Surat Al-'Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW yang disampaikan melalui Malaikat Jibril. Al-'Alaq sendiri termasuk surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Surat Al-'Alaq merupakan surat ke-96 yang terdiri dari 19 ayat. Yang menjadi wahyu pertama Nabi Muhammad SAW adalah ayat 1-5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Turunnya Surat Al-'Alaq Ayat 1-5
Dilansir dari buku Menelusuri Riwayat Muhammad hingga di Isra' Mirajkan susunan Yang Dhoif, turunnya surat Al-'Alaq ayat 1-5 terjadi di Gua Hira pada 17 Ramadan 610 Masehi. Kala itu, Rasulullah SAW berusia 40 tahun dan beliau diangkat menjadi nabi terakhir.
Ketika sang nabi berusia 40 tahun, umat manusia sedang dilanda kesesatan yang sulit diperbaiki. Penduduk kota Makkah tenggelam dalam kebejatan dan kemusyrikan.
Rasulullah SAW merasa sedih dan gelisah melihat situasi tersebut. Beliau kemudian menyendiri di Gua Hira.
Selama berada di sana, Nabi SAW mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan bisa memperbaiki keadaan serta hati kaumnya yang kian parah. Melalui sebuah riwayat dikatakan Nabi SAW berjalan dekat batu atau pohon, dia pasti mendengar suara batu atau pohon yang memberi salam kepadanya.
Saat Nabi Muhammad SAW tenggelam dalam bermunajat kepada Allah, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa perintah dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyu pertama, yaitu Surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim diceritakan, Jibril berkata kepada Nabi, "Iqra (bacalah)."
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak bisa membaca."
Malaikat Jibril kemudian mendekap Nabi Muhammad SAW dengan erat hingga beliau merasa sesak dan sulit bernapas. Setelah dilepaskan, Jibril kembali berkata, "Iqra (bacalah)."
Namun Nabi kembali menjawab, "Aku tidak bisa membaca."
Peristiwa itu terjadi sampai tiga kali. Setelah dekapan yang ketiga, Malaikat Jibril pun membacakan surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Surat Al-'Alaq diturunkan di Kota Makkah sehingga termasuk golongan surat Makkiyah dan memiliki arti segumpal darah.
Isi surat Al-'Alaq mengajarkan manusia untuk mengenal siapa penciptanya. Setelah mengenal Allah SWT, manusia diperintahkan untuk memuliakan-Nya dengan segenap kemampuan. Surat ini juga mengingatkan agar manusia selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Turut dijelaskan dalam buku Sejarah Keteladanan Nabi Muhammad SAW: Memahami Kemuliaan Rasulullah Berdasarkan Tafsir Mukjizat Al-Qur'an karya Yoli Hemdi, Aisyah RA menyebutkan bahwa sebelum wahyu pertama turun, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun sering mengalami mimpi-mimpi yang benar, atau yang disebut ru'yah shadiqah, sebagai tanda kenabiannya. Mimpi-mimpi itu datang dengan jelas dan tidak pernah meleset. Apa yang beliau lihat seolah tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam mimpi-mimpi ini, beliau melihat cahaya terang yang menyerupai fajar, sebuah pertanda datangnya kebenaran. Cahaya itu menjadi isyarat bahwa akan ada peristiwa besar dalam hidupnya. Hati beliau pun semakin terdorong untuk mendekat kepada Allah SWT.
Gua Hira sendiri terletak di puncak Jabal Nur dan berada sekitar 5,7 km dari Makkah. Gunung ini cukup terjal dan membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk didaki.
Surat Al-'Alaq Ayat 1-5
Ayat 1
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Arab latin: Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq(a).
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!"
Ayat 2
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Arab latin: Khalaqal-insāna min 'alaq(in).
Artinya: Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
Ayat 3
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Arab latin: Iqra' wa rabbukal-akram(u).
Artinya: "Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia,"
Ayat 4
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Arab latin: Allażī 'allama bil-qalam(i).
Artinya: "yang mengajar (manusia) dengan pena."
Ayat 5
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Arab latin: 'Allamal-insāna mā lam ya'lam.
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris