Bacaan Tahmid dan Takbir Malam Nisfu Syaban, Lengkap Artinya

Bacaan Tahmid dan Takbir Malam Nisfu Syaban, Lengkap Artinya

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 02 Feb 2026 15:30 WIB
Muslim woman in headscarf and hijab prays with her hands up in air in mosque.Religion praying concept.
Ilustrasi Berzikir. Foto: iStock
Jakarta -

Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan dzikir. Di antara bacaan yang dianjurkan diamalkan pada malam pertengahan bulan Syaban ini adalah tahmid dan takbir. Kedua dzikir tersebut dibaca sebagai bentuk pujian dan pengagungan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan umat-Nya bahwa dzikir adalah sebaik-baik amal manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda, beliau bersabda,

"Maukah aku tunjukkan kepada kamu sebaik-baik amal-amal kamu, paling bersih di sisi raja kamu, paling kuat dalam mengangkat derajat kamu, lebih baik bagi kamu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kamu daripada kamu bertemu musuh lalu menebas leher mereka dan mereka menebas leher-leher kalian?" Mereka berkata, "Baiklah wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Dzikir kepada Allah." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, & Hakim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa bacaan tahmid dan takbir yang dapat dibaca saat malam Nisfu Syaban? Berikut bacaan lengkap tahmid dan takbir beserta artinya.

Bacaan Tahmid dan Takbir Malam Nisfu Syaban

Pada dasarnya, bacaan tahmid dan takbir malam Nisfu Syaban sama seperti yang biasa diamalkan setelah salat. Berikut adalah bacaannya:

ADVERTISEMENT

1. Bacaan Tahmid dan Artinya

اَلْحَمْدُ لِلهِ

Arab Latin: Alhamdulillah

Artinya: Segala puji bagi Allah

Tahmid dibaca sebanyak 33 kali, kemudian diakhiri dengan lafal tahmid berikut ini:

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ

Arab Latin: Alhamdulillahi rabbil 'alamin, 'ala kulli halin wa fi kulli halin wa ni'mah.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, dalam setiap keadaan dan pada setiap keadaan, serta atas setiap nikmat."

2. Bacaan Takbir dan Artinya

اَللهُ اَكْبَرْ

Arab Latin: Allahuakbar

Artinya: Allah Maha Besar

Sama seperti bacaan tahmid, takbir juga dibaca sebanyak 33 kali. Kemudian diakhiri dengan lafal takbir panjang dan tahlil berikut ini:

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ .

Arab Latin: Allahu Akbar Kabiran, wal-hamdu lillahi kathiran, wa subhanallahi bukratan wa aseela. La ilaha illallah, wahdahu la sharika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumeetu wa huwa 'ala kulli shayin qadeer. Wal hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azheem.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah yang banyak, dan Maha Suci Allah di pagi dan petang. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Keutamaan Membaca Tahmid dan Takbir

Bacaan zikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir punya keutamaan yang sangat besar. Hal ini dijelaskan dalam buku Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan Hauqala karya Abdur Razzaq Ash-Shadr. Berikut penjelasannya:

1. Kalimat yang Paling Dicintai Allah

Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Samurah bin Jundab RA. Ia berkata,

"Rasulullah SAW bersabda, Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat. Kamu tidak ada salah memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar."

2. Kalimat Pelebur Dosa

Dalam Kitab Al Musnad, Sunan At Tirmidzi, dan Mustadrak Al Hakim, terdapat riwayat dari hadits Abdullah bin 'Amr RA, dia berkata:

"Rasulullah SAW bersabda: "Di muka bumi ini, setiap kali seseorang membaca kalimat laa ilaaha illallaah, Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, dan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka dosa-dosanya dilebur meskipun lebih banyak dari buih di laut."

Yang dimaksud dosa yang dilebur di sini adalah dosa-dosa kecil. Sedangkan untuk dosa besar, tetap harus disertai dengan tobat yang sungguh-sungguh.

3. Serupa Tanaman Surga

At-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah SAW, Beliau bersabda,

"Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra'kan. Lalu Ibrahim berkata, 'Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa surga itu baik tanahnya, tawar airnya, dan surga itu qi'an, yang tanamannya adalah subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar."

Hadits ini menggambarkan bahwa bacaan tasbih, tahmid, dan takbir diibaratkan seperti menanam tanaman di surga.

Bacaan Istighfar Malam Nisfu Syaban

Di malam Nisfu Syaban, selain membaca tahmid dan takbir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar. Anjuran ini disebutkan dalam buku Kalender Harian Ibadah Sunnah karya Mujahidin Nur, Ngaji Kuping karya Casudi, serta Keagungan Rajab & Sya'ban tulisan Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobar.

Salah satu bacaan istighfar yang dapat diamalkan adalah istighfar Nisfu Syaban. Bacaan ini singkat dan mudah dihafalkan, serta dianjurkan dibaca sebanyak 70 kali sebagai bentuk memohon ampun dan tobat kepada Allah SWT. Ini adalah bacaan istighfarnya,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah

Artinya: "Hamba memohon ampun kepada Allah dan hamba meminta kepada-Nya agar diterima tobatku."

Kemudian, ada juga bacaan dzikir yang dibaca sebanyak 70 kali saat malam Nisfu Syaban, berikut bacaannya,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Latin: La ilaha illallahu wala na'budu illa iyyahu mukhlishina lahuddina walau karihal musyrikun

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya."

Keutamaan Istighfar Malam Nisfu Syaban

Istighfar menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak pada malam Nisfu Syaban. Ada beberapa keutamaan istighfar di malam istimewa ini yang perlu diketahui umat Islam.

1. Dibukanya Pintu Ampunan Allah SWT

Keutamaan utama dari istighfar di malam Nisfu Syaban adalah terbukanya pintu ampunan Allah SWT. Pada malam ini, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang masih bermusuhan dengan sesama.

Dalam buku Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya'ban & Ramadhan karya Tim Zahra, disebutkan riwayat dari Imam Ridha,

"Barang siapa yang beristighfar kepada Allah Yang Maha Pemberi berkah lagi Maha Tinggi di bulan syaban sebanyak 70 kali, Allah SWT akan ampuni dosa-dosanya walau dosa-dosanya itu sebanyak bintang-bintang di langit."

2. Membersihkan Hati Menyambut Bulan Ramadan

Istighfar di malam Nisfu Syaban juga menjadi cara untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Dengan memperbanyak memohon ampun, hati menjadi lebih tenang dan bersih, sehingga ibadah di bulan Ramadan bisa dijalani dengan lebih khusyuk.

3. Wujud Ketaatan dan Kerendahan Hati kepada Allah SWT

Memperbanyak istighfar menunjukkan sikap seorang hamba yang menyadari kelemahan dan kesalahannya di hadapan Allah SWT. Keutamaan istighfar malam Nisfu Syaban terletak pada sikap rendah hati, pengakuan dosa, serta harapan akan rahmat dan ampunan Allah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 106,

وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ

Wastagfirillāh(a), innallāha kāna gafūrar raḥīmā(n).

Artinya:
"Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

4. Mendapatkan Kemudahan dan Rezeki yang Tak Terduga

Keutamaan istighfar di malam Nisfu Syaban juga berkaitan dengan kemudahan hidup dan datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW,

"Barangsiapa yang membiasakan diri membaca istighfar, niscaya Allah akan memberinya keringanan dari setiap kekhawatiran dan jalan keluar dari setiap kesusahan, serta rezeki yang tidak terduga." (HR Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

Doa Malam Nisfu Syaban

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa khusus Nisfu Syaban. Doa ini dibaca sebagai bentuk munajat dan permohonan kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa malam Nisfu Syaban yang dapat diamalkan:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَ الإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللأَجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَ أَمَانَ الخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبَتَني عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَفَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اقْتَارَ رِزْقِي وَ أَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزِلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ إِلهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرُمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَ مَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . آمِيْن

Latin: Allāhumma yā dzal-manni wa lā yumannu 'alaika, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thawli wal-in'ām. Lā ilāha illā anta, ẓahral-lājīna wa jāral-mustajīrīna wa amānal-khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtani 'indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqtarran 'alayya fir-rizqi, famhullāhumma bifaḍlika fī ummil-kitābi shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī. Wa athbitnī 'indaka fī ummil-kitābi sa'īdan marzūqan muwaffaqan lil-khayrāt. Fa'innaka qulta wa qawluka al-ḥaqq fī kitābikal-munzali 'alā nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā'u wa yuthbitu wa 'indahū ummul-kitāb. Ilāhī bit-tajallīl-a'ẓami fī laylatin-niṣfi min shahri Sha'bānal-mukarram, allatī yufraqu fīhā kullu amrin ḥakīm wa yubram, iṣrif 'annī minal-balā'i mā a'lamu wa mā lā a'lam, wa anta 'allāmul-ghuyūb. Biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Āmīn.

Artinya: "Ya Allah Tuhanku pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atas-Mu. Ya Allah pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan pada Engkau pula tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besar-Mu bahwa aku adalah orang yang celaka, atau terhalang dari nikmat-Mu, atau orang yang dijauhkan, atau orang yang disempitkan dalam mendapat rezeki, maka aku memohon dengan karunia-Mu, semoga kiranya Engkau pindahkan aku ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rezeki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada Nabi yang telah Engkau utus, dan perkataan-Mu adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendaki-Nya dan pada-Nya sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalli yang Mahabesar pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmat-Mu ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih."

Doa Rasulullah SAW Malam Nisfu Syaban

Dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Sya'ban karya Muhammad Juriyanto, disebutkan beberapa riwayat tentang doa-doa yang dibaca Rasulullah SAW pada malam Nisfu Syaban. Salah satu kisah yang sering disampaikan berasal dari Sayyidah Aisyah RA.

Diceritakan bahwa pada malam Nisfu Syaban, saat itu adalah giliran Aisyah RA bermalam bersama Rasulullah SAW. Namun ketika sudah masuk tengah malam, Aisyah tidak mendapati Rasulullah SAW berada di sampingnya. Sebagai seorang istri, rasa cemburu pun muncul di hati beliau.

Aisyah lalu menutupi wajahnya dan keluar untuk mencari Rasulullah SAW ke kamar istri-istri beliau yang lain. Namun, Rasulullah SAW tidak ada di sana. Setelah kembali ke kamarnya, Aisyah mendapati Rasulullah SAW sedang bersujud. Posisi tubuh beliau terlihat sangat rendah, seakan-akan seperti pakaian yang tergeletak di lantai.

Dalam sujud tersebut, Rasulullah SAW membaca doa:

سَجَدَ لَكَ خَيَالِي وَسَوَادِي وَآمَنَ بِكَ فَؤَادِي فَهَذِهِ يَدِي وَمَا جَنَيْتُ بِمَا عَلَى نَفْسِي يَا عَظِيمُ يُرْجَى لِكُلِّ عَظِيمٍ يَا عَظِيمُ اغْفِرُ الذَّنْبَ الْعَظِيمَ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ

Arab Latin: Sajada laka khayālī wa sawādī wa āmana bika fu'ādī, fa hādhihi yadī wa mā janaytu bihā 'alā nafsī. Yā 'Aẓīmu yurjā likulli 'aẓīmin, yā 'Aẓīmu ighfiru adz-dzanbal 'aẓīm. Sajada wajhī lilladzī khalaqahu wa shaqqa sam'ahu wa baṣarahu.

Artinya: "Khayalan dan hatiku bersujud kepada Engkau, hatiku beriman dengan-Mu, maka inilah tangan yang saya pergunakan bertindak jinayah terhadap diriku sendiri. Duhai Dzat Maha Agung yang diharapkan untuk (mengampuni) dosa yang agung. Wahai Dzat Maha Agung, ampunilah dosa yang agung. Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakan serta merobek pendengaran dan matanya."

Setelah itu, Aisyah melihat Rasulullah SAW mengangkat kepala, lalu bersujud kembali sambil membaca doa,

أَعُوْذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَأَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَوَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ جَلَّ وَجْهُكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ أَقَوْلُ كَمَا قَالَ أَخِي دَاوُدُ: أَعْفِرُ وَجْهِي فِي التَّرَابِ لِسَيِّدِي وَحَقَّ لَهُ أَنْ يَسْجُدَ

Arab Latin: A'ūdzu bi 'afwika min 'iqābika, wa a'ūdzu biriḍāka min sakhaṭika, wa a'ūdzu bika minka. Jalla wajhuka, lā uḥṣī thanā'an 'alaika, anta kamā athnaita 'alā nafsika. Aqūlu kamā qāla akhī Dāwūd: u'affiru wajhī fī at-turābi lisayyidī, wa ḥaqqa lahu an yasjuda.

Artinya:"Saya memohon perlindungan dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu. Saya berlindung dengan ridha-Mu dari kemarahan-Mu. Saya berlindung dengan-Mu dari-Mu Maha agung Dzat-Mu. Saya tidak bisa menghitung pujian atas-Mu seperti Engkau memuji diri-Mu. Saya berkata seperti saudaraku Dawud berkata, 'Saya membenamkan wajahku dalam tanah demi Tuhanku dan memang ia berhak untuk bersujud.'"

Kemudian Aisyah melihat Rasulullah SAW kembali mengangkat kepala dan berdoa,

أَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي قَلْباً نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ نَقِيًّا لَأَحَافِيًا وَلَا شقيًّا

Arab Latin: Allāhumma irzuqnī qalban naqiyyan mina asy-syirki, naqiyyan lā ahāfiyyan wa lā shaqiyyan.

Artinya: "Ya Allah, karuniakanlah kepadaku hati yang bersih dari syirik, bersih tidak cerewet (banyak bertanya) juga bukan celaka."

Setelah selesai berdoa, Rasulullah SAW masuk kembali ke dalam selimut bersama Aisyah. Saat itu, napas Aisyah terdengar tersengal-sengal. Rasulullah SAW pun bertanya, "Ada apa dengan desahan napas ini wahai Humaira?"

Aisyah lalu menceritakan apa yang terjadi. Rasulullah SAW kemudian mengusap lutut Aisyah dan bersabda,

"Celakalah dua lutut ini, apa yang ditemukannya pada malam ini, ini adalah malam Nisfu Syaban yang di dalamnya Allah turun ke langit dunia dan memberikan ampunan kepada para hamba-Nya kecuali orang musyrik dan bermusuhan."

Wallahu a'lam.




(inf/inf)
Amalan Nisfu Syaban

Amalan Nisfu Syaban

99 konten
Nisfu Syaban adalah waktu pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk memperbanyak ibadah pada momen tersebut.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads