- Hukum Puasa Syaban
- Boleh Puasa Syaban Hanya 1 Hari
- Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Syaban Puasa Senin-Kamis Syaban
- Puasa Ayyamul Bidh Syaban
- Niat Puasa Sunnah di Bulan Syaban Niat Puasa Senin Niat Puasa Kamis Niat Puasa Ayyamul Bidh
- Keutamaan Puasa di Bulan Syaban 1. Bulan Diangkatnya Amal Manusia 2. Puasa Paling Afdhal Setelah Puasa Ramadan
Syaban merupakan gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Di bulan ini, umat Islam mulai meningkatkan kualitas ibadahnya sebagai bentuk persiapan spiritual, salah satunya melalui puasa Syaban.
Namun, muncul sebuah pertanyaan di kalangan umat Islam yang mungkin memiliki keterbatasan waktu atau kondisi fisik, bolehkah puasa Syaban hanya satu hari saja?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami hukum dan landasan ibadah ini penting agar seorang muslim dapat meraih keutamaannya dengan sempurna. Untuk itu, berikut penjelasan mengenai hukum puasa Syaban lengkap dengan penjelasan berdasarkan hadits shahih.
Hukum Puasa Syaban
Dijelaskan dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan oleh Abu Maryam Kautsar Amru, puasa Syaban hukumnya sunnah. Rasulullah SAW banyak sekali melakukan puasa sunnah pada bulan Syaban, bahkan dikatakan dalam hadits shahih beliau hampir puasa sebulan penuh.
Dari Aisyah RA, beliau mengatakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلي الله عليه وسلم - يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga mengatakan:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Artinya: "Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya." (HR Bukhari)
Terdapat catatan penting bagi umat Islam yang hendak melakukan puasa di bulan Syaban ketika sudah mendekati bulan Ramadan. Satu atau dua hari sebelum masuk bulan tersebut, umat Islam dilarang berpuasa.
Larangan berpuasa pada akhir Syaban bertujuan agar tidak tercampur dengan puasa wajib Ramadan. Jangan sampai umat Islam melakukan puasa sunnah di bulan Syaban, padahal secara hitungan bulan sudah memasuki bulan Ramadan.
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمٍ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
Artinya: "Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa." (HR Muslim dan Bukhari)
Boleh Puasa Syaban Hanya 1 Hari
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah pada bulan Syaban. Meski begitu, umat Islam boleh melakukan puasa Syaban hanya satu hari saja, karena hukumnya sunnah dan tidak ada larangan spesifik terkait hal tersebut. Umat Islam juga dapat melakukan puasa Syaban sesuai kemampuan.
Terkait puasa Syaban, detikHikmah tidak menemukan hadits shahih terkait puasa yang dikhususkan untuk dilaksanakan pada bulan tersebut. Meski begitu, umat Islam dapat melakukan puasa sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul bidh yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abu Dzar, jika kamu hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13,14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR Tirmidzi)
Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Syaban
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut jadwal puasa sunnah di bulan Syaban:
Puasa Senin-Kamis Syaban
Tersisa enam hari bagi umat Islam yang ingin melakukan puasa Senin-Kamis di bulan Syaban, berikut jadwal lengkapnya:
- Kamis, 22 Januari 2026 (3 Syaban 1447 H)
- Senin, 26 Januari 2026 (7 Syaban 1447 H)
- Kamis, 29 Januari 2026 (10 Syaban 1447 H)
- Senin, 2 Februari 2026 (14 Syaban 1447 H)
- Kamis, 5 Februari 2026 (17 Syaban 1447 H)
- Senin, 9 Februari 2026 (21 Syaban 1447 H)
- Kamis, 12 Februari 2026 (24 Syaban 1447 H)
- Senin, 16 Februari 2026 (28 Syaban 1447 H)
Puasa Ayyamul Bidh Syaban
- 13 Syaban 1447 H: 1 Februari 2026
- 14 Syaban 1447 H: 2 Februari 2026
- 15 Syaban 1447 H: 3 Februari 2026
Niat Puasa Sunnah di Bulan Syaban
Sebelum melakukan puasa sunnah, umat Islam dianjurkan untuk membaca niatnya terlebih dahulu. Dinukil dalam Buku Pintar Agama Islam Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah karya Abu Aunillah Al-Baijury, setiap puasa sunnah memiliki niatnya masing-masing, antara lain sebagai berikut:
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa di Bulan Syaban
Dijelaskan dalam buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa oleh Abdillah F. Hasan, terdapat beberapa keutamaan bagi umat Islam yang melakukan puasa di bulan Syaban. Berikut penjelasannya.
1. Bulan Diangkatnya Amal Manusia
Usamah bin Zaid RA, ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban." Rasulullah menjawab, "Bukan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa." (HR Abu Daud dan Nasa'i)
2. Puasa Paling Afdhal Setelah Puasa Ramadan
Anas RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, "Puasa manakah yang paling afdhal setelah puasa Ramadan? Rasulullah SAW menjawab, "Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramadan." (HR Tirmidzi)
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji 2026
JK: Aktivitas di Masjid 80% Mendengarkan, Tapi 75% Sound System-nya Buruk
Investasi Emas Digital Laris Manis, Bagaimana Hukum dalam Islam?