikutip dari buku Minhajul Qashidin: Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk karya Ibnu Qudamah, wirid atau dzikir setelah sholat dhuha bisa diawali dengan membaca istighfar.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Arab-latin: Astaghfirullah.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Bacaan ini dapat diulang sebanyak tiga kali atau lebih.

2. Membaca Kalimat Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Setelah beristigfar, dapat dilanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, dan takbir.

Tasbih:

سُبْحَانَ اللَّهِ

Arab-latin: Subhanallah.
Artinya: "Mahasuci Allah."

Tahmid:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Arab-latin: Alhamdulillah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Takbir:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab-latin: Allahu akbar.
Artinya: "Allah Mahabesar."

Ketiga bacaan tersebut merupakan bentuk zikir untuk mengagungkan Allah SWT, memuji-Nya, dan menyadari kebesaran-Nya.

3. Membaca Sholawat Nabi

Wirid setelah sholat dhuha juga dapat diisi dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ

Arab-latin: Allahumma shalli 'ala Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."

4. Membaca Doa Memohon Ampunan dan Kebaikan

Setelah berzikir, muslim dapat memanjatkan doa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab-latin: Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qinā 'adzāban-nār.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS Al-Baqarah: 201)

Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Arab-latin: Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat-tawwābur-rahīm

Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun."

Berdasarkan hadits yang diceritakan Aisyah RA, Rasulullah SAW membaca dzikir tersebut setelah sholat dhuha sebanyak 100 kali.

5. Membaca Doa Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab-latin: Allaahumma innadh-dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal-bahaa'a bahaa'uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ishmata 'ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa-anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu'siran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba'iidan faqarribhu. Bi haqqi dhuhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita 'ibaadakas-shaalihiin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads