Nisfu Syaban jadi momen yang ditunggu muslim di bulan Syaban. Sebab, terdapat keutamaan yang bisa diraih terutama pada malam harinya.
Nisfu Syaban sendiri bertepatan pada 15 Syaban. Dalam sebuah hadits disebutkan juga mengenai malam Nisfu Syaban, Rasulullah SAW bersabda,
"Allah SWT melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syaban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya)." (HR At Thabrani)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin terjemahan Purwanto menjelaskan Nisfu Syaban termasuk malam yang penuh keutamaan. Dianjurkan memperbanyak amal saleh pada waktu ini.
Tanggal Berapa Malam Nisfu Syaban 2026 Dimulai?
Seperti dijelaskan sebelumnya, 15 Syaban jadi momen Nisfu Syaban. Namun, penanggalan kalender Hijriah berbeda dengan Masehi.
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 setelah maghrib. Sebab, pergantian hari pada kalender Hijriah terjadi setelah matahari terbenam.
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban
Dikutip dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dalam beberapa hadits disebutkan terkait keutamaan malam Nisfu Syaban. Namun, banyak juga hadits-hadits lemah dan palsu mengenai itu.
Meski demikian, ada satu hadits dengan derajat ihsan terkait keutamaan Nisfu Syaban. Hadits ini berasal dari Abu Musa Al-Asy'ari yang berkata Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Ibnu Majah dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Kemudian menurut Al Aqili melalui Adh-Dhu'afa' diterangkan riwayat terkait turunya Allah SWT pada malam Nisfu Syaban sifatnya lemah dan menuai kritikan. Dia menyebut kehadiran Sang Khalik di langit dunia terjadi setiap malam berdasarkan berbagai hadits shahih, dengan begitu Nisfu Syaban dinilai memiliki kemuliaan seperti malam-malam lainnya secara umum.
Turunnya Allah SWT ke langit dunia pada setiap malam dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرِ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَاسْتَجِيْبَ لَهُ، وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأَعْطِيَهُ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Rabb kita Allah SWT turun pada setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, seraya berkata: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku memperkenankan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku mengampuninya'." (HR Bukhari dan Muslim)
Amalan yang Dikerjakan Malam Nisfu Syaban
Perlu dipahami, tidak ditemukan dalil terkait amalan khusus malam Nisfu Syaban. Namun, muslim bisa mengerjakan amalan seperti pada malam-malam lainnya. Apa saja amalan itu?
- Salat malam
- Membaca Al-Qur'an
- Membaca doa
- Bersholawat
- Membaca surah Yasin tiga kali
- Memperbanyak zikir

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam