Bulan Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai bulan istimewa bagi umat Islam. Pada pertengahan bulan ini, tepatnya malam Nisfu Syaban, banyak orang percaya catatan amal sepanjang tahun diperiksa oleh Allah SWT.
Hal ini pun menjadi kesempatan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, puasa sunnah dan amal kebaikan lainnya di bulan Syaban.
Lalu, apakah benar catatan amal tahunan ditentukan pada Nisfu Syaban? Simak penjelasannya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang Dimaksud Nisfu Syaban?
Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada malam tanggal 15 menurut kalender Hijriah. Malam ini dianggap sebagai malam yang istimewa oleh umat Islam.
Banyak umat Islam percaya bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memberikan rahmat yang luas dan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Oleh karena itu, malam ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, seperti berdoa dan berzikir, sebagai persiapan menyambut datangnya bulan Ramadan.
Benarkah Catatan Amal Tahunan Ditentukan Saat Nisfu Syaban?
Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan bulan Syaban adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Banyak yang meyakini bahwa peristiwa ini terjadi pada malam Nisfu Syaban, sehingga dianggap sebagai waktu ditentukannya catatan amal manusia selama satu tahun.
Dinukil dari buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT? susunan Alexander Zulkarnaen, hal ini berdasarkan hadits riwayat Usamah bin Zaid RA. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan seperti engkau berpuasa di bulan Syaban."
Rasulullah SAW kemudian bersabda,
"Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan ini adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR An-Nasai)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa bulan Syaban adalah waktu diangkat dan ditentukannya amal tahunan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, bulan ini memiliki keutamaan tersendiri dibanding bulan-bulan lainnya.
Sebagian umat Islam kemudian mengaitkan peristiwa ini dengan malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban.
Malam ini sering dijadikan momen untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan. Tujuannya agar amal yang telah dikerjakan selama setahun terakhir diangkat kepada Allah SWT dalam keadaan baik.
Namun, pengangkatan amal tidak berarti kesempatan setiap manusia untuk berbuat baik dan bertaubat sudah tertutup. Selama seseorang masih hidup, pintu ampunan Allah SWT tetap terbuka.
Nisfu Syaban bisa dijadikan momen untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan ibadah menyambut bulan Ramadan.
Apa Saja Amalan Sunnah Malam Nisfu Syaban?
Ada beberapa amalan sunnah di bulan Syaban yang bisa dikerjakan umat Islam untuk mengisi malam Nisfu Syaban, yaitu:
1. Berpuasa Syaban Senin Kamis
Salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan adalah berpuasa pada hari Senin dan Kamis di bulan Syaban. Berikut bacaan niat puasa Senin dan Kamis yang dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustaz Ali Amrin al-Qurawy.
Bacaan niat puasa Syaban hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'ala."
Bacaan niat puasa Syaban di hari Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."
2. Berpuasa Syaban Ayyamul Bidh
Selain puasa Senin dan Kamis, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'ala."
3. Puasa Nisfu Syaban
Amalan sunnah lainnya yang dapat dikerjakan adalah puasa pada tanggal 15 bulan Syaban atau yang dikenal dengan puasa Nisfu Syaban.
Puasa Nisfu Syaban termasuk bagian dari puasa sunnah di bulan Syaban. Berikut niat puasanya,
- Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."
- Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
4. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Dalam kitab Dzuratun Nashihin disebutkan bahwa para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Syaban, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan saat bulan Ramadan. Anjuran ini menunjukkan bahwa bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Syaban, umat Islam diharapkan lebih siap secara lahir dan batin untuk menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
5. Berdoa Kepada Allah SWT
Di bulan Syaban, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon keberkahan dan berharap dapat kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan.
Disebutkan dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika memasuki bulan Syaban:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan."
Dengan demikian, Nisfu Syaban sering dikaitkan sebagai waktu diangkatnya catatan amal tahunan, sehingga menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
