Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN

Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Jumat, 13 Mar 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Lebaran
Ilustrasi Lebaran. Foto: Getty Images/AJ_Watt
Jakarta -

Perkiraan Lebaran 2026 menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat menjelang akhir bulan Ramadan. Penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia umumnya mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Beberapa pihak yang menjadi rujukan antara lain pemerintah melalui Kementerian Agama, organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), serta lembaga ilmiah seperti BMKG dan BRIN.

Meski sama-sama menggunakan dasar ilmiah dan keagamaan, metode yang digunakan tidak selalu sama. Karena itu, setiap tahun ada kemungkinan perbedaan dalam penentuan awal bulan Syawal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Versi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU)

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat. Mengacu pada jadwal yang telah diumumkan, sidang isbat penetapan Idul Fitri 2026 akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

ADVERTISEMENT

Sidang tersebut akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Dalam prosesnya, pemerintah akan mempertimbangkan data hisab serta hasil rukyat hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, perwakilan organisasi masyarakat Islam, hingga lembaga seperti BMKG dan BRIN. Setelah rangkaian sidang selesai, Menteri Agama akan mengumumkan secara resmi penetapan 1 Syawal 1447 H kepada masyarakat.

Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti keputusan pemerintah terkait penetapan awal Syawal karena sama-sama menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan perhitungan hisab.

Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan jadwal Idul Fitri 1447 Hijriah melalui metode hisab. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penentuan ini didasarkan pada hasil perhitungan hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 sehingga awal bulan Syawal ditetapkan pada 20 Maret 2026.

Prediksi BMKG dan BRIN

Selain organisasi keagamaan, sejumlah lembaga ilmiah juga memberikan prediksi berdasarkan data astronomi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia pada 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS. Kriteria tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Karena belum memenuhi syarat tersebut, bulan Ramadan diperkirakan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi serupa juga disampaikan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menyebutkan bahwa posisi hilal pada 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi kriteria MABIMS sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.

Potensi Perbedaan Lebaran 2026

Berdasarkan berbagai prediksi tersebut, terdapat kemungkinan perbedaan penetapan Lebaran 2026 di Indonesia. Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, sementara prediksi berbasis kriteria MABIMS yang digunakan pemerintah berpotensi mengarah pada 21 Maret 2026.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab global, sedangkan pemerintah menggabungkan perhitungan hisab dengan rukyat hilal di wilayah Indonesia.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu menunggu keputusan resmi pemerintah yang akan diumumkan melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026. Keputusan tersebut nantinya akan menjadi penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads